Alvaro Morata mengaku Spanyol terbebani ekspektasi di Euro 2020 karena mereka harus bisa menyamai "generasi jenius."
Spanyol mengangkat trofi Piala Eropa untuk kedua kalinya pada tahun 2008 sebelum menjadi negara pertama yang meraihnya secara beruntun empat tahun kemudian, ditambah berhasil menjuarai Piala Dunia di antara kedua edisi Euro itu.
Bergelimang bintang yang tengah berada di puncak karier seperti Andres Iniesta, Xavi, Feranndo Torres, David Villa, dan Sergio Ramos, La Roja pernah menjadi tim yang tak terbendung. Namun skuad mereka masa kini sedang mengalami fase transisi di bawah Luis Enrique.
Kini, Spanyol terancam terdepak dari Euro di babak grup setelah hanya bisa mengimbangi Swedia dan Polandia. Morata pun tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya setelah La Roja dihujani kritikan.
Sang penyerang Atletico Madrid, yang baru saja memperpanjang masa pinjamannya di Juventus, merasa skuad Enrique terlalu dibanding-bandingkan dengan tim hebat di masa lalu.
"Jika kami mendengarkan apa kota orang maka itu tidak akan membantu, karena mereka menanti-nanti untuk bisa menghujani kami dengan kritik," ujar Morata kepada Sky Italia. "Biasanya saat negara besar mencapai kompetisi seperti ini, ada rasa persatuan di tubuh mereka. Kami tahu bahwa kami mengikuti generasi jenius yang pernah memenangkan segalanya dan sulit bagi kami untuk bisa menjadi penerus mereka, namun kami harus percaya pada diri sendiri."
Morata kembali menuai kritikan keras setelah tumpul saat sama kuat melawan Swedia. Ia sempat membungkam kritikan itu saat membawa Spanyol unggul 1-0 atas Polandia di Estadio La Cartuja Minggu (20/6) dini hari WIB.
Namun Robert Lewandowski menghapus keunggulan Spanyol di babak kedua sebelum peristiwa memalukan yang membuat pendukung tuan rumah syok.
Spayol mendapat tendangan penalti setelah VAR menilai Gerard Moreno dilanggar di dalam kotak, namun tendangan bintang Villarreal itu mengenai tiang dan Morata gagal menyelesaikan bola yang memantul ke kakinya padahal gawang sedang setengah kosong.
"Bolanya sedang bergerak dengan sangat cepat dan sulit untuk bisa mengontrolnya," ujar eks penggawa Chelsea itu. "Mungkin saya terlalu dekat dengan bola dan seharusnya mengambil keputusan berbeda."
Spanyol kini menatap laga terakhirnya di Grup E melawan Slowakia dan wajib menang jika ingin lolos ke babak 16 besar, sementara pemuncak grup Swedia akan menghadapi Polandia.





