Kasus abad ini dalam sepak bola Inggris memasuki babak yang paling menegangkan sekaligus rumit. Beberapa jam setelah keluarnya vonis bersejarah yang menyatakan Manchester City bersalah atas 114 pelanggaran finansial dari total 115 tuduhan, The Citizens mengumumkan masuk ke pertarungan hukum baru yang bisa menunda nasib mereka hingga tahun depan.
City menegaskan, dalam pernyataan resmi pada Jumat, bahwa mereka telah mengajukan banding secara resmi, menggugat keputusan komisi independen yang berada di bawah Liga Primer Inggris. Dengan demikian dimulailah hitung mundur menuju tahap krusial, yang selama berlangsungnya Inggris tidak akan menjatuhkan sanksi apa pun hingga seluruh proses peradilan rampung.
Lalu apa yang akan terjadi sekarang? Apa saja langkah dan urutan waktu dari tahapan berikutnya dalam kasus vonis City yang mengguncang singgasana Premier League?
Dewan peradilan baru yang sepenuhnya independen
Langkah pertama memang sudah dimulai. Menurut "Mundo Deportivo", setelah banding diajukan, kasus ini akan berpindah ke dewan banding yang independen dan sepenuhnya terpisah, baik dari Liga Primer Inggris maupun dari komisi independen yang menjatuhkan vonis bersalah pertama.
Dewan ini hanya terdiri dari tiga anggota, dipimpin oleh seorang mantan hakim, dan seluruhnya ditunjuk oleh Ketua Independen komisi peradilan Liga Primer Inggris untuk menjamin netralitas penuh.
Manchester City dalam pernyataannya mengungkap pilar-pilar bandingnya, yang didasarkan pada adanya "kesalahan hukum, kesalahan dalam prinsip-prinsip yang diterapkan, serta kesalahan dalam menilai fakta dan bukti", seraya menegaskan bahwa mereka memiliki bukti yang mendukung gugatan tersebut.
Peran dewan ini tidak akan terbatas pada peninjauan sanksi saja, melainkan juga akan meluas hingga meninjau keputusan secara keseluruhan dari akarnya.
Momen penentu: hitung mundur telah dimulai
Regulasi Liga Primer Inggris menetapkan kerangka waktu yang jelas dan ketat. Menurut aturan, seluruh proses banding harus selesai dalam waktu 12 pekan sejak tanggal pengajuannya.
Sidang itu sendiri diperkirakan berlangsung paling lama lima hari, dan setelah berakhir dewan banding memiliki waktu 30 hari untuk mengeluarkan keputusan akhir yang disertai alasan.
Karena banding diajukan pada 1 Oktober, perhitungan menunjukkan bahwa peninjauan akan berakhir pada penghujung Desember 2026, dengan keputusan akhir yang akan menentukan nasib klub keluar pada awal 2027.
Tiga skenario di atas meja
Keputusan kini berada sepenuhnya di tangan dewan banding, dengan tiga skenario di hadapannya:
Pertama: putusan yang menguntungkan Manchester City, yang berarti pembatalan hasil-hasil yang disengketakan serta pembatalan sepenuhnya atas 114 pelanggaran, dan klub kembali ke zona aman.
Kedua: banding ditolak, dan vonis pertama komisi independen yang menyatakan klub bersalah atas seluruh tuduhan dikuatkan. Inilah skenario yang akan membuka pintu bagi sanksi bersejarah.
Ketiga: jalan tengah, melalui perubahan keputusan, yakni membatalkan sebagian pelanggaran dan mempertahankan sebagian lainnya, atau meringankan kualifikasi hukum atas pelanggaran-pelanggaran tersebut.
Kapan sanksi akan diumumkan?
Inilah poin terpenting yang ditunggu khalayak sepak bola Inggris. Menurut aturan yang berlaku di Inggris, tidak ada sanksi yang dapat dijatuhkan selama proses banding masih berlangsung.
Meski Liga Primer Inggris berkeinginan mempercepat prosedur, hukum menyatakan dengan jelas: sanksi akhir — yang bisa berkisar dari pengurangan poin hingga degradasi — baru akan ditetapkan setelah dewan banding mengambil keputusan akhirnya. Ini berarti nasib City tidak akan diputuskan sebelum awal 2027.
Awal pertarungan peradilan
Jika dewan banding mengeluarkan keputusan yang merugikan Manchester City dan menguatkan pelanggaran-pelanggaran itu, maka secara olahraga kisah ini akan berakhir di titik tersebut, sebab regulasi kompetisi tidak membolehkan pengajuan banding olahraga kedua di hadapan badan lain mana pun di dalam sistem Liga Primer Inggris.
Namun ini tidak berarti City menyerah, karena klub tetap membuka pintu untuk menempuh jalur peradilan sipil, di mana mereka dapat mengajukan banding ke Mahkamah Agung Inggris dengan dalih bahwa prosedurnya tidak adil atau tidak jujur. Ini adalah jalur hukum yang sepenuhnya berbeda dari banding olahraga internal.
Sebagaimana ditegaskan jaringan "Sky Sports", Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tidak akan menjadi opsi yang tersedia kali ini, dan klub tidak akan bisa menempuhnya seperti yang mereka lakukan pada 2020 ketika berhasil mencabut larangan dua tahun berpartisipasi di kompetisi Eropa yang dijatuhkan oleh Uni Sepak Bola Eropa (UEFA), karena kasus tersebut tunduk pada sistem disipliner UEFA, bukan pada sistem Liga Primer Inggris.



