Pelatih Singapura U-19, Rob Johanes Maria Servais mengakui bahwa pasukannya kewalahan meladeni permainan Indonesia saat bertemu dalam laga kedua Grup A Piala AFF U-19, Selasa (3/7) malam WIB.
Dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo tersebut, Singapura dibombardir pasukan Garuda Nusantara hingga harus menelan kekalahan telak empat gol tanpa balas.
Menurut sang juru taktik asal Belanda, kekalahan dengan skor mencolok terjadi karena adanya perbedaan kualitas di antara timnya dan anak asuh Indra Sjafri.
"Partai ini menunjukkan adanya perbedaan kualitas antara para pemain Singapura dan Indonesia," ujar Rob dalam sesi jumpa pers.
Sepanjang 90 menit permainan, para penggawa Singapura kerap melakukan kesalahan individu dan hal itu dimaklumi Rob karena tingginya performa agresif yang ditampilkan Indonesia.
"Yah, kualitas lawan menentukan bagaimana kekuatan Anda. Jika kami melawan tim yang lebih lemah, maka para pemain tidak akan banyak melakukan kesalahan," tegasnya.
"Jika Anda bermain lawan tim kuat seperti Indonesia, para pemain melakukan kesalahan yang tidak biasanya mereka lakukan. Di laga ini, mereka mendapatkan intensitas dan tekanan yang belum pernah mereka hadapi."
"Jadi saya tak bisa menyalahkan mereka, mereka sudah menampilkan yang terbaik dan berjuang sekuat tenaga. Saya tak bisa bahagia dengan hasil akhir, tapi saya senang dengan performa tim."
Kendati menelan kekalahan telak, pelatih yang pernah bekiprah bersama Vissel Kobe dan Omiya Ardija di J.League tersebut memetik pelajaran berharga untuk Singapura.
"Intensitas permainan seperti ini [lawan Indonesia] tidak biasa dihadapi para pemain kami sehingga mereka menjadi kekelahan. Ini saya anggap pelajaran bagi kami," tandas Rob.

