Tim nasional Maroko menutup perjalanan mereka di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 dengan raihan yang luar biasa, mengulangi prestasi yang sama yang mereka ukir dengan gemilang empat tahun lalu di Qatar 2022.
“Singa Atlas” mengumpulkan 7 poin, mengulangi prestasi edisi 2022, sekaligus menegaskan bahwa apa yang terjadi di Qatar bukan sekadar statistik sesaat, melainkan telah menjadi jejak yang kokoh yang membuktikan bahwa “Singa Atlas” kini menjadi tim terberat di kawasan Arab dan Afrika dalam babak penyisihan grup Piala Dunia, dan satu-satunya tim yang mencapai prestasi ini dua kali berturut-turut.
Tujuh poin tersebut diraih di tengah badai tantangan: grup yang sangat ketat, tekanan ganda pasca-prestasi di Qatar, serta sorotan global yang mengamati setiap operan dengan cermat.
Meskipun demikian, Singa Atlas terus melaju dengan keyakinan yang teguh, didukung oleh sistem pertahanan yang kokoh dan tak tergoyahkan, serta serangan kilat yang tahu cara mencetak gol pada momen krusial.
Kemenangan-kemenangan yang diraih dengan susah payah ini mengirimkan pesan yang menggema: bahwa generasi 2022 bukanlah kebetulan, dan generasi 2026 hadir untuk menegaskan bahwa Maroko bukan lagi sekadar tamu kehormatan di Piala Dunia.
Dengan tujuh poin tambahan dalam catatannya, Maroko semakin mengukuhkan posisinya di jajaran tim-tim besar Afrika sepanjang masa, dan membuktikan bahwa kisah kejayaan yang dimulai di Doha belum berakhir.





