Salvador Pérez

Koresponden sepak bola Spanyol dan Eropa

📝 Biografi: Reporter GOAL sejak 2018. Jurnalisme tulisan dan digital telah menjadi bagian hidup saya sejak 2015 saat memulai blog pribadi. Saya sangat menyukai sepak bola Amerika Serikat dan memahami sejarah sepak bola Meksiko. Terikat dengan klub-klub Jalisco: Atlas, Chivas, Leones Negros, dan Tecos UAG. Saya mengikuti MLS dan tim nasional Amerika Serikat dengan dekat. Saat ini, untuk GOAL edisi Spanyol, saya meliput Liga MX, MLS, tim nasional Meksiko, dan tim nasional AS.

⚽ Kisah saya dengan sepak bola:

Kisah saya dimulai tahun 2000 saat saya mengunjungi stadion pertama saya: Estadio Jalisco untuk pertandingan siang hari Chivas. Namun saya justru lebih dekat dengan Tecos dan Stadion 3 de Marzo. Pertandingan Jumat malam dan Minggu sore benar-benar tak terlupakan. Saya bukan pesepakbola, namun jurnalisme membawa saya ke dunia ini.

🎯 Bidang spesialisasi:

Liga MX

MLS

Tim nasional Meksiko

Tim nasional Amerika Serikat

Pemain Meksiko dan AS di Eropa

Kompetisi nasional dan internasional

🌟 Momen sepak bola favorit:

Tahun 2005 ketika Tecos mencapai final Liga Meksiko, dan kemenangan Argentina di Piala Dunia Qatar 2022.

📚 Artikel favorit saya:

EKSKLUSIF: Chicharito — “Saya bukan pemain terbaik, teman terbaik, rekan terbaik, ayah terbaik atau manusia terbaik… dan tak ada yang seperti itu karena yang terbaik tidak ada.”

EKSKLUSIF: Vela dan mimpinya membangun legenda di MLS — “Untuk menjadi yang terbaik, kamu harus terus memenangkan gelar.”

Rencana besar Concacaf untuk mempertahankan Meksiko di konfederasi pada level klub

EKSKLUSIF: Almeyda — “Biar saja fans Boca terus menangis.”

Artikel oleh Salvador Pérez
  1. LEGACY: Madrid, Barcelona, dan Cara Membangun Kesuksesan Spanyol

    Ini adalah Legacy, podcast dan seri fitur GOAL yang mengikuti hitung mundur menuju Piala Dunia 2026. Setiap minggu, kami mengeksplorasi kisah dan semangat di balik negara-negara yang mendefinisikan permainan sepak bola dunia. Pekan ini, kami kembali meninjau momen ketika dua klub menjadi satu negara. Pada 2010, Spanyol menguasai dunia, dan mahkota kejayaannya dibangun di Barcelona dan Madrid. Gaya satu, kekuatan yang lain, berpadu menjadi campuran yang sempurna. Enam belas tahun kemudian, dan saat generasi baru muncul di Catalunya, bisakah Barcelona kini menjadi satu-satunya jantung La Roja?