Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Athletic Club Bilbao HIC 1-1GOAL

'Tak ada yang menandingi ini' - Athletic lebih dari sekadar klub

Klub Basque itu tidak seperti tim lain mana pun di dunia sepakbola, benar-benar unik dalam apa yang mereka lakukan

Mark Doyle
  • Barcelona masih suka mengklaim bahwa mereka "lebih dari sekadar klub". Sayangnya, itu sudah tidak benar untuk beberapa waktu sekarang. Saat ini, nyaris apa pun bisa dijual di Barca, mulai dari ruang pada kostum yang dulu tak ternoda, hingga nama stadion itu sendiri. Dalam keputusasaan mereka untuk tetap kompetitif, klub Catalunya itu pada dasarnya menjual jiwa mereka kepada penawar tertinggi. Sebagian suporter mungkin akan berpendapat bahwa itu adalah harga yang layak dibayar.

    Barca mungkin sebenarnya harus menjalani beberapa musim tanpa gelar setelah ditinggalkan di ambang kebangkrutan oleh Josep Maria Bartomeu andaikata penerusnya bersikap hati-hati sebagai respons atas tahun-tahun penuh pemborosan, tetapi mereka justru kini memburu gelar liga Spanyol ketiga secara beruntun berkat Joan Laporta yang gemar menarik tuas, yang mempertaruhkan masa depan klub demi kesuksesan saat ini.

    Namun, apa yang didapat Barca dalam bentuk trofi, dibayar dengan hilangnya status mereka. Blaugrana tidak lagi berbeda. Mereka tidak lagi istimewa. Mereka tidak lagi unik. Namun, Athletic Club masih demikian.

  • 'Tidak ada yang sebanding dengan ini'

    FBL-ESP-CUP-ATHLETIC BILBAO-MALLORCA
    AFP

    Ernesto Valverde mengakhiri puasa gelar Athletic selama 40 tahun dengan membawa klub Basque itu meraih kemenangan di final Copa del Rey 2024


    Ketika Ernesto Valverde membawa Athletic meraih kejayaan Copa del Rey pada 2024, ia menyebutnya sebagai pencapaian paling bermakna dalam seluruh hidupnya di dunia sepakbola. Valverde pernah memenangi dua trofi bersama Barcelona sebagai pemain, dan empat sebagai pelatih, tetapi mengakui, "Tidak ada yang bisa dibandingkan dengan ini." Mengapa?

    Itu sebagian disebabkan oleh fakta bahwa Athletic tidak pernah menjuarai apa pun selama 40 tahun, dan mereka kalah di enam final dalam periode itu.

    Namun, bagi Valverde dan setiap orang lain yang terkait dengan klub, maknanya lebih dari itu. Mengangkat trofi Copa del Rey bukan hanya menghapus beban dari pundak klub Basque itu, tetapi juga membenarkan seluruh etos mereka, memberikan bukti nyata bahwa mereka bisa meraih kesuksesan di era modern yang didominasi uang tanpa mengorbankan prinsip atau mengubah cara mereka.

    "Piala ini tidak seperti yang lain," kata Valverde, "karena siapa kami." Dan siapa mereka memang sungguh luar biasa.

  • Model 'unik'

    FBL-ESP-CUP-ATHLETIC BILBAO-MALLORCA
    AFP

    Skuad Athletic sepenuhnya terdiri dari pemain yang memiliki akar Basque atau dibina di sana

    Athletic Club benar-benar merupakan kebanggaan Bilbao. Bahkan warga lokal yang tidak mengikuti sepakbola pun mendukung tim ini, yang selama lebih dari satu abad telah menjadi simbol perlawanan masyarakat Basque dan budaya mereka.

    "Athletic Club tidak bisa dipahami tanpa memahami nilai-nilai kami," kata anggota dewan Igor San Roman. "Klub ini telah mengusung model yang unik di dunia, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang berhasil kami junjung sepanjang 127 tahun sejarah kami: kesetiaan kepada klub, kesetiaan kepada warna, dan yang terpenting, kesetiaan kepada komunitas yang diwakilinya.

    "Ada satu pesan abadi, yaitu bahwa kesetiaan belum mati. Itulah pesan yang ingin kami sampaikan melalui para pemain kami."

    Dan mereka terus melakukannya karena Athletic tidak pernah meninggalkan kebijakan membanggakan mereka yang hanya memilih pemain dengan akar atau pendidikan sepakbola Basque.

    Ini jelas merupakan strategi perekrutan yang cukup membatasi. Negara Basque mungkin terdiri dari tujuh provinsi bersejarah yang membentang dari utara Spanyol hingga selatan Prancis, tetapi total populasinya hanya sedikit di atas tiga juta orang.

    Namun, Athletic memaksimalkan talenta yang mereka miliki dengan berinvestasi besar-besaran pada sepakbola akar rumput. Mereka juga dengan cermat memelihara ikatan mendalam yang sudah ada antara Bilbao dan tim sepakbolanya. Seperti yang dikatakan bek Dani Vivian kepada The Guardian, "Rasanya seperti Anda tidak memilih untuk menjadi pendukung Athletic; Anda terlahir dengan itu.

    "Bagi kami, ini bukan hanya sejarah terkini, bukan hanya olahraga, tetapi cara klub memperlakukan orang-orangnya, bagaimana klub menjangkau mereka. Ini adalah cara hidup yang sangat istimewa, yang hanya bisa diciptakan oleh sangat sedikit klub."

    Konsekuensinya, meskipun klub memiliki wilayah jangkauan yang relatif kecil, hasil akhirnya adalah skuad yang tersusun dari nilai, kebanggaan, dan gairah yang sama.

    Dengan demikian, Athletic menjadi "cara hidup", seperti yang dikatakan winger legendaris Julen Guerrero, bagi setiap pemain yang cukup beruntung untuk mewakili klub dan rakyat mereka sendiri.

    "Itu sangat mengakar, terlihat dari cara kami bekerja dengan akademi kami, dalam ideologi kami," jelas Vivian. "Ada identifikasi yang kami semua rasakan di ruang ganti: itu jelas membantu kami bersaing."

  • Simbol harapan

    FBL-ESP-CUP-ATHLETIC BILBAO
    AFP

    Semangat kebersamaan Athletic Club telah menggema di seluruh dunia


    Tak terelakkan, bersaing untuk meraih trofi sekarang lebih sulit daripada dulu. Kesenjangan antara yang kuat dan yang lemah melebar drastis sejak dibentuknya Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir. Namun, hal itu justru membuat keberhasilan Athletic menjuarai Copa terasa jauh lebih manis.

    Saat Unai Simon mengatakan bahwa mereka telah menunggu seumur hidup untuk merayakan gelar besar di Bilbao, dia tidak melebih-lebihkan. Tak satu pun anggota skuad ini sudah lahir saat terakhir kali Athletic mengangkat trofi, yakni pada 1984, ketika tim asuhan Javier Clemente meraih double dan menandai momen itu dengan menaiki tongkang, 'La Gabarra' menyusuri Ria de Bilbao, disaksikan lebih dari satu juta orang.

    Pemandangan spektakuler itu terulang kembali oleh Simon dkk. setelah mereka mengalahkan Mallorca lewat adu penalti untuk mengakhiri penantian 40 tahun. "Ini selalu menjadi impian kami; kakek-nenek dan orang tua kami menceritakan ini kepada kami. Astaga!" ujar sang kiper penuh antusias dari atas tongkang tersebut.

    Bagi Valverde, pemandangan penuh sukacita di Bilbao itu sama mencengangkannya, tetapi juga sama sekali tidak mengejutkan. "Ini adalah klub paling memikat di dunia," tegasnya, "dan kalau soal merayakan, klub ini yang terbaik."

    Dan itu memang karena siapa mereka dan apa yang mereka perjuangkan. CD Guadalajara mungkin hanya mempekerjakan pemain dari Meksiko, tetapi Athletic benar-benar merupakan pengecualian di level tertinggi sepakbola klub karena mereka membatasi perekrutan pada satu wilayah dan, seperti yang bahkan pernah diakui Barcelona di situs resmi mereka sendiri, "Ini menjadi bukti kualitas sepakbola di wilayah tersebut bahwa Athletic tetap sangat kompetitif di tengah 'globalisasi' sepakbola."

    Tentu saja, sangat disayangkan Barca tidak menunjukkan tingkat perlawanan yang serupa. Namun setidaknya Athletic tetap setia pada jati diri mereka, dan karena alasan itulah mereka tidak hanya dicintai di Bilbao. Seperti kata Valverde, mereka dihormati dan disegani di seluruh dunia, karena mereka memberi penghiburan kepada orang-orang yang telah sangat kecewa dengan arah perkembangan sepakbola.

    "Orang-orang mengenali filosofi kami, cara kami bersaing," ujarnya. "Jauh di lubuk hati, mungkin itu mendamaikan Anda dengan sepakbola."

    Dalam pengertian itu, Athletic-lah yang lebih dari sekadar sebuah klub. Mereka adalah sumber harapan.