Tim Promosi, Wenedy Purwito Jadi Asisten Pelatih Persepam

Penunjukan Mustaqim yang musim lalu nota bene merupakan pelatih PS Sumbawa Barat, mementahkan merapatnya mantan asisten pelatih Timnas Indonesia Wolfgang Pikal.
Mengantar tim Persepam Madura United (P-MU) promosi ke kasta Indonesia Super League (ISL), rupanya tak menjamin posisi Wenedy Purwito. Buktinya, ia harus rela menepi dan lantas digantikan oleh mantan pelatih Deltras Sidoarjo dan Persela Lamongan Mustaqim, sebagai pelatih kepala baru.

Terbaru, Wenedy lantas memilih mundur dari tim berjuluk Laskar Sapeh Kerap tersebut. Padahal beberapa waktu sebelumnya, manajemen Persepam melalui sang manajer Achsanul Qosasi, sempat memberikan sinyal bakal tetap mempertahankan tenaga Wenedy. Meski nantinya, Wenedy akan di posisikan sebagai asisten pelatih dari Mustaqim.

"Ini sudah biasa dalam dunia sepakbola. Saya belum siap di ISL, masih harus mengasah kemampuan di level bawah dulu," kata Wenedy merendah, saat dikonfirmasi oleh GOAL.com Indonesia.

Ia juga menepis anggapan, jika pengunduran dirinya karena masalah uang. Ia mengaku, tidak terlalu mempersalahkan perihal finansial. Selain itu Wenedy juga enggan berkomentar terkait piihannya, apakah hengkang lantaran tidak puas dengan adanya pelatih kepala baru atau terkait tawaran dari tim manajemen Persepam.

"Saya sudah empat tahun menangani Persepam. Dan, saya tidak terlalu memikirkan itu. Apalagi minta tambahan gaji atau ini dan itu," tandasnya.

Peristiwa ini tentu saja berbalik arah 180 derajat dengan kondisi dua hari lalu, di mana Wenedy masih mengaku binggung dan belum menentukan sikap, terkait kelangsungan karirnya sebagai jajaran asisten pelatih Persepam.

"Saya sendiri belum memberi kepastian soal itu. Belum adanya kepastian ini, bukan karena saya kecewa. Tapi saya masih perlu berfikir," terang Wenedy saat itu.

Seperti diberitakan, teka-teki siapa yang bakal menukangi Persepam musim ini akhirnya terjawab. Manajamen Laskar Sape Kerap menunjuk Mustaqim sebagai alenatore baru, dalam mengarungi ketatnya kompetisi ISL.

Penunjukan Mustaqim yang musim lalu nota bene merupakan pelatih PS Sumbawa Barat, sekaligus mementahkan merapatnya mantan asisten pelatih Timnas Indonesia Wolfgang Pikal berlabuh di Pulau Madura. Sebab Pikal sendiri, memilih kembali menjadi asisten pelatih Alfred Riedl dalam menangani Timnas versi KPSI-PSSI Kongres Luar Biasa (KLB) Ancol, yang dimotori oleh La Nyalla Matallitti.

Terpisah dari konteks tersebut, manajer Persepam menyambut hangat bila ada tim kontestan kompetisi Indonesia Primer League (IPL) yang berminat gabung di ISL. Achsanul Qosasi bahkan mengatakan, menyambut baik klub-klub seperti Semen Padang, Persijap Jepara, Persiba Bantul dan Persiraja Banda Aceh untuk kembali ke 'rumah asal mereka', yakni ISL.

"Keempat klub ini bagus-bagus. Dan jika empat klub ini balik, mereka akan kembali ke rumah lama," kata Achsanul.

Diakuinya, dirinya tidak mempersoalkan jika mereka akan kembali ke rumah asal mereka. Sebab, mereka harus diberi jalan untuk mengikuti kompetisi yang memang benar-benar sehat. Seperti halnya Semen Padang. Klub ini, kata Achsanul, bisa menang WO sampai tiga kali. "Ini yang membuat mereka berfikir, bahwa IPL bukan kompetisi bagus," ucapnya.

Namun, apakah keempat klub tersebut bisa bergabung dan langsung bisa mengikuti kompetisi ISL bersama klub lainnya, hal itu akan dilimpahkan dan menjadi kewenangan PT Liga Indonesia (LI) selaku operator kompetisi. "Yang jelas saya pribadi mengucapkan selamat datang ke pada empat klub itu," pungkasnya. (gk-43)