AFPAlonso dan Real Madrid berpisah usai kalah di El Clasico
Xabi Alonso akhirnya merilis pernyataan resmi menanggapi pemecatannya dari Real Madrid. Ia menulis di media sosial hanya beberapa jam setelah masa baktinya di Santiago Bernabeu berakhir lebih cepat dari rencana. Pelatih berusia 44 tahun itu dipecat menyusul kekalahan 3-2 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol, Senin (12/1) dini hari WIB. Hasil itu diyakini membuat jajaran petinggi klub memutuskan perubahan di kursi pelatih.
Meski merasakan kekecewaan mendalam usai kehilangan pekerjaannya akibat kalah di El Clasico, Alonso menunjukkan kelas yang sama seperti saat ia masih menjadi pemain. Bekas gelandang Madrid, Liverpool, dan Bayern Munich itu memilih tidak menyalahkan petinggi klub maupun mencari-cari alasan atas buruknya performa tim. Sebaliknya, ia menegaskan kebanggaannya pernah memimpin klub yang dulu ia antar menjuarai Liga Champions sebagai pemain, sembari mengakui kenyataan pahit bahwa hasil di lapangan belum memenuhi standar tinggi Los Blancos.
Pesan Alonso untuk Real Madrid
Hubungan pelatih dengan ruang ganti yang bertabur bintang selalu menjadi sorotan di Real Madrid. Isu ketegangan sempat mencuat, terutama terkait relasinya dengan Vinicius Junior. Winger Brasil itu beberapa kali dicadangkan, dan reaksinya yang emosional saat ditarik keluar pada laga sebelumnya melawan Barcelona—yang dimenangi Madrid di La Liga—memicu spekulasi perpecahan.
Situasi makin memanas pada malam final Piala Super Spanyol, ketika Kylian Mbappe disebut mencegah rekan-rekannya memberikan guard of honour kepada Barcelona saat seremoni juara, meski Alonso dikabarkan telah meminta tradisi itu dijalankan. Insiden tersebut disebut-sebut menjadi pemicu final berakhirnya masa jabatannya.
Namun demikian, dia tetap memuji timnya dalam pesan perpisahannya di Instagram sehari setelah kepergiannya.
“Tahap profesional ini berakhir, dan memang tidak berjalan seperti yang kami harapkan. Melatih Real Madrid adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab,” tulis Alonso. “Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama para penggemar Madrid atas kepercayaan dan dukungan mereka. Saya pergi dengan rasa hormat, syukur, dan kebanggaan karena telah memberikan yang terbaik.”
Masa jabatan terhenti ekspektasi tinggi
Setelah mahakaryanya bersama Bayer Leverkusen, di mana ia tak terkalahkan saat menjuarai Bundesliga, Alonso dipandang sebagai figur ideal untuk memimpin era baru Real Madrid. Namun, menerjemahkan dominasi tersebut ke Bernabeu terbukti sulit di tengah tekanan yang luar biasa besar.
Meski ada klaim bahwa Mbappe berperan dalam kepergiannya, megabintang Prancis itu justru menyampaikan dukungan lewat media sosial tak lama setelah pengumuman resmi klub. “Singkat, tapi menyenangkan bisa bermain untuk Anda dan belajar dari Anda. Terima kasih atas kepercayaan sejak hari pertama. Saya akan mengingat Anda sebagai pelatih visioner dan pemahaman sepakbola yang luar biasa. Semoga sukses ke depannya,” tulis Mbappe.
AFPArbeloa jadi pelatih Real Madrid
Real Madrid bergerak cepat dengan menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih tim utama yang baru. Mantan bek Liverpool itu sebelumnya menangani tim B Los Blancos dan kini naik ke kursi panas Bernabeu untuk sementara waktu. Arbeloa, 42 tahun, pernah memenangi dua gelar Liga Champions bersama Real Madrid, serta satu titel La Liga dan dua Copa del Rey semasa menjadi pemain.
Madrid akan kembali beraksi pada Kamis (14/11) dini hari WIB saat menghadapi Albacete di 16 besar Copa del Rey, sebelum melakoni laga La Liga kontra Levante tiga hari berselang.
Iklan



