Getty Images SportArsenal kolaps di Wolverhampton
Ambisi Arsenal menjuarai Liga Inggris 2025/26 tersandung pada Kamis (19/2) dini hari WIB setelah mereka kolaps di Molineux saat menghadapi Wolves yang terpuruk di dasar klasemen. Meski sempat unggul dua gol lewat tandukan Bukayo Saka dan gol perdana Piero Hincapie, pasukan Mikel Arteta dipaksa puas dengan hasil imbang 2-2 via tendangan pisang Hugo Bueno dan gol bunuh diri Riccardo Calafiori di menit akhir. Kini The Gunners hanya unggul lima poin atas Manchester City, dan jika tim asuhan Pep Guardiola memenangi laga tabungan, selisih itu bisa terpangkas menjadi dua poin.
Getty ImagesArteta rindukan Havertz?
Salah satu sorotan utama setelah hasil 2-2 tersebut adalah absennya Kai Havertz, yang musimnya kembali terganggu cedera berulang. Legenda Arsenal Martin Keown percaya mantan pemain Chelsea itu kini menjadi perekat lini depan Si Meriam London.
Berbicara kepada Premier League Productions, peraih tiga gelar EPL tersebut mengatakan: “Saya ingin melihat Kai Havertz kembali. Dia mungkin kini jadi terlalu penting, apalagi karena dia cedera lagi. Itu bukan salahnya, tapi situasinya menyakitkan. Anda butuh pemain kembali karena ini memengaruhi seluruh tim. Anda butuh sosok penentu kemenangan, seseorang yang memberi keyakinan kepada semua orang dan menutup pertandingan.”
Musim ini Havertz hanya mencatatkan tujuh penampilan untuk Arsenal gara-gara dibebat cedera. Tanpa pergerakan serta kepiawaian striker Jerman itu memimpin pressing dari depan, Arsenal terlihat kehilangan arah saat Wolves melancarkan tekanan di babak kedua. Arteta bakal berharap-harap cemas menanti kondisi sejumlah pemain inti, namun jelas Havertz menjadi prioritas karena kemampuannya menghubungkan lini permainan dan memberi ancaman udara.
Peringatan Keown untuk Arsenal
Meski frustrasi, Keown menegaskan perburuan gelar belum selesai, sembari memperingatkan potensi keruntuhan psikologis.
“Saya tidak bisa bilang tidak menduga gol penyeimbang Wolves akan datang, karena Arsenal memang tidak terlihat nyaman,” ujarnya. “Rasanya seperti kami berharap bisa menang, bukan benar-benar pergi dan merebutnya. Ini harus jadi pelajaran. Belum berakhir untuk Arsenal, tapi mereka harus memastikan ini bukan awal dari akhir ambisi juara. Mereka punya kesempatan besar untuk menjauh malam ini, tapi tidak punya keyakinan untuk menuntaskan laga.”
Keown menekankan pentingnya respons cepat agar kegagalan musim-musim sebelumnya tidak terulang. “Ini malam yang buruk, tapi musim masih panjang. Anda jatuh, Anda bangkit lagi, itulah hidup pesepakbola profesional. Arsenal harus membalikkan situasi. Bahkan jika menang malam ini pun, perburuan belum selesai. Dan tentu saja belum berakhir sekarang setelah imbang. Kuncinya adalah bagaimana mereka bereaksi. Mereka tidak bisa terus unggul lalu disamakan.”
Getty ImagesSelanjutnya buat Arsenal
Arteta tidak menutupi kekecewaannya setelah timnya gagal mengamankan tiga poin melawan tim yang baru meraih satu kemenangan di Liga Inggris sepanjang musim. Dengan nada lesu, ia berkata:
“Kami sangat kecewa dengan hasil akhirnya, tapi kami harus menyalahkan diri sendiri. Performa babak kedua tidak menunjukkan level dan standar yang dibutuhkan di Liga Primer untuk menang dengan cara seperti yang seharusnya, terutama melihat bagaimana kami bermain di babak pertama. Ini sangat berat, kami frustrasi karena semua ini ada pada kami. Sekarang saatnya berbicara di lapangan, karena apa pun yang kami katakan sekarang datang dari kemarahan dan kekecewaan, dan itu tidak akan membantu tim ke depan.”
“Ini bukan soal sikap atau keinginan. Banyak hal yang tidak berjalan di babak kedua sehingga kami kehilangan kendali, bahkan setelah mencetak gol kedua. Kami tidak pernah benar-benar merasa memegang kontrol permainan.”
Dengan derbi London utara melawan Tottenham sudah di depan mata, Arteta memiliki waktu yang sangat terbatas untuk membenahi masalah struktural yang memungkinkan Wolves bangkit. Perburuan gelar kini memasuki fase paling krusial dan Arsenal tak lagi punya ruang untuk terpeleset lagi.
Iklan



