Barcelona v Athletic Club: Spanish Super CupGetty Images Sport

Ternyata Ini Alasan Barcelona CORET Lamine Yamal Dari Starting XI Semifinal Piala Super Spanyol Lawan Athletic Bilbao

  • Yamal masih bergulat dengan cedera

    Sejak menembus tim utama Barcelona, Lamine Yamal telah memainkan jumlah pertandingan yang sangat besar. Beban itu pun mulai terasa. Wonderkid Spanyol tersebut sudah absen dalam lima laga musim ini akibat cedera di pangkal paha. Bahkan pada musim lalu, Yamal juga cukup sering berkutat dengan cedera, melewatkan total 11 pertandingan bersama klub dan timnas sepanjang 2024/25.

    Dengan kondisi kebugarannya yang belum sepenuhnya stabil, pelatih Barca Hansi Flick memilih untuk tidak memaksakan Yamal. Langkah ini juga mempertimbangkan kemungkinan Barcelona melaju ke final Piala Super Spanyol atau Supercopa de Espana dan menghadapi Real Madrid atau Atletico Madrid. Jika bertemu Los Blancos, laga tersebut akan menjadi kesempatan emas bagi Barca untuk membalas kekalahan di El Clasico awal musim.

  • Iklan
  • FBL-ESP-LIGA-ESPANYOL-BARCELONAAFP

    Flick jelaskan keputusan mencadangkan Yamal

    Keputusan tersebut tentu memancing pertanyaan, dan Flick tak menghindar saat ditanya sebelum laga. Ia menegaskan bahwa Yamal sebenarnya siap bermain, meski kondisinya belum ideal.

    “Lamine Yamal bisa bermain. Dia tidak berlatih kemarin, tapi tersedia untuk diturunkan,” ujar Flick. “Kami berbicara dengan Lamine setelah makan siang dan dia baik-baik saja. Saya berharap bisa melihat versi terbaik Barca hari ini. Lini tengah dengan Pedri dan Frenkie sudah memberi kami banyak hal dan kami ingin melanjutkannya.”

    Kemewahan skuad Barcelona memungkinkan Flick mengistirahatkan Yamal di momen tertentu. Sebagai gantinya, talenta Swedia Roony Bardghji dipercaya turun sejak awal dan langsung memberi dampak di atas lapangan.

  • Wonderkid yang terus dibandingkan dengan Messi

    Beberapa pekan lalu, Yamal menjadi pusat perhatian saat menghadiri sesi konferensi pers yang dipadati wartawan. Disebut-sebut, antusiasme sebesar itu terakhir kali terlihat pada era Lionel Messi di Barcelona. Tak mengherankan jika Yamal kerap disandingkan dengan sang legenda, meski ia selalu merendahkan perbandingan tersebut.

    “Saya tidak ingin membandingkan diri saya dengan siapa pun, apalagi dengan Messi,” kata Yamal. “Itu urusan kalian semua. Saya hanya ingin menempuh jalan saya sendiri. Tentu saya mengaguminya sebagai pemain terbaik sepanjang masa, tapi saya tidak melakukan perbandingan.”

    Ia kemudian menegaskan ambisinya bersama Barcelona. “Kami ingin Barca menang dan kembali menjadi salah satu yang terbaik. Perasaan itu ada di dalam tim. Ini mimpi bagi kami dan sangat berkaitan dengan performa musim ini. Kami ingat saat klub menjuarai Liga Champions 2015. Kami tidak bermain hanya karena ini pekerjaan, kami benar-benar merasakan warna klub ini.”

  • Barcelona v Athletic Club: Spanish Super CupGetty Images Sport

    Barcelona melaju ke final Piala Super Spanyol

    Meski tanpa Yamal sejak awal, Barcelona tetap menunjukkan kedalaman skuad dan kualitas mereka. Blaugrana sudah unggul 4-0 atas Athletic Bilbao saat turun minum, dengan empat pencetak gol berbeda.

    Ferran Torres membuka skor pada menit ke-22 setelah sigap menyambar bola hasil tembakan Fermin Lopez yang melenceng. Kurang dari delapan menit berselang, giliran Lopez mencatatkan namanya di papan skor, memanfaatkan umpan matang Raphinha. Empat menit kemudian, Bardghji menambah keunggulan lewat gol yang sedikit berbau keberuntungan, saat percobaannya ke tiang jauh lolos dari jangkauan kiper. Pesta gol babak pertama ditutup Raphinha lewat tembakan keras jelang turun minum.
    Bardghji kembali berkontribusi di menit 52 ketika memberi assist untuk gol kelima Barca yang dicetak Raphinha, sebelum digantikan Yamal 20 menit kemudian. Skor 5-0 tak berubah dan armada Flick akan bertemu Real Madrid atau Atletico pada partai final yang digelar di Jeddah, 12 Januari nanti.

0