Nottingham Forest v Manchester City - Emirates FA Cup Semi FinalGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Wes Brown membela Roy Keane setelah tuduhan 'perundungan' dari mantan fisioterapis Manchester United

  • Perselisihan sengit mengenai budaya ruang ganti

    Konflik tersebut bermula ketika Rod Thornley, seorang fisioterapis yang telah bekerja di Old Trafford selama hampir dua dekade, menyerang Keane dalam penampilannya di podcast 'The Busby Way', dengan mengatakan: "Saya menyaksikan dia (Keane) mengintimidasi orang-orang berkali-kali." Komentar ini merupakan tanggapan langsung terhadap kritik pedas yang sebelumnya dilontarkan Keane mengenai pengaruh staf non-pemain selama masa jabatannya di klub. Orang Irlandia itu menyebut beberapa anggota staf sebagai "pengutil" dan "sombong", menuduh mereka melampaui batas dengan bertindak seperti pemain dan mencoba mendapatkan keuntungan dari anggota skuad, menurut The Sun.

  • Iklan
  • Manchester United v Newcastle UnitedGetty Images Sport

    "Dia masih kaptenku."

    Brown, yang memenangkan delapan trofi besar bersama Keane, segera memberikan sudut pandang yang berbeda. Berbicara kepada SunSport melalui MGM, Brown mengakui bahwa kepribadian Keane memang kasar, tetapi ia berargumen bahwa kejujuran mantan kaptennya sebenarnya merupakan kelebihan. Ia mencatat bahwa bahkan mantan rekan setimnya pun tidak kebal terhadap lidah tajam Keane, tetapi ia tetap berpendapat bahwa niat orang Irlandia itu bukanlah untuk menjadi pengganggu, melainkan untuk mempertahankan standar tertentu.

    "Dia bukan seorang pengganggu. Itu Roy Keane. Sederhana saja. Dia mengatakan apa adanya," jelas Brown. "Dan kamu bisa menyukainya atau tidak. Dia juga mengatakan hal-hal buruk tentang saya, tetapi saya tidak ingin menjadi pribadi. Keano adalah Keano. Dia masih kapten saya."

  • Tuduhan Keane

    Tuduhan "perundungan" ini berakar pada keyakinan Keane bahwa staf belakang layar berusaha untuk "mengendalikan segalanya" di Old Trafford. Ia secara terbuka mengkritik fisioterapis dan terapis pijat karena kesombongan yang mereka tunjukkan, khususnya dalam insiden di mana mereka diduga mengenakan headphone seperti bintang tim utama atau mencoba membeli mobil mewah pemain dengan harga murah. Bagi Keane, tindakan-tindakan ini mewakili pelemahan hierarki profesional yang menurutnya esensial untuk kesuksesan.

  • Coventry City v Manchester United - Emirates FA Cup Semi FinalGetty Images Sport

    Debat warisan dan ruang ganti modern

    Seiring berlanjutnya perang kata-kata ini di media, hal ini memicu tinjauan lebih lanjut tentang cara tokoh-tokoh legendaris diingat. Bagi Keane, reputasinya sebagai pemimpin yang tegas merupakan aset terbesar sebagai komentator dan juga ciri paling kontroversial sebagai mantan pemain. Dengan semakin banyak mantan pemain dan staf yang beralih ke podcast untuk berbagi cerita di balik layar, kemungkinan besar akan muncul lebih banyak anekdot mengenai "era Keane".

0