Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

Manchester City FC v Real Madrid CF - UEFA Champions League 2025/26 Round of 16 Second LegGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Vinicius Jr., selebrasi kontroversial saat melawan Manchester City: "Menangislah, menangislah!"

Manchester City dan Real Madrid kini telah menjadi rival papan atas, berkat banyaknya pertandingan seru yang mempertemukan kedua tim di Liga Champions, dan edisi 2025/2026 kompetisi bergengsi ini pun tak kalah menarik. 

Setelah kemenangan 3-0 pada leg pertama babak 16 besar yang diraih Los Merengues di kandang mereka, Santiago Bernabeu (hat-trick dari Valverde), The Citizens berusaha membalikkan keadaan di Etihad Stadium pada leg kedua yang sebenarnya sudah ditentukan oleh Vinicius Jr. 

Pada menit ke-22 pertandingan, sang pemain Brasil itu menjadi bintang utama pertandingan dengan aksi yang berujung pada penalti serta kartu merah bagi Bernardo Silva, gol dari titik putih (dia gagal pada leg pertama), dan selebrasi kontroversial yang akan tercatat dalam sejarah.

  • AKSI GOL

    Pada menit ke-22 babak pertama pertandingan di Etihad, Vinicius melakukan sprint vertikal dengan posisi offside yang meragukan di awal, dan setelah memotong ke kanan begitu memasuki kotak penalti, ia melepaskan tendangan melengkung ke tiang jauh yang tepat mengarah ke gawang. Bola memantul di punggung Donnarumma dan tetap dalam permainan, dengan Brahim Diaz yang merebut bola liar dan mengopernya ke tengah menuju tiang jauh, di mana Vinicius kembali menjadi protagonis dengan tendangan pertama yang mengarah ke tiang dekat. Namun, di sana sudah siap Bernardo Silva yang, dengan tangan di belakang punggung, berhasil menghalau bola dengan siku, menyelamatkan hasil pertandingan.  

  • Iklan
  • KONTROVERSI DAN KETEGASAN

    Vinicius langsung memprotes wasit, menuntut pelanggaran tangan yang dilakukan Bernardo Silva, dan memicu reaksi para pendukung Manchester City yang langsung menghujani dirinya dengan siulan dan hinaan. Aksi di lapangan dihentikan karena posisi offside awal pemain Brasil tersebut yang dilaporkan oleh asisten wasit, namun hal itu tidak dikonfirmasi oleh VAR. Akibatnya, wasit Vinicius dipanggil untuk melakukan On Field Review atas intervensi kapten City. Keputusan akhir: penalti dan kartu merah, dengan Vinicius yang akan mengambil tendangan penalti.

  • GOL DAN PERAYAAN YANG MENIMBULKAN KONTROVERSI

    Kali ini Vinicius tidak terpengaruh oleh Donnarumma dan membawa Real Madrid unggul dengan skor agregat sementara 4-0, namun perayaan sang pemain Brasil-lah yang menjadi perbincangan: segera setelah mencetak gol, Vinicius meletakkan jarinya di mulutnya seolah-olah menyuruh seluruh Etihad Stadium untuk diam. Kemudian ia berjalan ke tiang bendera sambil tetap berdiri tegak seolah-olah ingin menarik perhatian seluruh stadion. Dan akhirnya, ia mengangkat tinju yang terkepal setinggi mata sambil menirukan gestur "menangislah, menangislah!". Sebuah selebrasi yang sudah menjadi viral di internet.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • "JAWABAN ATAS OLOK-OLOK MEREKA"

    Setelah pertandingan, Vinicius menjelaskan alasan di balik selebrasinya: "Itu bukan tindakan yang tidak sopan. Hanya saja, para pendukung City bersenang-senang setahun yang lalu, dan kali ini saya hanya membalasnya." Yang dimaksud pemain Brasil itu adalah spanduk yang dipajang setahun lalu, juga dalam pertandingan langsung antara City dan Real, yang menampilkan gelandang Spanyol Rodri dengan trofi Ballon d'Or yang dimenangkannya pada 2024 (di mana ia mengalahkan Vinicius sendiri yang tidak hadir dalam upacara pengumuman sebagai bentuk protes) disertai tulisan: "Berhentilah menangis".