Insiden tersebut terjadi pada awal pertandingan yang sangat sengit di Stadion Beira-Rio pada Minggu. Saat tim medis masuk ke lapangan untuk merawat seorang pemain, Vinicius melihat kesempatan untuk menimbulkan keributan. Dengan berpura-pura minum, striker tersebut malah mengarahkan botol airnya ke arah pemain cadangan Internacional, menyemprotkan aliran air langsung ke arah mereka. Gestur yang tidak sopan itu segera berbalik menjadi bumerang, memicu konfrontasi besar di lapangan.
Reaksi terjadi secara instan, dengan kiper Internacional Rochet dan beberapa bek berlari ke arah Vinicius dalam amarah yang meluap. Apa yang seharusnya menjadi jeda medis singkat berubah menjadi konfrontasi lima menit yang melibatkan hampir semua pemain di lapangan. Vinicius, yang sebelumnya bermain di Premier League bersama Fulham dan Tottenham, tampaknya tidak terpengaruh oleh kekacauan tersebut saat ia mengguncang tim Internacional yang sudah menghadapi tantangan berat untuk membalikkan defisit besar di leg pertama.

