Manchester City v Everton - Premier LeagueGetty Images Sport

TUJUH Rekor Liga Primer Inggris Yang Bisa Pecah Di 2026

Tahun 2025 telah berlalu dengan meninggalkan Arsenal yang masih penasaran mengakhiri puasa gelar panjang mereka. Namun, memasuki tahun 2026, sorotan Liga Primer Inggris tidak hanya tertuju pada perburuan trofi semata. Sejumlah rekor bersejarah, baik yang membanggakan maupun yang memalukan, kini berada di ambang pemecahan yang bisa mengubah buku sejarah kompetisi kasta tertinggi Inggris ini selamanya.

Dari sisi individu, nama-nama seperti Erling Haaland dan James Milner terus menentang batasan statistik. Haaland dengan ketajamannya yang tak terbendung berpotensi melampaui rekor gol yang baru saja ia ciptakan sendiri, sementara Milner membuktikan bahwa usia hanyalah angka dengan mendekati takhta penampilan terbanyak sepanjang masa. Di sisi lain, talenta muda Arsenal Max Dowman juga mengintip peluang untuk mencatatkan namanya sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah.

Namun, tidak semua rekor yang terancam adalah prestasi. Di dasar klasemen, Wolverhampton Wanderers sedang menjalani kampanye horor yang bisa menempatkan mereka sebagai tim terburuk dalam sejarah Liga Primer. Statistik poin dan kekalahan mereka saat ini sangat mengkhawatirkan, bahkan mengancam rekor buruk Derby County yang legendaris. Jika tidak ada perubahan drastis, Wolves bisa menjadi tim dengan raihan poin terendah yang pernah ada.

GOAL coba mengupas tujuh rekor besar yang berpotensi tumbang di tahun 2026. Kami menyajikan analisis mendalam yang dilengkapi dengan tabel statistik di setiap poin pembahasannya. Mulai dari rekor poin, gol, assist, hingga fenomena gol kemenangan di menit akhir, berikut adalah data lengkap yang perlu Anda ketahui.

  • Wolverhampton Wanderers v Nottingham Forest - Premier LeagueGetty Images Sport

    Ancaman Rekor Poin Terendah Sepanjang Masa

    Wolverhampton Wanderers memasuki 2026 dengan beban sejarah yang sangat berat di pundak mereka. Meski berhasil mencuri satu poin di Old Trafford pada laga penutup tahun, statistik keseluruhan mereka sangat memprihatinkan. Wolves baru mengumpulkan tiga poin di paruh musim 2025/26, sebuah catatan yang menempatkan mereka pada jalur untuk memecahkan rekor poin terendah yang selama ini dipegang Derby County sejak 2008.

    Secara matematis, dengan rata-rata hanya 0,16 poin per pertandingan, Wolves diproyeksikan hanya akan finis dengan total enam poin di akhir musim. Angka ini jauh di bawah rekor Derby yang memiliki rata-rata 0,29 poin per laga. Jika tidak ada keajaiban di paruh kedua musim, rekor "tim terburuk" milik Derby County yang bertahan selama 17 tahun akhirnya akan berpindah tangan ke Molineux.

    Para pengamat sempat mengira Southampton akan memecahkan rekor ini musim lalu, namun mereka berhasil mengumpulkan 12 poin. Kini, Wolves menghadapi realitas yang jauh lebih suram di mana setiap pertandingan terasa seperti final yang mustahil dimenangkan. Tiga poin dari separuh musim adalah sinyal bahaya nyata bahwa mereka tidak hanya akan terdegradasi, tetapi juga akan tercatat sebagai tim paling tidak kompetitif.

    Situasi ini menjadi ujian berat bagi manajer Rob Edwards untuk setidaknya menyelamatkan harga diri klub. Satu poin melawan Manchester United mungkin memberikan sedikit harapan, namun konsistensi performa yang sangat rendah membuat peluang mereka tipis. Tabel di bawah ini menunjukkan betapa kritisnya posisi Wolves dibandingkan pemegang rekor saat ini.

    Perbandingan Rekor Poin Terendah

    TimMusimPoin AkhirRata-rata Poin/Laga
    Derby County2007/08110,29
    Wolves (Proyeksi)2025/2660,16
    Southampton2024/25120,31
  • Iklan
  • Wolverhampton Wanderers v Burnley - Premier LeagueGetty Images Sport

    Rekor Kekalahan Terbanyak dalam Satu Musim

    Sejalan dengan minimnya poin, Wolves juga berpotensi memecahkan rekor kekalahan terbanyak dalam satu musim Liga Primer. Saat ini, rekor tersebut dipegang bersama oleh Ipswich Town (1994/95) dan Derby County (2007/08) dengan 29 kekalahan. Perlu dicatat bahwa Ipswich mencatatkannya dalam musim 42 pertandingan, sedangkan Derby dalam format 38 pertandingan, menjadikan catatan Derby sebagai tolok ukur utama.

    Wolves telah menelan 16 kekalahan dari paruh pertama musim ini, sebuah angka yang sangat mengkhawatirkan. Jika tren ini berlanjut secara identik di paruh kedua, mereka diproyeksikan akan menderita total 32 kekalahan. Angka ini akan melampaui rekor Derby dan menjadikan 2025/26 sebagai musim paling menyedihkan bagi sebuah klub dalam hal jumlah kekalahan.

    Beberapa tim seperti Huddersfield Town dan Sheffield United baru-baru ini nyaris menyamai rekor tersebut dengan 28 kekalahan. Namun, Wolves tampaknya memiliki konsistensi negatif yang lebih kuat karena lemahnya pertahanan dan tumpulnya serangan mereka. Tanpa perbaikan signifikan, angka 29 kekalahan tampaknya akan terlewati dengan mudah oleh pasukan Rob Edwards.

    Rekor ini akan menjadi stempel kegagalan total bagi manajemen dan skuad Wolves yang sebelumnya merupakan tim papan tengah yang solid. Menghindari rekor ini mungkin menjadi target realistis satu-satunya yang tersisa bagi mereka di sisa musim. Berikut adalah data tim dengan kekalahan terbanyak dalam sejarah Liga Primer.

    Rekor Kekalahan Terbanyak (Satu Musim)

    TimMusimJumlah KekalahanTotal Laga
    Wolves (Proyeksi)2025/263238
    Ipswich Town1994/952942
    Derby County2007/082938
    Sheffield United2020/212938



  • Erling Haaland

    Haaland Menantang Rekornya Sendiri

    Erling Haaland kembali menunjukkan dominasinya sebagai predator kotak penalti yang tak terhentikan. Setelah memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu musim (36 gol) pada kampanye debutnya 2022/23, striker Manchester City ini kini berada di jalur untuk melampaui pencapaiannya sendiri. Dengan torehan 19 gol dari 18 pertandingan pertama musim 2025/26, rasio golnya sangat fenomenal.

    Haaland hanya membutuhkan 18 gol lagi dari 20 pertandingan tersisa untuk membuat rekor baru di Liga Primer. Melihat konsistensinya mencetak gol dan dukungan lini tengah City, target ini sangat realistis untuk dicapai. Ia bahkan hanya terpaut dua gol dari rekor gol terbanyak sebelum pergantian tahun, sebuah rekor yang juga ia pegang sebelumnya.

    Meski memecahkan rekor sepanjang masa Liga Inggris milik Dixie Dean (60 gol) masih terlihat mustahil, Haaland berpeluang besar menjadi pemain pertama sejak 1967 yang mencetak lebih dari 36 gol. Ketajamannya menjadi garansi bagi Manchester City dalam perburuan gelar juara melawan Arsenal. Jika bebas cedera, Haaland akan kembali menulis ulang buku sejarah.

    Tahun 2026 bisa menjadi saksi terciptanya standar baru bagi seorang striker modern di kompetisi terketat dunia. Dominasinya membuktikan bahwa ia bukan sekadar fenomena satu musim, melainkan mesin gol yang konsisten. Tabel berikut memperlihatkan perbandingan statistik Haaland saat ini dengan rekor yang ada.

    Proyeksi Rekor Gol Erling Haaland

    KategoriJumlah GolKeterangan
    Rekor Saat Ini36Erling Haaland (2022/23)
    Haaland (2025/26)19(Hingga Pekan ke-18)
    Kebutuhan18Dari 20 laga sisa
    Proyeksi Akhir40+Jika rasio terjaga
  • ENJOYED THIS STORY?

    Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

  • Barnsley v Brighton & Hove Albion - Carabao Cup Third RoundGetty Images Sport

    James Milner Menuju Singgasana Penampilan Terbanyak

    James Milner adalah definisi dari profesionalisme dan daya tahan dalam sepakbola Inggris. Sempat mengalami cedera lutut serius pada musim 2024/25 yang mengancam kariernya, gelandang veteran ini berhasil bangkit. Kini, di usia yang akan menginjak 40 tahun, Milner berada di ambang pemecahan rekor penampilan terbanyak sepanjang masa di Liga Primer yang dipegang Gareth Barry.

    Dengan 648 penampilan, Milner hanya terpaut lima laga dari rekor 653 penampilan milik Barry. Jika ia terus dimainkan oleh Brighton secara rutin, rekor tersebut bisa disamai pada akhir Januari melawan Everton dan dipecahkan pada awal Februari. Ini adalah pencapaian luar biasa bagi pemain yang telah berkarier di level tertinggi selama lebih dari dua dekade.

    Kembalinya Milner dari cedera yang bahkan membuatnya ragu bisa berjalan normal lagi, menambah nilai heroik dari pengejaran rekor ini. Ia membuktikan bahwa dedikasi dan kerja keras dapat mengalahkan batasan usia dan fisik. Memecahkan rekor Barry akan menjadi puncak karier yang gemilang bagi pemain yang pernah membela banyak klub besar Inggris ini.

    Rekor ini diprediksi akan bertahan sangat lama mengingat jarangnya pemain yang bisa konsisten bermain di Liga Primer hingga usia 40 tahun. Milner tidak hanya mengejar angka, tetapi juga mewariskan standar etos kerja. Tabel di bawah ini menunjukkan betapa dekatnya Milner dengan sejarah.

    Top Skor Penampilan Terbanyak Liga Primer

    PeringkatPemainJumlah PenampilanStatus
    1Gareth Barry653Pensiun
    2James Milner648Aktif
    3Ryan Giggs632Pensiun
    4Frank Lampard609Pensiun



  • Arsenal v Brighton & Hove Albion - Carabao Cup Fourth RoundGetty Images Sport

    Max Dowman dan Rekor Pencetak Gol Termuda

    Arsenal terus melahirkan talenta muda berbakat, dan Max Dowman adalah nama terbaru yang mencuri perhatian publik. Meski gagal menjadi debutan termuda, Dowman masih memiliki peluang besar untuk memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Liga Primer. Rekor saat ini dipegang oleh James Vaughan yang mencetak gol pada usia 16 tahun 270 hari.

    Dowman, yang baru berulang tahun ke-16 pada malam Tahun Baru, memiliki waktu hingga 26 September 2026 untuk mencetak gol pertamanya. Meski saat ini sedang cedera dan diperkirakan absen hingga Februari, bakat besarnya memberikan harapan bahwa ia akan mendapatkan kesempatan bermain di tim utama. Mikel Arteta dikenal tidak ragu memainkan pemain muda jika mereka memiliki kualitas.

    Hanya dengan dua penampilan sejauh ini, Dowman telah menunjukkan potensi yang menjanjikan di lini serang The Gunners. Jika Dowman bisa pulih dan tampil, satu momen magis di depan gawang cukup untuk mencatatkan namanya di buku sejarah. Memecahkan rekor yang telah bertahan sejak 2005 ini akan menjadi prestasi fenomenal.

    Tahun 2026 akan menjadi periode krusial bagi perkembangan karier wonderkid ini. Dengan dukungan sistem akademi Arsenal yang solid, peluang Dowman cukup terbuka. Tabel berikut membandingkan usia Dowman dengan pemegang rekor saat ini.

    Rekor Pencetak Gol Termuda

    PemainUsia Saat Gol PerdanaKlubTahun
    James Vaughan16 thn 270 hariEverton2005
    James Milner16 thn 356 hariLeeds2002
    Wayne Rooney16 thn 360 hariEverton2002
    Max DowmanTarget: < 16 thn 270 hariArsenal2026
  • Nottingham Forest v Manchester City - Premier LeagueGetty Images Sport

    Rayan Cherki Mengincar Rekor Assist

    Rayan Cherki muncul sebagai salah satu kreator paling efektif dan efisien di Liga Primer musim ini. Meski baru bermain 644 menit, ia telah mencatatkan 7 assist, jumlah yang sama dengan Bruno Fernandes yang bermain dua kali lebih lama. Statistik ini menempatkan Cherki sebagai pemain dengan rasio assist per menit terbaik dalam sejarah kompetisi sejauh ini.

    Dengan 20 pertandingan tersisa bagi Manchester City, Cherki memiliki peluang untuk mengejar rekor 20 assist dalam satu musim. Rekor legendaris ini dipegang bersama oleh Thierry Henry dan Kevin De Bruyne. Cherki membutuhkan 14 assist lagi untuk melampaui rekor tersebut, sebuah tugas berat namun bukan mustahil di tim seproduktif City.

    Rata-rata satu assist setiap 92 menit yang dicatatkan Cherki lebih baik daripada rekor Cesc Fabregas (111 menit) pada musim 2016/17. Efektivitas ini menjadi senjata rahasia City dalam membongkar pertahanan lawan. Jika ia mendapatkan menit bermain lebih banyak, angka assist-nya diprediksi akan melonjak drastis.

    Tantangan terbesar bagi Cherki adalah konsistensi dan rotasi pemain di skuad Pep Guardiola. Namun, jika ia mampu mempertahankan performa kreatifnya, 2026 bisa menjadi tahun bersejarah bagi playmaker muda ini. Simak data perbandingannya di bawah ini.

    Pengejaran Rekor Assist Terbanyak (Satu Musim)

    PemainMusimTotal AssistRasio (Menit/Assist)
    Thierry Henry2002/0320-
    Kevin De Bruyne2019/2020-
    Rayan Cherki2025/267 (sedang berjalan)92 menit
    Cesc Fabregas2016/17-111 menit



  • Burnley v Newcastle United - Premier LeagueGetty Images Sport

    Tren Kemenangan Dramatis di Menit Akhir

    Liga Primer musim 2025/26 menyajikan drama yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal gol kemenangan di menit akhir. Hingga pergantian tahun, tercatat 16 pertandingan telah ditentukan oleh gol yang tercipta pada menit ke-90 atau lebih. Proporsi ini mencapai 8,6 persen dari total pertandingan, angka tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah kompetisi.

    Rekor sebelumnya untuk jumlah kemenangan menit akhir dalam satu musim adalah 27 kali (7,1 persen), yang terjadi pada musim 2023/24. Dengan sisa 194 pertandingan di tahun 2026, liga hanya membutuhkan sembilan pertandingan lagi yang berakhir dramatis untuk memecahkan rekor tersebut. Tren ini menunjukkan intensitas liga yang semakin tinggi hingga detik terakhir.

    Fenomena ini mungkin didorong oleh penerapan aturan tambahan waktu yang lebih lama dan mentalitas menyerang tim-tim Liga Primer. Tim-tim semakin berani mengambil risiko di masa injury time untuk mencari kemenangan daripada mengamankan hasil imbang. Bagi penonton, ini berarti hiburan maksimal dan ketegangan yang terjaga.

    Jika tren ini berlanjut, 2025/26 akan dikenang sebagai musim paling dramatis dalam sejarah Liga Primer. Tahun 2026 menjanjikan lebih banyak momen "Fergie Time" yang akan membuat jantung para penggemar berdegup kencang. Tabel berikut menunjukkan lonjakan tren gol kemenangan di menit akhir.

    Statistik Kemenangan Menit Akhir (90+)

    KompetisiJumlah PertandinganPersentase Total
    2025/26 (Paruh Musim)168,6 persen
    2023/24 (Rekor)277,1 persen
    Kebutuhan Rekor Baru+12 Laga-
0