Water Break PSSI PersPSSI Pers

Menjemput Gelar Perdana, Timnas Indonesia Tatap ASEAN Hyundai Cup 2026 Dengan Optimisme Tinggi

Tekad tersebut disuarakan PSSI dan para pemain Skuad Garuda dalam forum diskusi PSSI Pers bertajuk Water Break di di N Brand Experience Center, SCBD, Jakarta, Jumat (3/7) siang WIB.

Dalam diskusi tersebut hadir Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, dua penggawa Timnas Indonesia, kiper Cahya Supriadi dan gelandang Rayhan Hannan, serta pengamat sepak bola, Marco Tampubolon. Kepada para media yang hadir, mereka kompak satukan visi mengejar gelar pertama Indonesia tahun ini.

  • Water Break PSSI PersPSSI Pers

    Momentum Yang Tepat

    Sumardji menilai saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Indonesia meraih gelar perdana Piala AFF di level senior, terlebih hadirnya pelatih anyar John Herdman membawa angin segar bagi permainan Indonesia. Para pemain sendiri dijadwalkan mengikuti Training Center pada 5 Juli di Bali.

    "Sampai saat ini negara kita belum pernah merasakan indahnya euforia menjadi juara Piala AFF di level senior. Karena itu, menurut saya momentum tahun 2026 ini sangat tepat. Saya optimistis pada Piala AFF 2026 nanti kita bisa meraih apa yang menjadi cita-cita, keinginan, dan harapan seluruh masyarakat Indonesia," imbuhnya.


  • Iklan
  • Water Break PSSI PersPSSI Pers

    Optimisme Pemain

    Hal senada diungkapkan dua pemain Cahya Supriadi dan Rayhan Hannan yang kompak satu suara menargetkan gelar juara pada edisi kali ini.

    "Kami bertekad untuk meraih gelar juara. Karena itu, kami akan menjalani seluruh program latihan yang sudah disiapkan oleh coach John dan berusaha melaksanakan setiap menu latihan dengan maksimal," tutur Cahya.

    "Targetnya adalah menjadi juara Piala AFF, kemudian melanjutkannya di FIFA ASEAN Cup, dan selanjutnya mencapai target di Piala Asia. Roadmap tersebut secara tidak langsung memberikan motivasi yang lebih besar kepada seluruh pemain," tegas Hannan.


  • Water Break PSSI PersPSSI Pers

    Tekad Hapus Tren Negatif

    Sementara itu, pengamat sepak bola, Marco Tampubolon, menilai Piala AFF tetap memiliki nilai historis dan prestise yang tinggi bagi sepak bola nasional.

    Menurutnya, status Timnas Indonesia yang enam kali menjadi finalis tanpa pernah menjadi juara justru membuat turnamen ini semakin penting.

    "Sebuah tim nasional pada akhirnya akan dinilai dari trofi yang berhasil diraih," ucap Marco. "Apa pun turnamen yang diikuti akan menjadi bagian dari sejarah sebuah tim nasional. Semoga pada 2026 ini Indonesia akhirnya bisa meraih gelar Piala AFF pertama yang sudah lama kita nantikan."

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Water Break PSSI PersPSSI Pers

    Menanti Dukungan Suporter

    Di waktu yang sama, Sumardji juga berharap dukungan para suporter untuk datang secara langsung ke Stadion Pakansari, demi membakar semangat juang para pemain.

    "Tentu saya sangat berharap suatu kemenangan itu tidak hanya dilakukan oleh pelatih dan pemain. Jadi pemain ke-12 itu sangat menentukan sekali. Dengan kehadiran euforia pemain ke-12, suporter yang hadir secara langsung itu memotivasi para pemain untuk bekerja keras, all out, dan betul-betul bisa berjuang sekuat tenaga," kata Sumardji.

    "Jadi saya mohon kehadiran suporter agar kembali percaya dan kembali membuat stadion itu penuh dan pada akhirnya memotivasi para pemain untuk bekerja demi bangsa dan negara ini ketika diberikan tanggung jawab membela Merah Putih di lapangan," pungkasnya.