Bertahannya Bono merupakan keputusan sulit bagi Al Hilal karena bertentangan dengan prediksi-prediksi sebelumnya soal masa depan sang kiper, tetapi pada saat yang sama tampak sebagai keputusan yang logis dari sisi teknis.
Baca juga: Ronaldo dan tarian terakhir: Apakah dia akan meninggalkan Al Nassr lewat pintu besar?
Al Hilal tidak bisa memasuki musim baru dengan kiper yang belum siap menanggung tekanan, terlebih tim ini bersaing untuk meraih gelar-gelar domestik dan kontinental, dan setiap kesalahan di posisi ini bisa berbiaya besar.
Dengan demikian, Bono secara praktis memaksa Al Hilal untuk meninjau kembali perhitungan mereka, sehingga kiper asal Maroko itu tetap hadir dalam proyek pada musim baru, setelah namanya sempat dikaitkan untuk meninggalkan tim.
Pada akhirnya, mempertahankan Bono mungkin menjadi pilihan paling aman bagi Al Hilal, sekalipun itu bukan keputusan yang ingin diambil manajemen sejak awal, karena kekuatan para alternatif tidak cukup untuk menggantikan kiper sekelas dan sepengalaman internasional Maroko tersebut.