Spalletti Juventus Como 21022026Getty Images

Luciano Spalletti: Musuh Terbesar Juventus Adalah Diri Sendiri, Kami Kehilangan Kepercayaan Diri

  • Petaka Dini dan Lemahnya Pemahaman Taktis

    Pertandingan ini memperlihatkan secara jelas bagaimana sebuah tim yang kehilangan arah dapat dengan mudah didominasi oleh lawan. Spalletti mengungkapkan bahwa jalannya laga sangat dipengaruhi oleh insiden kebobolan di menit-menit awal yang langsung meruntuhkan skema permainan.

    "Performa kami sangat ditentukan oleh gol pertama tersebut, karena insiden-insiden kecil di lapangan lah yang menjadi pembeda," ungkap Spalletti kepada DAZN Italia. "Kami sudah berusaha keras untuk kembali menguasai laga dengan menerapkan tekanan individual, namun kualitas serta penguasaan bola lawan memaksa kami untuk terus berlari mengejar bayang-bayang mereka."

    Statistik memperlihatkan tren yang sangat memprihatinkan: ini merupakan kali ke-13 dalam ajang Serie A musim ini di mana Juventus kebobolan lewat tembakan tepat sasaran pertama dari lawan. "Ketika Anda kebobolan gol pembuka hingga 13 kali, Anda pasti menanggung akibatnya dalam jangka panjang," ujar Spalletti. Ia turut menyoroti beban psikologis besar yang membebani pemainnya. "Sempat ada masa di mana kami tampil penuh antusiasme. Namun ketika hal itu hilang, begitu pula dengan kepercayaan diri kami. Kesalahan kecil menjadi sangat merugikan dan sulit untuk bangkit secara psikologis."

  • Iklan
  • Atalanta BC v Juventus FC - Coppa ItaliaGetty Images Sport

    Sorotan Tajam Terhadap Performa Penjaga Gawang

    Kerapuhan di lini belakang Juventus semakin diperparah oleh penampilan mengejutkan dari Michele Di Gregorio. Sang penjaga gawang utama tampak sangat gugup dan harus takluk oleh sebuah tembakan yang sebenarnya mengarah tepat ke tiang dekat. Namun, alih-alih menyalahkan satu pemain saja, Spalletti lebih memilih menuntut tanggung jawab kolektif.

    "Di Gregorio sama sekali tidak memikul tanggung jawab yang lebih besar dibanding rekan-rekan setimnya. Ia memang membuat kesalahan, sama seperti umpan balik ceroboh yang mengawali proses terjadinya kebobolan," tegasnya. Spalletti menekankan bahwa seluruh tim seharusnya bisa bertahan dengan lebih baik. Menurutnya, ketika rasa otoritas pudar, para pemain mulai melepaskan umpan-umpan keliru yang sebelumnya tidak pernah mereka lakukan, seolah merasa terjebak dalam situasi buntu.

  • Badai Cedera dan Jadwal Krusial Menanti

    Sorakan cemoohan terdengar sangat lantang dari para pendukung tuan rumah yang kian hari kian frustrasi dengan kurangnya karakter tim kesayangan mereka. Masalah yang dihadapi Spalletti ternyata tidak hanya berkisar pada mentalitas semata, tetapi juga keterbatasan pilihan skuad akibat badai cedera dan skorsing yang datang bersamaan.

    Juventus dipaksa tampil tanpa Pierre Kalulu yang sedang diskors. Upaya banding klub atas kartu kuning keduanya saat melawan Inter Milan resmi ditolak. Daftar pemain absen kian memanjang dengan cederanya Gleison Bremer, Emil Holm, Dusan Vlahovic, serta Arek Milik. Jonathan David juga dikabarkan belum sepenuhnya bugar, sementara Manuel Locatelli dipastikan absen karena larangan bermain saat melawan AS Roma pekan depan.

    Di tengah situasi pelik ini, Juventus dituntut untuk segera bangkit. Pada pertengahan pekan mendatang, mereka harus berusaha membalikkan agregat setelah kalah telak 5-2 dari Galatasaray dalam laga play-off Liga Champions, sebelum bertandang ke ibu kota di ajang domestik.

  • FC Internazionale v Juventus FC - Serie AGetty Images Sport

    Ambisi Tim Tamu Menuju Kompetisi Eropa

    Di sisi lain lapangan, kemenangan krusial ini melambungkan asa Como di bawah asuhan pelatih muda Cesc Fabregas untuk lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Setelah sebelumnya sukses menahan imbang tim peringkat kedua, AC Milan, dengan skor 1-1, Como tampil dengan organisasi permainan yang solid untuk merengkuh kemenangan perdana mereka dalam empat laga terakhir.

    Pesta keunggulan tim tamu dimulai pada menit ke-11. Anastasios Douvikas mengirimkan umpan cerdas kepada Mergim Vojvoda yang kemudian melepaskan tembakan kaki kiri keras tanpa bisa dihalau Di Gregorio. Menginjak menit ke-60, Como sukses menggandakan keunggulan lewat skema serangan balik dari Maximo Perrone. Bola dialirkan secara akurat kepada kapten Lucas da Cunha, yang lantas memberikan umpan silang mendatar untuk diselesaikan dengan sempurna oleh Maxence Caqueret dari jarak dekat.

    Kemenangan bersejarah tersebut membuat Como kini hanya berjarak satu poin dari Juventus yang tertahan di peringkat keenam klasemen Serie A. Menutup wawancaranya, Spalletti memberikan sebuah refleksi pamungkas: "Musuh kami dalam kasus ini adalah diri kami sendiri. Jika kami bisa membenahi hal-hal di level psikologis dan teknis, kami masih bisa membuktikan diri. Namun, jika memang ini level kami yang sesungguhnya, maka kami akan terus kalah dan tidak pantas memiliki ambisi apa pun."

0