AFPSihir Rafael Leao Selamatkan Wajah AC Milan Dari Blunder Fatal Mike Maignan Saat Ditahan Imbang Como
Latar Belakang: Kekacauan Jadwal dan Absensi Pemain
Pertandingan Pekan ke-24 ini sejatinya memiliki latar belakang logistik yang cukup rumit. Awalnya dijadwalkan pada 8 Februari, laga ini tidak bisa digelar sesuai rencana karena San Siro sedang dipersiapkan untuk upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina. Pihak penyelenggara sempat memiliki rencana ambisius untuk memindahkan pertandingan ini jauh ke Perth, Australia, namun negosiasi berbulan-bulan akhirnya menemui jalan buntu. Alhasil, pertandingan ini dijadwalkan ulang 10 hari kemudian dan tetap digelar di Italia.
Situasi skuad Massimiliano Allegri juga tidak dalam kondisi prima. Adrien Rabiot harus absen karena akumulasi kartu, sementara Santiago Gimenez menepi akibat cedera. Kondisi fisik Ruben Loftus-Cheek dan Christian Pulisic yang belum 100 perseb fit memaksa mereka memulai dari bangku cadangan. Namun, kabar baik datang dengan kembalinya Rafael Leao dan Ardon Jashari ke dalam starting XI.
Di kubu lawan, Como datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Napoli di Coppa Italia untuk mencapai semi-final. Meski demikian, performa mereka di liga sedikit tersendat setelah ditahan imbang 0-0 oleh 10 pemain Atalanta dan kalah tipis 2-1 dari Fiorentina. Tanpa Alvaro Morata yang terkena sanksi, serta absennya Assane Diao dan Edoardo Goldaniga, Cesc Fabregas memasang Nico Paz sebagai False 9.
AFPBabak Pertama: Kesalahan Maignan Menghukum Milan
Pertandingan dimulai dengan tempo yang cukup hati-hati. Milan sempat dikejutkan pada menit ke-25 ketika Mergim Vojvoda berhasil menyarangkan bola ke gawang dengan tendangan melengkung menggunakan sisi dalam kaki kanannya. Beruntung bagi tuan rumah, gol tersebut dianulir karena Vojvoda sudah terlebih dahulu berada dalam posisi offside.
Milan mencoba merespons. Leao melepaskan tembakan menyudut yang memaksa Jean Butez melakukan penyelamatan di tiang dekat. Namun, sorotan utama babak pertama justru tertuju pada penjaga gawang Milan. Jika Maignan menjadi pahlawan saat Milan menang 3-1 atas Como pada pertemuan sebelumnya di bulan Januari, kali ini ia justru menjadi antagonis.
Kiper asal Prancis tersebut terlalu sibuk mencari opsi operan dari lini belakang sehingga tidak menyadari pergerakan Paz. Pemain Como tersebut muncul tiba-tiba, memotong jalur operan, dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong untuk membawa tim tamu unggul 1-0.
Milan berusaha membalas dengan cepat. Butez harus terbang untuk menepis sundulan keras Fikayo Tomori ke atas mistar gawang. Namun, Tomori juga harus bekerja keras di lini pertahanan, melakukan intersep krusial untuk mencegah Jacobo Ramon menyambar tendangan bebas Paz.
Babak Kedua: Leao Menjawab Keraguan
Memasuki babak kedua, Milan melakukan perubahan paksa setelah Strahinja Pavlovic mengalami cedera ringan dan digantikan oleh Matteo Gabbia. Sementara itu, pencetak gol Como, Paz, menerima kartu kuning yang memastikannya absen dalam laga krusial melawan Juventus akhir pekan nanti.
Saat Como sedang asyik menyerang untuk mencari gol kedua, mereka justru dihukum oleh momen magis dari Leao. Bermula dari umpan lambung jauh yang dilepaskan Jashari melewati garis pertahanan lawan, Leao beradu lari dengan dua bek Como dan kiper Butez yang keluar dari sarangnya.
Dengan ketenangan luar biasa, Leao membiarkan bola memantul sekali sebelum melepaskan tendangan lob presisi dari jarak 25 meter yang bersarang mulus ke gawang yang kosong. Skor berubah menjadi 1-1.
AFPAkhir Laga: Drama dan Emosi Allegri
Milan hampir saja membalikkan keadaan sepenuhnya beberapa saat kemudian. Sayangnya, sundulan Youssouf Fofana menyambut umpan silang Alexis Saelemaekers dari jarak lima meter masih melambung di atas mistar. Leao juga sempat melihat sundulannya membentur bagian bawah mistar gawang, namun ia sudah terperangkap offside saat menyambut sundulan pemantul dari Gabbia. Di sisi lain, Como juga memberikan ancaman lewat tendangan voli Douvikas yang hanya menerpa jaring bagian luar.
Tensi pertandingan memuncak menjelang akhir laga. Pelatih Milan, Allegri, diganjar kartu merah dan diusir dari pinggir lapangan setelah terlibat adu mulut panas dengan salah satu staf Como. Insiden ini bermula dari perselisihan antara Saelemaekers dan manajer tim tamu. Saelemaekers sendiri kembali menjadi pusat kontroversi ketika kubu Como menuntut kartu kuning kedua untuknya akibat tekel terlambat terhadap Martin Baturina, namun wasit bergeming.
Pertandingan berakhir imbang 1-1, hasil yang cukup adil bagi kedua tim namun sedikit mengecewakan bagi Milan yang sedang berusaha mengejar puncak klasemen.
Iklan



