FBL-WC-2026-UEFA-BIH-ITA-QUALIFIERAFP

Diterjemahkan oleh

Setelah pemecatan yang menentukan... Bastoni mengenang kembali transfer Suárez ke Barcelona

Bek Inter Milan asal Italia, Alessandro Bastoni, dianggap sebagai target utama untuk memperkuat lini pertahanan Barcelona pada bursa transfer musim panas mendatang.

Kesepakatan ini berubah dari "hampir mustahil" menjadi "mungkin" karena penurunan popularitasnya yang tiba-tiba di negara asalnya, Italia.

Barcelona berusaha memperkuat skuadnya dengan sejumlah transfer pada musim depan, terutama di lini pertahanan, guna tetap bersaing memperebutkan semua gelar domestik dan Eropa.

  • AC Milan v FC Internazionale - Serie AGetty Images Sport

    Kritik pedas

    Bastoni mendapat kritikan tajam di Italia selama dua bulan terakhir, akibat dua insiden yang membuatnya menjadi sorotan.

    Pada pertengahan Februari, Bastoni menghadapi gelombang kecaman luas atas perannya yang menentukan (pemeran) dalam pengusiran Pierre Kalulu, pemain Juventus, dalam pertandingan melawan Juventus.

    Pada hari terakhir bulan Maret, komunitas sepak bola Italia yang marah menimpakan tanggung jawab utama kepadanya atas kegagalan timnas Italia lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut, setelah ia diusir pada babak pertama pertandingan penentuan melawan Bosnia.

    Timnas Italia sempat unggul 1-0 di kandang Bosnia, sebelum Bastoni diusir dengan kartu merah langsung, yang mempersulit posisi Azzurri dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan tuan rumah melalui adu penalti.

  • Iklan
  • FC Barcelona v Real Betis Balompie - La LigaGetty Images Sport

    Bastoni mirip dengan Suárez

    Kemerosotan performa bek berusia 26 tahun ini di Serie A, di mana ia telah lama dianggap sebagai bek terbaik, sangat mengingatkan pada pengalaman Luis Suárez di Inggris setelah insiden "gigitan" yang dilakukannya terhadap Giorgio Chiellini dalam pertandingan Italia melawan Uruguay di Piala Dunia 2014.

    Dalam waktu singkat, penyerang Liverpool asal Uruguay itu berubah dari bintang yang tak tersentuh di Liga Premier Inggris menjadi pemain yang masuk daftar transfer, sebuah skenario yang dimanfaatkan Barcelona untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut.

    Sebelum "gigitan" paling terkenal dalam sejarah sepak bola modern itu, transfer Suárez tampaknya lebih dekat ke Real Madrid daripada ke Barcelona, menurut surat kabar "Mundo Deportivo".

    Baca juga: Bencana Italia berubah menjadi berkah bagi Barcelona


  • FBL-WC2014-QUALIFIERS-URU-PARAFP

    Di balik layar kesepakatan Suárez

    Surat kabar "Mundo Deportivo" mengungkap kisah di balik layar transfer Suárez, yang bermula pada Selasa, 24 Juni 2014, saat tim nasional Uruguay bertanding melawan Italia di Piala Dunia di Brasil.

    Tak lama sebelum pertandingan berakhir, penyerang Uruguay itu bertabrakan dengan bek Italia, Chiellini, lalu menggigitnya.

    Skandal yang terjadi setelahnya begitu serius hingga FIFA segera menjatuhkan sanksi kepada Suárez berupa skorsing sembilan pertandingan, serta larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama empat bulan.

    Hanya tiga hari kemudian, media di Madrid—yang telah berbulan-bulan mempromosikan transfer Suárez dari Anfield ke Bernabéu—membenarkan pembatalan kesepakatan tersebut dengan mengacu pada operasi meniskus di lutut kanannya, yang dijalani pemain Uruguay tersebut pada 22 Mei, yang tidak menghalanginya, misalnya, untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia sebulan kemudian.

    Pada saat itu, Barcelona telah berupaya keras untuk merekrut Luis Suárez, pemain Liverpool, yang berbagi penghargaan Sepatu Emas dengan Cristiano Ronaldo pada musim 2013-2014 berkat 31 golnya, yang mencetak 83 gol dalam 133 pertandingan bersama The Reds antara tahun 2011 dan 2014.

    Baik insiden gigitan maupun skorsing tidak mengubah rencana: Barcelona memutuskan untuk menunggu Luis Suárez, dan mereka menjelaskan hal itu kepadanya, berbeda dengan Real Madrid.

    Pada Februari 2024, sang pemain sendiri mengenang kejutan tersebut di Miami dalam program "La Mesa", dan penyerang asal Uruguay itu menjelaskan: "Sebelum Piala Dunia 2014, Real Madrid ingin merekrut saya, dan semuanya berjalan lancar. Mereka berencana menjual Karim Benzema ke Arsenal; semuanya sudah beres."

    Namun, citranya sebagai "anak nakal" di mata para penggemar Inggris segera mengubah sikap Liverpool yang keras, yang memperpanjang kontrak bintang mereka pada Desember 2013 hingga 2018, dan yang secara tidak resmi meminta lebih dari 100 juta euro sebelum musim panas 2014 ketika mereka mengetahui minat Real Madrid.

  • FBL-ESP-LIGA-BARCELONA-BETISAFP

    Lebih rendah dari Coutinho

    Pada 11 Juli 2014, 17 hari setelah insiden "gigitan" tersebut, Barcelona mengumumkan perekrutan Luis Suárez dengan nilai transfer sebesar 81 juta euro.

    Untuk menilai "penurunan" nilai transfer yang masih tetap besar, cukup ingat berapa yang dibayarkan Barcelona kepada klub yang sama tiga setengah tahun kemudian untuk mendatangkan gelandang serang Brasil Philippe Coutinho: 120 juta euro sebagai nilai tetap dan 40 juta euro sebagai bonus.

    Pada 16 Juli, Barcelona secara resmi memperkenalkan Suárez, yang bermain hingga tahun 2020, mencetak 198 gol dalam 283 pertandingan.