Al Hilal merombak lini serangnya secara radikal selama bursa transfer musim panas, setelah merekrut pemain Belanda Crysencio Summerville, pemain Inggris Ollie Watkins, dan pemain Brasil Gabriel Martinelli, dalam tiga kesepakatan yang meningkatkan level persaingan di lini depan, bersamaan dengan kepergian Malcom dan Karim Benzema, sementara Salem Al Dawsari melanjutkan proses pemulihannya sebagai persiapan untuk kembali ke lapangan.
Ketika Salem kembali, ia akan menghadapi sebuah pertanyaan sulit yang tidak berkaitan dengan kemampuannya memberikan tambahan kualitas, melainkan dengan tempat yang bisa ia isi di dalam sebuah sistem yang kini dihuni nama-nama muda, cepat, dan bergerak dengan tempo tinggi.
Perbedaan antara elemen-elemen serangan yang baru dan kapten Al Hilal dari sisi kecepatan, aktivitas, serta kemampuan mengambil keputusan di ruang-ruang kosong kini menjadi jelas, dan hal inilah yang memaksa sang pemain untuk memikirkan perannya di dalam tim, lebih dari sekadar mencari tempat sebagai pemain inti.







