Saat dunia menanti Piala Dunia 2026, krisis seputar partisipasi tim nasional Iran di Amerika Serikat muncul sebagai babak terbaru dari keterkaitan rumit antara olahraga dan permusuhan politik.
Namun, pemandangan ini bukanlah hal baru; sejarah Piala Dunia dipenuhi dengan peristiwa-peristiwa di mana negara tuan rumah terpaksa membuat kompromi kedaulatan, atau di mana negara tamu memberlakukan pengawasan intelijen yang ketat terhadap para pemainnya, untuk memastikan mereka tidak membelot di tanah lawan.
Baca juga
Real Madrid bukan Atalanta... Kane membunyikan alarm bahaya di Munich
Sanksi panjang menanti Neymar setelah menghina wasit dan wanita
Eropa dan rasisme: Inggris unggul dalam penanggulangan... Yamal menderita kelemahan Vinícius


