Getty Images SportXabi Alonso emoh tangani klub ngaco
Situasi di Stade Velodrome memang masih sangat tak stabil. Roberto De Zerbi meninggalkan Les Minots atas kesepakatan bersama awal bulan ini, setelah tim asuhannya tersingkir dari Liga Champions usai finis tepat di luar zona play-off. Dibantai 5-0 oleh sang rival abadi, Paris Saint-Germain, di Ligue 1 pada 9 Februari lalu menjadi laga terakhir yang dipimpinnya.
Marseille mengidentifikasi Xabi Alonso sebagai kandidat ideal untuk menstabilkan kapal yang tengah oleng, tapi mantan pelatih Real Madrid itu "langsung menolak" tawaran dari tersebut karena menilai kondisi struktural klub terlalu kacau untuk menjamin proyek yang stabil dan kompetitif, menurut laporan RMC Sport.
AFPPahitnya Real Madrid
Keraguan Alonso untuk kembali ke lingkungan bertekanan tinggi bisa dimaklumi jika melihat pengalamannya di Real Madrid. Ia ditunjuk menggantikan Carlo Ancelotti pada Mei lalu, tetapi bahkan bertahan tak sampai delapan bulan di kursi panas Bernabeu. Di tengah laporan bahwa sejumlah pemain tak sepenuhnya menerima pendekatannya, Los Blancos resmi mengumumkan perpisahan pada 12 Januari, sehari setelah kalah 3-2 dari Barcelona di final Supercopa de Espana.
Sejak kepergian Alonso, Real Madrid kembali menunjuk mantan pemain mereka Alvaro Arbeloa sebagai pengganti, mempromosikannya dari Real Madrid Castilla. Debutnya memang berjalan katastropik dengan Kylian Mbappe cs disingkirkan tim divisi kedua Albacete dari 16 besar Copa del Rey. Namun ia berhasil bangkit dengan membawa anak asuhnya menang lima laga beruntun di La Liga dan kini memimpin klasemen keunggulan dua poin atas Barcelona.
Kekacauan di Marseille
Alasan “kacau” yang kabarnya disebut Alonso bukan sekadar soal hasil di lapangan. Setelah De Zerbi hengkang usai tersingkir dari Liga Champions dan dibantai PSG 5-0, situasi internal Marseille ikut memanas. Direktur olahraga Mehdi Benatia bahkan sempat mundur sebelum akhirnya kembali menjabat hingga akhir musim. Ketidakstabilan manajemen inilah yang diyakini membuat Alonso mundur teratur.
Marseille akhirnya menunjuk mantan pemain mereka, Habib Beye, sebagai pelatih baru. Klub menyatakan bahwa “kedekatan emosional Beye dengan Olympique de Marseille serta pemahamannya terhadap lingkungan klub menjadi modal penting untuk membawa tim ke level berikutnya.” Beye, yang pernah bermain di Liga Inggrisbersama Newcastle dan Aston Villa, sebenarnya baru saja dipecat oleh Rennes usai gagal menang di lima laga terakhirnya termasuk empat kekalahan beruntun. Ironisnya lagi, Rennes langsung mengalahkan PSG 3-1 usai memecat Beye.
Pria 48 tahun itu kini menandatangani kontrak hingga 2027 bersama Marseille dan akan memulai tugasnya dengan bertandang ke Brest, Sabtu (21/2) dini hari WIB. Saat ini Marseille berada di posisi keempat klasemen Ligue 1.
Getty ImagesPotensi kembali ke Liverpool?
Kendati tegas menolak Marseille, nama Alonso masih terus dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke Liverpool. Hubungan emosional antara mantan gelandang The Reds itu dengan klub Merseyside tersebut tetap kuat, meski manajemen masih memberi dukungan penuh kepada Arne Slot di tengah musim keduanya yang berjalan tak sesuai harapan menyusul rekor transfer di musim panas.
Iklan