- Vinicius dicecar pertanyaan tentang rasisme
- Tangisnya pecah di acara jumpa pers
- Rasisme di Spanyol mendarah daging, Vini Jr jadi korban
Getty Images
Getty ImagesArticle continues below
Article continues below
Article continues below
Penyerang Real Madrid Vinicius Junior menghadiri jumpa pers, Senin (25/3), menjelang laga antara tanah airnya melawan negara yang sejak 2018 menjadi rumahnya, yakin Brasil versus Spanyol. Namun, di Spanyol pula berbagai tindakan rasisme yang diarahkan padanya bertempat, tak ayal wartawan yang hadir mencecarnya dengan pertanyaan terkait.
Megabintang 23 tahun itu pun tak kuasa menahan air matanya, menyerukan bahwa sudah saatnya "penderitaan orang kulit hitam" diakhiri, yang disambut dengan aplaus meriah.
GettySembari menangis, di jumpa pers yang digelar di tempat latihan Los Blancos, Valdebebas, bintang Brasil itu berkata: "Saya cuma ingin main sepakbola, tapi sulit untuk melangkah maju ke depan ... Rasanya makin enggan bermain. Tak pernah terbersit [untuk meninggalkan Spanyol] karena jika saya meninggalkan Spanyol, orang-orang rasis itu akan mendapatkan apa yang mereka mau."
"Saya akan bertahan karena dengan demikian, orang-orang rasis akan terus-terusan melihat wajah saya. Saya pemain yang berani, saya bermain untuk Real Madrid dan kami menjuarai banyak gelar, dan itu tidak disukai banyak orang."
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami
Getty ImagesVinicius berkali-kali membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain terkuat di dunia, menangkal serangan rasis yang tak terhitung jumlahnya dari fans rival. Tokoh-tokoh penting seperti petinggi sepakbola Spanyol dan media setempat juga bahkan melakukan rasisme terhadapnya.
Laga Spanyol vs Brasil, Rabu (27/3), pun akan menjadi perhelatan yang pahit manis untuk Vinicius. Selecao akan menantang La Furia Roja dengan berbekal kemenangan atas Inggris pada laga persahabatan sebelumnya.