Getty Images"Kalian BODOH Kalau Mengira Real Madrid Sudah Kalah!" - Presiden PSG Angkat Bicara Soal Perez Tinggalkan Super League
Real Madrid & UEFA berdamai, Super League akhirnya mati
Megaproyek Super League akhirnya resmi mati, usai UEFA mengumumkan telah mengakhiri sengketa hukum melawan Real Madrid terkait rencana pembentukan liga tandingan tersebut. Los Blancos menjadi tim terakhir yang masih bertahan dalam proyek gagal tersebut, setelah Barcelona menarik diri pada pekan lalu.
Dalam pernyataan bersama, UEFA, European Football Clubs (EFC), dan Real Madrid menyampaikan:
“UEFA, European Football Clubs, dan Real Madrid CF mencapai kesepakatan demi kebaikan sepakbola klub Eropa."
“Setelah berbulan-bulan diskusi yang dilakukan demi kepentingan terbaik sepakbola Eropa, UEFA, European Football Clubs (EFC), dan Real Madrid CF mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan prinsip untuk kesejahteraan sepakbola klub Eropa, dengan tetap menghormati prinsip prestasi olahraga, menekankan keberlanjutan jangka panjang klub, serta peningkatan pengalaman penggemar melalui pemanfaatan teknologi."
“Kesepakatan prinsip ini juga akan menjadi dasar untuk menyelesaikan sengketa hukum terkait European Super League, setelah prinsip-prinsip tersebut dijalankan dan diterapkan.”
Getty ImagesPresiden PSG tanggapi kesepakatan UEFA & Real Madrid
Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi berbicara kepada Marca setelah tercapainya kesepakatan antara UEFA dan Real Madrid tersebut. Sebagai Ketua ECA, ia menyampaikan kepuasan atas hasil negosiasi yang disebutnya sebagai momen bersejarah bagi sepakbola Eropa. Menurutnya, dialog dan kerja sama akhirnya mengalahkan perpecahan yang sempat membayangi hubungan antar-klub elite.
Al-Khelaifi menekankan bahwa kesepakatan ini bukan soal menang atau kalah, melainkan tentang kepentingan kolektif. Ia menyebut persatuan lembaga-lembaga utama sepakbola Eropa sebagai fondasi penting untuk menjaga stabilitas dan masa depan kompetisi antarklub. Dengan tercapainya titik temu, ia menilai era konflik telah berakhir dan digantikan oleh komitmen bersama untuk memperkuat struktur sepakbola kontinental.
AFP"Kalau ada yang bilang Perez kalah, mereka bodoh"
Dalam pernyataannya, Al-Khelaifi memberikan pujian terbuka kepada presiden Real Madrid Florentino Perez.
“Saya bangga dan sangat bahagia. Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kesepakatan bersejarah ini,” ucap presiden PSG tersebut. "Kepada presiden UEFA, yang setiap harinya bekerja begitu keras demi sepakbola Eropa, sosok pemimpin yang sangat cerdas dan rendah hati."
“Dan tentu saja kepada Florentino Perez, pria yang elegan dan cerdas, seorang visioner yang selalu berusaha mendorong segalanya ke depan dan memperbaikinya. Kalau ada yang bilang atau berpikir bahwa dia kalah hari ini, mereka bodoh dan sama sekali tidak mengerti sepakbola.”
“Hal terpenting di sini adalah kita semua menang, tidak ada yang kalah. Sepakbola yang menang, itulah yang kita semua inginkan. Ini adalah tujuan yang kita damba-dambakan untuk kemaslahatan sepakbola dan para penggemarnya. Hari ini UEFA menang, Real Madrid menang, EFC menang, dan yang terpenting, dia menang. Perang ini tidak membawa kita ke mana-mana, dan sekarang tidak ada yang kalah.”
"Saya percaya hari ini presiden Perez sudah menjadi sosok yang lebih hebat dan lebih baik, dengan memimpin Real Madrid untuk melakukan apa yang paling menguntungkan bagi sepakbola Eropa. Terima kasih yang sebesar-besarnya, sungguh, dan saya berterima kasih karena ia telah memberikan kepercayaannya. Saya juga ingin berterima kasih kepada Chelsea, terutama [co-owner] Behdad Eghbali, yang telah menemani saya sejak dimulainya negosiasi."
AFPPujian untuk presiden Barcelona
Selain Perez, Al-Khelaifi juga memberikan apresiasi kepada Presiden Barcelona, Joan Laporta, yang pekan lalu menarik keterlibatan Blaugrana dalam proyek Super League.
“Presiden Laporta telah menunjukkan keberanian dan kepemimpinan yang besar, dan dia juga pantas mendapatkan pengakuan besar,” katanya.
“Dalam kesepakatan akhir hari ini, dialog selalu menang atas perpecahan. Saya sudah lama percaya pada proses perdamaian ini, tetapi bahkan pagi tadi kami belum tahu apakah itu akan terjadi atau tidak. Kami terus berdiskusi, dengan perbedaan kami, tetapi selalu dengan kemauan untuk mencapai kesepakatan, selalu memikirkan kepentingan kolektif dan mencari titik temu.”
Babak baru sepakbola Eropa?
Al-Khelaifi menilai kembalinya Barcelona ke “keluarga ECA” sebagai kabar fantastis. Ia juga menyatakan bahwa pembicaraan terus dilakukan untuk membawa Real Madrid kembali sepenuhnya ke dalam struktur organisasi tersebut. Langkah ini dianggap sebagai sinyal kuat rekonsiliasi di level tertinggi sepakbola Eropa.
Ke depan, fokus akan tertuju pada bagaimana hubungan antara klub-klub besar dan UEFA berkembang dalam format kompetisi yang lebih stabil dan inklusif. Dengan kalender kompetisi yang terus berubah serta dinamika finansial yang kompleks, kesatuan sikap menjadi krusial demi menjaga daya saing dan keberlanjutan sepakbola Eropa.
Iklan