Rodygo-ViniciusGetty

Rating Pemain Real Madrid Vs Barcelona: Rodrygo Kembali Mengecewakan & Raul Asencio Kewalahan Saat Los Blancos Kalah Beruntun Di Final Piala Super Spanyol

Di sebagian besar babak pertama, Madrid benar-benar kesulitan mengembangkan permainan. Mereka seperti mengejar bayang-bayang lawan dan terpaksa hanya mengandalkan peluang serangan balik sesekali, yang gagal dimanfaatkan oleh Rodrygo dan kemudian Gonzalo Garcia. Barca membuka keunggulan pada menit ke-36, lewat aksi Raphinha yang memotong ke sisi kiri sebelum melepaskan tembakan keras yang berbuah gol.

Kemudian kekacauan terjadi. Vinicius membalas sepuluh menit kemudian dengan menambah koleksi gol indahnya, melewati tiga pemain lawan dan menceploskan bola ke gawang. Namun, Los Blancos kemudian lengah, membiarkan Robert Lewandowski menyelinap di belakang pertahanan dan melakukan penyelesaian akhir. Meski begitu, masih ada satu momen terakhir di babak pertama saat Garcia mencungkil bola dari situasi sepak pojok untuk mencetak gol.

Gol ketiga Barca tercipta berkat sedikit keberuntungan saat waktu tersisa 17 menit. Raphinha bergerak ke sisi kanan dan terpeleset saat menendang. Namun, bola mengalami pantulan yang menguntungkan karena mengenai Raul Asencio dan masuk ke gawang, membuat Thibaut Courtois mati langkah. Madrid memiliki peluang di akhir laga. Alvaro Carreras dan Asencio sama-sama nyaris mencetak gol, tetapi digagalkan oleh kiper Barca, Joan Garcia. Gol penyeimbang tak kunjung datang, dan Los Blancos terpaksa menyaksikan rival mereka merayakan kemenangan Piala Super secara back-to-back untuk pertama kalinya sejak 2011.

GOAL memberikan rating pemain Real Madrid dari King Abdullah Sport City Stadium...

  • Raul AsencioGetty

    Kiper & Bek

    Thibaut Courtois (6/10):

    Tak bisa berbuat banyak untuk mencegah ketiga gol tersebut. Melakukan beberapa penyelamatan bagus di momen lain.

    Raul Asencio (4/10):

    Seharusnya bisa menempel lebih ketat pada Raphinha saat gol pertama Barca, dan benar-benar kehilangan penjagaan terhadap Lewandowski pada gol kedua.

    Aurelien Tchouameni (5/10):

    Digeser menjadi bek tengah di akhir laga setelah Guler ditarik keluar dari starting XI, dan ia tampak kesulitan.

    Dean Huijsen (6/10):

    Terlibat dalam proses gol kedua Los Blancos, dan menjadi sosok yang lebih stabil di antara dua bek tengah.

    Alvaro Carreras (6/10):

    Menjaga sisi kiri dengan cukup baik. Tampil lumayan saat menghadapi Yamal, terutama di babak kedua.

  • Iklan
  • Federico Valverde Real Madrid 2026Getty

    Gelandang

    Federico Valverde (6/10):

    Penampilan yang campur aduk selama sekitar satu jam. Penuh energi dan rapi saat menguasai bola, tetapi ditarik keluar lebih awal.

    Eduardo Camavinga (6/10):

    Agresif dalam melakukan tekel dan memberikan daya juang yang sangat dibutuhkan di lini tengah. Namun, kurang efektif saat memegang bola.

    Jude Bellingham (6/10):

    Rajin menjatuhkan diri untuk melakukan tekel dan memberikan banyak kontribusi pertahanan. Sayangnya, tidak mampu memengaruhi alur serangan.

  • FBL-KSA-SUPERCUP-BARCELONA-REAL MADRIDAFP

    Penyerang

    Vinicius Jr (8/10):

    Mencetak gol penyeimbang pertama dan menyiksa Jules Kounde sepanjang malam. Ia sangat menyukai bermain di laga seperti ini.

    Gonzalo Garcia (8/10):

    Mencetak satu gol dan menunjukkan jelajah lapangan yang tinggi.

    Rodrygo (5/10):

    Melakukan beberapa sentuhan bagus di sana-sini, tetapi tidak berbuat cukup banyak saat menyerang untuk menjustifikasi posisinya di tim inti.

  • Xabi Alonso Real Madrid 2025Getty

    Pergantian & Pelatih

    Arda Guler (5/10):

    Dimasukkan untuk mengontrol tempo permainan, namun gagal melakukannya.

    David Alaba (6/10):

    Tenaga baru di lini belakang jelang akhir laga.

    Kylian Mbappe (6/10):

    Memancing kartu merah lawan, tetapi minim keterlibatan lainnya.

    Dani Ceballos (N/A):

    Tidak cukup waktu untuk memberikan dampak.

    Franco Mastantuono (N/A):

    Tidak cukup waktu untuk memberikan dampak.

    Xabi Alonso (4/10):

    Malam yang membingungkan baginya. Madrid tidak pernah benar-benar memegang kendali dan pantas kalah. Akan ada pertanyaan serius setelah ini.

0