Supercopa Espana Semi Valverde RodrygoGETTY/GOAL

Rating Pemain Real Madrid Vs Atletico Madrid: Fede Valverde Luar Biasa! Tendangan Bebas Fantastis Picu Kemenangan Semifinal, Rodrygo Terus Bersinar Demi Wujudkan El Clasico Di Final Supercopa

Laga semifinal bergengsi di Arab Saudi ini dimulai dengan kejutan. Pelanggaran yang tampaknya tidak berbahaya terhadap Jude Bellingham di jarak 30 yard dari gawang Atletico menjadi awal dari gol ajaib Valverde. Menggantikan peran Dani Carvajal, baik sebagai kapten maupun bek kanan, pemain Uruguay itu memimpin dengan contoh nyata lewat tembakan bola mati yang menghujam pojok atas gawang Jan Oblak. Meski kiper veteran itu sempat menyentuh bola, dan tayangan ulang memperlihatkan sedikit sentuhan dari Sorloth di pagar betis Atletico, tidak ada harapan untuk membelokkan tembakan menggelegar itu ke atas mistar.

Diego Simeone mungkin senang dengan respons timnya, karena Atletico mendominasi 20 menit berikutnya. Meski mereka bekerja keras, justru Los Blancos yang menciptakan peluang emas berikutnya saat Rodrygo lolos berkat umpan Alvaro Carreras. Pemain Brasil itu melakukan gerakan memotong ke dalam yang brilian untuk mengecoh Conor Gallagher yang menerjang, namun tembakan lanjutannya terlalu lemah.

Tak lama kemudian, Thibaut Courtois dipaksa beraksi beberapa kali, dengan penyelamatan terbaiknya adalah terbang menepis sundulan Sorloth. Striker besar asal Norwegia itu seharusnya bisa mencetak gol lewat peluang udara lainnya beberapa saat kemudian, namun sundulan bebasnya melambung di atas mistar.

Real tampak mulai menjauh dari rival sekotanya saat Rodrygo menyambut umpan Valverde, berlari menuju gawang Oblak, dan kali ini memanfaatkan peluangnya dengan tenang lewat penyelesaian kaki bagian dalam melewati kiper Slovenia tersebut. Namun, hal itu memicu respons instan dari pasukan Simeone. Sorloth menebus kegagalannya di babak pertama dengan menyundul umpan silang Giuliano Simeone melewati Courtois yang tak berdaya di tiang jauh.

Tepat ketika pertandingan tampak akan berakhir landai, pergantian Vinicius Jr pada menit ke-80 memicu perselisihan antar kedua bangku cadangan, di mana pemain Brasil itu dan Diego Simeone menerima kartu kuning. Upaya akrobatik Antoine Griezmann beberapa saat kemudian digagalkan oleh Courtois, dan Atletico terus menekan di sisa waktu, namun gagal menyamakan kedudukan.

Kegagalan Julian Alvarez di menit akhir memastikan akan tersaji final Supercopa bertajuk "El Clasico", di mana Los Blancos akan menghadapi Barcelona pada Senin (12/1) dini hari WIB.

GOAL memberikan rating pemain Real Madrid dari King Abdullah Sport City Stadium...

  • Real Madrid v Atletico Madrid: Spanish Super CupGetty Images Sport

    Kiper & Bek

    Thibaut Courtois (8/10):

    Penyelamatan terbang yang brilian untuk menggagalkan sundulan Sorloth adalah yang terbaik dari serangkaian penyelamatannya di babak pertama.

    Federico Valverde (8/10):

    Cara yang luar biasa untuk memulai pertandingan sepakbola! Tidak ada yang bisa menghentikan gol pembukanya. Menambahkan satu assist untuk Rodrygo, namun berada dalam posisi yang meragukan saat gol balasan Sorloth.

    Raul Asencio (5/10):

    Mendapat tugas berat untuk menjaga Sorloth. Sempat kehilangan pengawalan terhadap pemain Norwegia itu untuk sebuah peluang emas di babak pertama, namun lolos dari hukuman. Tidak ada jeda di babak kedua, karena sang striker berhasil melepaskan diri dari bek muda ini di tiang jauh.

    Antonio Rudiger (6/10):

    Terburu-buru melakukan tekel, membuat rekan bek tengahnya terekspos di babak pertama. Harus bersusah payah dalam beberapa kesempatan saat Giuliano Simeone menemukan ruang di belakang Carreras.

    Alvaro Carreras (5/10):

    Terlibat dalam pertarungan pribadi yang sengit dengan Giuliano Simeone, yang berujung kartu kuning di babak pertama. Atletico juga menemukan celah dengan mengeksploitasi areanya. Bergeser menjadi bek tengah setelah pergantian Rudiger dan Asencio.

  • Iklan
  • FBL-KSA-ESP-SUPERCUP-ATLETICO MADRID-REAL MADRIDAFP

    Gelandang

    Jude Bellingham (7/10):

    Membawa bola melewati lini tengah dengan baik. Rapi di ruang sempit. Penampilan yang dapat diandalkan, meski tidak istimewa, dari bintang Inggris ini.

    Aurelien Tchouameni (6/10):

    Beberapa kali kehilangan bola saat membelakangi pressing Atletico di babak pertama. Turun ke pertahanan di babak kedua, membuat satu sapuan krusial yang luar biasa untuk menghalangi Griezmann mencetak gol.

    Eduardo Camavinga (6/10):

    Melindungi empat beknya dengan baik, memenangkan bola-bola liar di jantung lini tengah sambil juga membantu menjaga dua penyerang Atleti dengan efektif.

  • Real Madrid v Atletico Madrid: Spanish Super CupGetty Images Sport

    Penyerang

    Rodrygo (7/10):

    Seharusnya menggandakan keunggulan di menit ke-30, setelah gerak tipunya mengecoh Gallagher habis-habisan. Dia menebusnya dengan penyelesaian tenang di babak kedua.

    Gonzalo Garcia (5/10):

    Menerima sangat sedikit suplai bola, tetapi melakukan pressing dengan penuh semangat.

    Vinicius Jr. (5/10):

    Dijaga dengan baik oleh Llorente dalam 45 menit pembuka yang sepi. Tampak terlibat adu mulut di tengah laga dengan Diego Simeone yang berlanjut saat ia ditarik keluar pada menit ke-80. Penampilan yang tenang di lapangan, tetapi tidak pernah jauh dari kontroversi.

  • Real Madrid v Atletico Madrid: Spanish Super CupGetty Images Sport

    Pergantian & Pelatih

    Ferland Mendy (6/10):

    Dimasukkan pada menit ke-67. Bertahan dengan cukup baik.

    Fran Garcia (6/10):

    Banyak berlari di tengah lapangan, sedikit kesempatan untuk mempengaruhi permainan ke depan.

    Arda Guler (N/A):

    Dimasukkan pada menit ke-80, tidak ada waktu untuk berkembang saat Atletico menekan demi gol penyeimbang.

    Dani Ceballos (N/A):

    Dimasukkan terlambat untuk memperkokoh tim.

    Franco Mastantuono (N/A):

    Penampilan singkat bagi pemain muda berbakat ini.

    Xabi Alonso (6/10):

    Keputusan yang mengundang tanya untuk mengganti kedua bek tengahnya pada menit ke-67. Atletico mungkin tim yang lebih baik secara keseimbangan permainan, tetapi ia akan bersyukur memiliki kesempatan meraih trofi pertamanya sebagai bos Blancos.

0