Pada malam lain yang menegangkan dan membuat frustrasi bagi City, mereka harus menyesali banyak peluang yang terbuang di sepertiga akhir saat harapan merebut kembali gelar Liga Primer mendapat pukulan telak. Seperti dugaan, pasukan Pep Guardiola mengendalikan permainan, mendominasi penguasaan bola, dan mengurung Brighton di area pertahanan mereka sendiri. Jeremy Doku menjadi titik cerah di awal laga bagi tuan rumah, namun lini belakang Seagulls yang kokoh membuat pemain Belgia itu dan rekan-rekannya frustrasi.
Erling Haaland mengalami nasib serupa, tetapi ia mendapat peluang emas untuk mengakhiri kesulitan mencetak golnya. Setelah aksi cerdas dari Doku, sang winger membawa bola ke kotak penalti sebelum memotong ke kaki kanannya, memancing Diego Gomez untuk melanggarnya. Meski Brighton protes, VAR mengintervensi dan City dihadiahi penalti. Haaland dengan tenang menuntaskannya dan mengakhiri puasa gol dalam tiga laga.
Ada peluang emas bagi City untuk memperlebar keunggulan, namun Bernardo Silva membuang satu peluang khusus untuk memberikan umpan matang kepada Haaland bagi gol kedua.
Di babak kedua, Brighton membuat mereka membayar mahal. Pergerakan cerdas Kaoru Mitoma membuka ruang di tepi kotak penalti, sebelum melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh gawang.
City berusaha keras sepanjang sisa malam, menciptakan peluang demi peluang, namun terus digagalkan Brighton berulang kali. Pemain pengganti Rayan Cherki menyajikan bola matang bagi Haaland untuk memenangkan laga di akhir waktu, tetapi tembakan pemain Norwegia itu mengarah tepat ke kiper. Ini pukulan telak lain bagi pasukan Guardiola, yang meraih hasil imbang ketiga berturut-turut dan berpotensi makin tertinggal dalam perburuan gelar.
GOAL memberikan rating pemain Manchester City dari Etihad...




