Virgil van Dijk Florian Wirtz Liverpool Sunderland 2025Getty Images

Rating Pemain Liverpool Vs Sunderland: Florian Wirtz Selamatkan The Reds Usai Bencana Virgil Van Dijk Terulang!

Setelah mengakhiri rentetan hasil buruk dengan kemenangan atas West Ham di laga sebelumnya, Liverpool kembali tampil tanpa inspirasi di 45 menit pertama. Mereka gagal menciptakan banyak peluang di sepertiga akhir, sementara Sunderland justru menebar ancaman yang menjadi ciri khas awal musim positif mereka.

The Black Cats sempat dua kali menghantam tiang gawang melalui Trai Hume dan Omar Alderete. Mereka akhirnya unggul di babak kedua ketika Talbi diberi terlalu banyak ruang di tepi kotak penalti untuk menembak. Usahanya terdefleksi oleh Virgil van Dijk yang bergerak mundur, membuat bola berputar masuk ke pojok jauh gawang.

Liverpool sangat kesulitan dalam menyerang karena tim tamu bertahan dengan kokoh. Namun, mereka mendapat keberuntungan ketika Wirtz meliuk-liuk menembus kotak penalti. Tembakannya yang tidak sempurna memantul mengenai Nordi Mukiele dan melambung masuk menjadi gol bunuh diri.

Berikut rating para pemain Liverpool versi GOAL dari Anfield...

  • FBL-ENG-PR-LIVERPOOL-SUNDERLANDAFP

    Kiper & Bek

    Alisson Becker (4/10):

    Lolos dari hukuman setelah satu penyelamatan yang tidak meyakinkan memantul ke mistar gawang. Secara realistis, ia punya peluang kecil untuk mencegah gol tersebut.

    Joe Gomez (4/10):

    Mendapat kartu kuning karena tekel terlambat di awal babak kedua. Tidak setenang saat ia dipanggil kembali melawan West Ham.

    Ibrahima Konate (4/10):

    Tidak tegas di lini belakang, yang tidak membantu situasi mengingat rekan duetnya di bek tengah mengalami malam yang buruk.

    Virgil van Dijk (2/10):

    Kehilangan bola dan kemudian malah mundur menjauh saat Talbi bersiap menembak, padahal ia bisa menutup ruang lebih cepat. Keputusan itu berakibat fatal karena bola memantul mengenai tubuhnya dan masuk ke gawang, melengkapi penampilan tidak meyakinkan lainnya dari kapten The Reds.

    Andy Robertson (5/10):

    Umpan-umpannya dari sisi sayap jauh dari harapan, meskipun ia tidak terlalu banyak diuji di lini belakang.

  • Iklan
  • Liverpool v Sunderland - Premier LeagueGetty Images Sport

    Gelandang

    Ryan Gravenberch (6/10):

    Mungkin menunjukkan kreativitas paling banyak di antara gelandang Liverpool lainnya, menciptakan tiga peluang.

    Alexis Mac Allister (5/10):

    Nyaris mencetak gol lewat sundulan, namun masih jauh dari performa briliannya di beberapa musim terakhir.

    Florian Wirtz (7/10):

    Menunjukkan keterampilan kaki cepat alaminya sepanjang laga dan merancang gol penyeimbang Liverpool, meskipun ia mungkin tidak dicatat sebagai pencetak gol karena bola tampaknya tidak mengarah ke gawang (sebelum terdefleksi).

  • Liverpool v Sunderland - Premier LeagueGetty Images Sport

    Penyerang

    Dominik Szoboszlai (5/10):

    Tidak terlihat cocok untuk peran sayap kanan, permainan build-up-nya dengan Gomez terlihat agak kaku.

    Alexander Isak (4/10):

    Masih terlihat lambat dan belum menyatu dengan ritme permainan meski sempat mencetak gol pekan ini.

    Cody Gakpo (3/10):

    Memberikan kontribusi yang sangat minim dan ditarik keluar saat jeda paruh waktu.

  • Liverpool v Sunderland - Premier LeagueGetty Images Sport

    Pergantian & Manajer

    Mohamed Salah (4/10):

    Patut dipuji karena mencoba menciptakan sesuatu, tetapi hanya sedikit usaha pemain Mesir itu yang berhasil.

    Curtis Jones (6/10):

    Memberikan dampak positif dari bangku cadangan dan pergerakan larinya ke dalam kotak penalti terbukti vital bagi gol penyeimbang.

    Hugo Ekitike (5/10):

    Tidak mendapatkan terlalu banyak peluang selama penampilan cameo-nya yang berdurasi 20 menit.

    Milos Kerkez (6/10):

    Melepaskan beberapa umpan terukur ke sepertiga akhir lapangan.

    Federico Chiesa (7/10):

    Dimasukkan sebagai upaya terakhir manajer. Alih-alih mencetak gol, ia justru melakukan sapuan di garis gawang yang sangat krusial untuk mencegah kekalahan.

    Arne Slot (4/10):

    Timnya masih kesulitan menunjukkan performa terbaik versi 2024/25, dengan permainan menyerang yang tumpul dan pertahanan yang terlihat rapuh seperti biasanya.

0