Mengincar rentetan kemenangan terpanjang dalam sejarah mereka di kompetisi top Eropa, Arsenal memulai laga dengan cepat saat Jesus nyaris menyambut umpan berbahaya Bukayo Saka di kotak enam yard. Mereka memimpin pada menit kesepuluh ketika striker Brasil itu bereaksi paling cepat terhadap tembakan tak sempurna Jurrien Timber dan mengarahkan bola masuk dengan penyelesaian naluriah. Tuan rumah merespons dengan baik setelah tertinggal, dan delapan menit kemudian skor menjadi 1-1 ketika Petar Sucic melepaskan tembakan keras dari jarak 18 yard.
Skor bisa saja menjadi 2-1 ketika Marcus Thuram melepaskan tembakan liar yang melambung di atas mistar padahal berada dalam posisi yang baik di dalam kotak penalti. The Gunners dikenal sebagai raja bola mati di Liga Primer, dan mereka mempertegas reputasi itu ketika Leandro Trossard menyundul umpan silang Saka kembali ke area berbahaya. Jesus — yang baru kembali dari cedera anterior cruciate ligament (ACL) kurang dari enam minggu lalu — berada di posisi tepat untuk menyundul masuk dari jarak dekat tepat setelah setengah jam laga berjalan. Di sisi lain, Federico Dimarco dua kali digagalkan oleh David Raya untuk mengakhiri babak pertama yang menegangkan di Milan.
Arsenal nyaris unggul dua gol ketika tendangan voli Trossard melebar tipis menyusul permainan sayap yang hebat dari Saka. Winger Inggris itu kemudian lolos di dalam kotak penalti, tetapi ia terlalu lama menahan bola, dan Alessandro Bastoni kembali dengan tekel keras untuk menghentikannya. Mereka akhirnya mendapatkan gol ketiga yang pantas ketika Gyokeres mencetak gol yang sangat dibutuhkan enam menit jelang bubaran menyusul umpan luar biasa dari Gabriel Martinelli. Hasil ini berarti Arsenal, yang kini telah mengamankan tujuh kemenangan dari tujuh laga (rekor klub), dapat menatap laga kandang di babak 16 besar.
GOAL memberikan rating pemain Arsenal dari San Siro...






