Meski terpuruk di dasar klasemen, Real Oviedo justru memulai laga dengan lebih agresif dan nyaris membuka keunggulan dalam dua menit pertama melawan Barcelona. Pelanggaran dan jeda cedera membuat ritme permainan terputus-putus, dan situasi ini menguntungkan tim tamu.
Peluang berbahaya kembali diciptakan Oviedo menjelang setengah jam laga, ketika sebuah tembakan meluncur tipis melebar dari gawang. Peluang terjadi akibat Barcelona melakukan kesalahan umpan dan kurangnya urgensi di sepertiga akhir. Blaugrana baru menunjukkan tanda-tanda hidup menjelang turun minum.
Robert Lewandowski hampir menyambar beberapa umpan ke kotak penalti, sementara Raphinha sempat melepaskan voli dari sudut sempit yang masih mampu diamankan Aaron Escandell. Namun kebuntuan baru benar-benar pecah selepas jeda.
Barcelona mendapatkan percikan yang mereka butuhkan dalam 10 menit pertama babak kedua, ketika Oviedo kecolongan saat mencoba membangun serangan dari belakang, dengan Lamine Yamal memimpin pressing. Bola jatuh ke kaki Dani Olmo yang dengan tenang melepaskan tembakan mendatar ke sudut bawah gawang dari tepi kotak penalti.
Lima menit berselang, pasukan Hansi Flick akhirnya bernapas lega. Kesalahan lini belakang Oviedo kembali terjadi, dengan back-pass ceroboh dimanfaatkan Raphinha yang lolos sendirian dan dengan dingin mencungkil bola melewati Escandell.
Seperti yang kerap terjadi, Yamal menutup penampilan Barcelona dengan sentuhan magis. Ia melayang di udara untuk menyambut umpan silang yang berada di belakang tubuhnya, lalu melepaskan voli spektakuler sambil memutar badan. Gol akrobatik di menit ke-73 itu mengunci kemenangan. Barcelona kemudian menurunkan tempo, terlebih ketika hujan deras mulai mengguyur Catalonia.
GOAL menilai rating para pemain Barcelona yang kesulitan melawan Real Oviedo di Camp Nou...
.png?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)







