Arsenal tiba di St. James' Park dengan semangat menggebu usai Liverpool kalah dari Crystal Palace sehari sebelumnya. Kiper Newcastle Nick Pope sampai dipaksa bekerja keras menahan gempuran The Gunners di awal laga, dua kali menggagalkan peluang dari Eberechi Eze.
Jadi pahlawan di menit awal, Pope nyaris menjadi penjahat pada beberapa saat berikutnya. Kontroversi sempat terjadi saat Viktor Gyokeres dijatuhkan kiper 33 tahun itu di kotak penalti. Wasit Jarred Gillett sempat menunjuk titik putih, tetapi VAR membatalkannya setelah terlihat Pope menyentuh bola sedikit sebelum menjatuhkan striker Swedia tersebut.
Bukayo Saka terus meneror lewat sisi kanan, sementara Leandro Trossard nyaris memecah kebuntuan dengan sepakan keras yang membentur tiang. Tapi justru Newcastle yang mencetak gol lebih dulu pada menit ke-34. Krisis berawal dari Cristhian Mosquera yang salah mengarahkan umpan balik hingga menghasilkan sepak pojok. Dari situ, Gabriel terlalu mudah dijatuhkan oleh Woltemade, memberi ruang bagi striker jangkung asal Jerman itu untuk menanduk bola ke pojok gawang. The Gunners tertinggal.
Arsenal mengejar ketertinggalan usai turun minum, tapi Pope lagi-lagi tampil luar biasa ketika menggagalkan upaya Jurrien Timber. Namun, sama seperti pekan lalu kontra Manchester City, Arsenal menolak menyerah. Declan Rice mengirim umpan silang sempurna yang disambut tandukan Merino untuk menyamakan skor.
Dan di masa tambahan waktu, skenario paling dramatis terjadi. Dari sebuah sepak pojok, Martin Odegaard mengirim bola matang, Gabriel meloncat lebih tinggi dari semua pemain di kotak penalti dan menghantam bola ke gawang Pope. Dari “penjahat” yang membuat Arsenal kebobolan, bek Brasil itu berubah jadi pahlawan.
GOAL menilai rating para pemain Arsenal yang menang dramatis di markas Newcastle...
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)







