Dulu, strategi lemparan jauh seringkali dipandang sebelah mata dan identik dengan gaya permainan pragmatis ala Tony Pulis di Stoke City. Rory Delap menjadi ikon dari taktik ini, meneror pertahanan lawan dengan "rudal" dari tangannya. Namun, di era sepakbola modern yang semakin canggih, senjata klasik ini ternyata mengalami kebangkitan yang luar biasa di Liga Primer Inggris.
Statistik menunjukkan tren yang tak terbantahkan. Jumlah gol yang tercipta dari skema lemparan ke dalam meningkat pesat, begitu pula dengan jarak rata-rata lemparan yang semakin jauh. Hampir setiap tim kini memiliki spesialis lemparan jauh mereka sendiri, menjadikan setiap situasi bola mati di pinggir lapangan sebagai potensi bahaya yang nyata.
Klub-klub seperti Brentford dan Sunderland berada di garis depan revolusi ini, memanfaatkan setiap inci keuntungan yang bisa mereka dapatkan. Bahkan, persaingan ini telah melahirkan taktik-taktik "licik" baru di luar lapangan, seperti memanipulasi posisi papan iklan untuk mengganggu ancang-ancang lawan.
Lantas siapa saja raja baru lemparan jauh di Liga Primer, stadion mana yang paling bersahabat bagi para pelempar, serta kontroversi menarik seputar taktik "zona abu-abu" yang digunakan oleh klub untuk menetralkan ancaman ini. GOAL coba menjelaskannya di sini!





