Brentford v Liverpool - Premier LeagueGetty Images Sport

Era Baru Rory Delap: Inilah Raja Lemparan Jauh Liga Primer & Taktik Licik Papan Iklan Sunderland

Dulu, strategi lemparan jauh seringkali dipandang sebelah mata dan identik dengan gaya permainan pragmatis ala Tony Pulis di Stoke City. Rory Delap menjadi ikon dari taktik ini, meneror pertahanan lawan dengan "rudal" dari tangannya. Namun, di era sepakbola modern yang semakin canggih, senjata klasik ini ternyata mengalami kebangkitan yang luar biasa di Liga Primer Inggris.

Statistik menunjukkan tren yang tak terbantahkan. Jumlah gol yang tercipta dari skema lemparan ke dalam meningkat pesat, begitu pula dengan jarak rata-rata lemparan yang semakin jauh. Hampir setiap tim kini memiliki spesialis lemparan jauh mereka sendiri, menjadikan setiap situasi bola mati di pinggir lapangan sebagai potensi bahaya yang nyata.

Klub-klub seperti Brentford dan Sunderland berada di garis depan revolusi ini, memanfaatkan setiap inci keuntungan yang bisa mereka dapatkan. Bahkan, persaingan ini telah melahirkan taktik-taktik "licik" baru di luar lapangan, seperti memanipulasi posisi papan iklan untuk mengganggu ancang-ancang lawan.

Lantas siapa saja raja baru lemparan jauh di Liga Primer, stadion mana yang paling bersahabat bagi para pelempar, serta kontroversi menarik seputar taktik "zona abu-abu" yang digunakan oleh klub untuk menetralkan ancaman ini. GOAL coba menjelaskannya di sini!

  • FBL-ENG-PR-BRENTFORD-LIVERPOOLAFP

    Brentford & Michael Kayode: Raja Baru Lemparan Jauh

    Jika Stoke punya Delap, Brentford kini punya Michael Kayode. Bek kanan ini telah memantapkan dirinya sebagai raja lemparan jauh tak terbantahkan di Liga Primer musim ini. Statistiknya berbicara sendiri: ia telah melepaskan 54 lemparan jauh ke dalam kotak penalti lawan hanya dalam 11 pertandingan sebagai starter.

    Kayode tidak hanya unggul dalam kuantitas, tetapi juga kualitas jarak. Ia mencatatkan rata-rata jarak lemparan terjauh di liga, yaitu 33,2 meter. Kehadirannya memberikan dimensi serangan tambahan yang sangat mematikan bagi The Bees, yang musim ini saja sudah mencetak tiga gol dari skema lemparan ke dalam.

    Keunggulan Brentford tidak hanya bergantung pada satu orang. Rekan setim Kayode, Mathias Jensen, bahkan mampu mencatatkan jarak lemparan yang lebih jauh lagi dalam beberapa kesempatan, mencapai 45,4 meter. Kevin Schade juga menjadi opsi lain, menjadikan Brentford sebagai tim dengan gudang senjata lemparan jauh paling lengkap di liga.

    Dominasi Brentford ini mungkin tidak mengejutkan mengingat manajer mereka, Keith Andrews, dulunya adalah seorang pelatih spesialis bola mati. Filosofi "jika Anda punya senjata, gunakanlah" benar-benar diterapkan secara maksimal di Gtech Community Stadium, menjadikan mereka ancaman konstan bagi setiap lawan.

  • Iklan
  • Sunderland v Wolverhampton Wanderers - Premier LeagueGetty Images Sport

    Daftar Spesialis: Siapa Saja Pesaing Kayode?

    Meski Kayode mendominasi, ia bukanlah satu-satunya pemain yang memiliki kemampuan lemparan "rudal" di Liga Primer. Pesaing terdekatnya adalah bek Sunderland Nordi Mukiele, yang telah melepaskan 46 lemparan jauh ke kotak penalti. Diikuti oleh Chris Richards dari Crystal Palace dengan 29 lemparan.

    Menariknya, kemampuan ini tersebar di berbagai posisi dan klub. Gelandang Tottenham, Lucas Bergvall, mencatatkan rata-rata jarak lemparan yang sangat impresif, yaitu 30,6 meter. Pemain-pemain seperti Kyle Walker (Burnley), Antoine Semenyo (Bournemouth), dan Ethan Ampadu (Leeds United) juga masuk dalam daftar elite pelempar jauh musim ini.

    Di sisi lain, klub-klub besar seperti Chelsea, Manchester City, dan Liverpool tampaknya kurang mengandalkan taktik ini. Mereka hampir tidak memiliki pemain yang secara reguler melakukan lemparan jauh ke kotak penalti, menunjukkan perbedaan filosofi permainan yang masih ada di antara klub-klub Liga Primer.

    Tabel: Pemimpin Lemparan Jauh Liga Primer (Berdasarkan Klub)

    PemainTimJumlah LemparanRata-rata Jarak
    Michael KayodeBrentford5433,2m
    Nordi MukieleSunderland4628,0m
    Chris RichardsCrystal Palace2928,3m
    Kyle WalkerBurnley2628,8m
    Antoine SemenyoBournemouth2626,1m
    Ethan AmpaduLeeds United2129,7m

    *Sumber: Opta

  • FBL-ENG-PR-SUNDERLAND-ARSENALAFP

    Taktik Licik Sunderland: Papan Iklan Sebagai Senjata Pertahanan

    Dalam upaya untuk menetralkan ancaman lemparan jauh lawan, Sunderland telah menerapkan sebuah taktik yang cerdik namun kontroversial. Saat menjamu Arsenal di Stadium of Light, mereka sengaja memindahkan papan iklan di pinggir lapangan menjadi lebih dekat ke garis tepi.

    Tujuannya sangat jelas: membatasi ruang ancang-ancang (run-up) bagi para pelempar lawan. Dengan ruang lari yang lebih pendek, pemain lawan akan kesulitan untuk menghasilkan momentum dan tenaga yang cukup untuk melepaskan lemparan jarak jauh yang efektif ke dalam kotak penalti.

    Taktik ini berada di "zona abu-abu" regulasi. Meski aturan mewajibkan papan iklan berjarak minimal satu meter dari garis lapangan, tidak ada larangan spesifik mengenai memindah-mindahkan posisi papan tersebut tergantung siapa lawannya. Ini adalah sebuah psywar dan strategi taktis yang legal namun licik.

    Pelatih spesialis lemparan ke dalam, Thomas Gronnemark, menyebut ini sebagai keuntungan bagi tim yang buruk dalam lemparan jauh saat menghadapi tim ahli. Meski tidak sepenuhnya menghentikan lemparan jauh (rata-rata jarak lemparan tetap tinggi di laga Arsenal), taktik ini terbukti mengurangi jumlah percobaan lemparan jauh yang dilakukan oleh lawan secara signifikan.

  • FBL-ENG-PR-NOTTINGHAM FOREST-CRYSTAL PALACEAFP

    Faktor Lapangan: Teknik Lebih Penting daripada Ukuran

    Analisis data menunjukkan fakta menarik mengenai hubungan antara stadion dan efektivitas lemparan jauh. Meski Brentford mendominasi statistik lemparan terjauh di berbagai stadion, ternyata rekor lemparan terjauh musim ini justru dipegang oleh Rodrigo Gomes dari Wolves (46,1 meter). Namun, Wolves jarang menggunakan senjata ini.

    Mitos bahwa ukuran lapangan yang lebih sempit akan lebih menguntungkan bagi lemparan jauh tampaknya tidak sepenuhnya terbukti. Lapangan-lapangan dengan ukuran non-standar seperti Anfield, Craven Cottage, atau Stamford Bridge tidak secara otomatis menjadi surga bagi para pelempar jauh jika dibandingkan dengan lapangan yang lebih luas.

    Data menunjukkan bahwa stadion The City Ground (Nottingham Forest) justru mencatatkan rata-rata jarak lemparan sukses tertinggi (32,5 meter), diikuti oleh markas Brentford sendiri. Hal ini mengindikasikan bahwa teknik pemain dan strategi tim jauh lebih berpengaruh daripada dimensi fisik lapangan itu sendiri.

    Tabel: Stadion dengan Rata-rata Lemparan Terjauh

    StadionJarak Rata-rata
    The City Ground32,50m
    Gtech Community Stadium29,80m
    Selhurst Park29,50m
    Tottenham Hotspur Stadium29,50m
    Craven Cottage29,40m

    *Sumber: Opta

  • Burnley v Watford - Premier LeagueGetty Images Sport

    Evolusi Strategi: Dari Sekadar Lemparan Menjadi Senjata Mematikan

    Kebangkitan tren lemparan jauh ini menandai evolusi taktik di Liga Primer. Tim-tim tidak lagi melihat lemparan ke dalam hanya sebagai cara untuk memulai kembali permainan, melainkan sebagai peluang emas untuk mencetak gol, setara dengan tendangan sudut atau tendangan bebas.

    Peningkatan rata-rata jarak lemparan dari 16,5 meter menjadi 18,6 meter dalam dua musim terakhir adalah bukti nyata bahwa klub-klub melatih aspek ini secara serius. Perekrutan pelatih spesialis seperti Thomas Gronnemark oleh klub-klub top semakin memvalidasi pentingnya strategi ini.

    Bagi tim-tim seperti Brentford, Palace, dan Burnley, lemparan jauh telah menjadi identitas dan sumber gol yang dapat diandalkan. Sementara bagi tim lawan seperti Sunderland, hal ini memaksa mereka untuk berinovasi dalam strategi pertahanan, bahkan hingga memanipulasi elemen stadion. Perang taktik di pinggir lapangan ini dipastikan akan terus berlanjut dan berkembang.

0