FBL-ITA-SERIEA-INTER-JUVENTUSAFP

Wasit Tuai Kontroversi Di Derby D'Italia, Petinggi Juventus: Tak Bisa Diterima!

  • Protes Keras Manajemen

    Juventus mengambil langkah yang tidak biasa dengan mengirimkan direktur Giorgio Chiellini dan Damien Comolli untuk menghadapi media, bukan pelatih Luciano Spalletti, menyusul kekalahan dramatis 3-2 dari Inter Milan. Kemarahan kubu Turin memuncak akibat kartu merah Pierre Kalulu jelang turun minum, di mana kartu kuning kedua diberikan meski tayangan ulang menunjukkan tidak ada kontak dengan Alessandro Bastoni.

    Chiellini dan Comolli melabeli kinerja wasit Federico La Penna sebagai "sama sekali tidak dapat diterima" dan "memalukan". Mereka secara terbuka mendesak penunjuk wasit (designator), Gianluca Rocchi, untuk mempertimbangkan jabatannya, menegaskan bahwa kesalahan fatal yang terus berulang dalam pertandingan sebesar Derby d'Italia telah mencoreng citra sepakbola Italia di mata dunia.

  • Iklan
  • Krisis Kepercayaan Wasit

    Insiden ini menyoroti krisis kepercayaan sistemik terhadap standar perwasitan di Serie A. Juventus merasa dirugikan oleh protokol VAR saat ini yang melarang intervensi teknologi pada keputusan kartu kuning, sebuah celah aturan yang membuat pengusiran Kalulu tidak dapat dikoreksi meski terbukti salah di layar kaca.

    Protes Juventus menambah panjang daftar keluhan klub-klub top musim ini, setelah sebelumnya Daniele De Rossi, Gian Piero Gasperini, dan Antonio Conte juga menyuarakan ketidakpuasan serupa. Manajemen Bianconeri menegaskan bahwa infrastruktur perwasitan saat ini tertinggal jauh dari kualitas kompetisi dan menuntut perubahan radikal, bukan sekadar janji perbaikan.

  • Chiellini dan Comolli Mengamuk

    "Kami tidak bisa bicara soal sepakbola setelah apa yang terjadi hari ini," tegas Chiellini kepada Sky Sport Italia dengan nada tinggi. "Sesuatu yang benar-benar tidak dapat diterima terjadi hari ini, tidak peduli apakah itu menimpa kami atau orang lain. Mulai besok agaknya VAR harus berubah, karena tidak dapat diterima bahwa begitu banyak kesalahan terus terjadi bahkan dalam pertandingan besar seperti ini."

    Mantan bek legendaris itu melanjutkan, "Kami sudah mencoba mengatakan sejak awal musim bahwa level wasit tidak memadai, dan sayangnya inilah tontonan yang kami tunjukkan kepada dunia hari ini. Ini terjadi pada banyak tim musim ini, kami harus berubah, kami tidak bisa terus menunda-nunda seperti yang selalu kami lakukan di sepakbola Italia."

    Chiellini kemudian menargetkan Gianluca Rocchi secara langsung: "Jika Anda ingin memperjelasnya, sudah jelas bahwa kelompok wasit ini tidak bekerja dengan baik, jadi jika Rocchi terus mengatakan dia akan pergi, maka kita akan lihat sekarang apakah dia benar-benar pergi. Jelas La Penna tidak sanggup memimpin pertandingan ini."

    Damien Comolli turut menambahkan pandangan klub dengan emosional: "Jelas, sebagai klub kami merasa hari ini sangat memalukan. Memalukan apa yang terjadi hari ini, dan kami merasakan hal yang kuat sebagai klub mulai dari kepemilikan, penggemar, pemain, hingga pelatih, ini tidak boleh terjadi lagi."

    "Ini terjadi lagi dan lagi, lagi dan lagi, malam ini adalah ringkasan dari apa yang telah kami lihat musim ini. Untuk pertandingan seperti ini, dengan seluruh dunia menonton, ini sungguh memalukan," keluh Comolli.

    "Sangat sulit menerima ketidakadilan seperti ini, sangat sulit. Kami harus mengatakan sesuatu. Saya tidak berbicara dengan para pemain, saya hanya mengatakan 'kerja bagus', mereka bertarung dengan sangat baik, tetapi saya rasa kita tidak bisa bicara soal sepakbola malam ini. Pelatih sangat frustrasi dan kecewa, ini benar-benar tidak dapat diterima," pungkas Comolli.

  • Celah Aturan VAR

    Saat diusir keluar, Kalulu sempat membuat gestur 'VAR' dengan tangannya, namun wasit video tidak bisa melakukan intervensi. Hal ini disebabkan oleh protokol IFAB saat ini yang melarang VAR meninjau insiden yang berujung pada kartu kuning, termasuk kartu kuning kedua yang menyebabkan kartu merah, sebuah aturan yang kini didesak untuk direvisi.

    Ketegangan ini sebenarnya sudah terbangun sejak pekan lalu, di mana Spalletti juga mengeluhkan standar wasit di Serie A dan Coppa Italia. Absennya Spalletti di hadapan media pasca-laga Inter vs Juventus adalah bentuk protes diam sekaligus strategi klub untuk membiarkan manajemen yang melancarkan "serangan" terhadap otoritas wasit.

  • Menanti Respons Otoritas

    Tekanan kini berada di pundak Gianluca Rocchi dan Asosiasi Wasit Italia (AIA) untuk merespons tuntutan mundur dari Juventus. Otoritas sepakbola Italia dan IFAB mungkin akan dipaksa untuk mempercepat evaluasi aturan VAR, termasuk wacana memberikan pelatih hak untuk meminta tinjauan ulang (challenge) dalam jumlah terbatas.

    Sementara itu, Juventus harus menelan pil pahit kehilangan poin krusial dalam perburuan gelar dan kehilangan Kalulu untuk laga berikutnya. Manajemen berharap sikap keras mereka kali ini dapat menjadi katalisator perubahan nyata dalam standar kepemimpinan wasit di sisa musim kompetisi.

0