Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Perugia v ParmaGetty Images Sport
Diterjemahkan oleh

Perugia baru era Alessandro Gaucci: pertunjukan, kebangkitan, kontroversi, dan skorsing

Perugia yang baru, dibentuk hanya beberapa hari menjelang laga resmi pertama musim ini dan "dirakit" untuk kembali menghibur penonton di stadion. Baru-baru ini, proses pengambilalihan yang memungkinkan Alessandro Gaucci, melalui grup "ArenaCuri", menjadi pemilik klub sekaligus sosok utamanya di hadapan publik telah rampung. Ia masih menunggu kesempatan untuk menjabat sebagai presiden. Bagi para pendukung Perugia, ini seperti kembali ke masa lalu. Setelah bertahun-tahun berlalu, mereka masih mengenang kiprah ayahnya, Luciano, pemilik Grifo dei Miracoli, yang pernah diperkuat pemain sekaliber Hidetoshi Nakata, Milan Rapaic, dan Zisis Vryzas, untuk menyebut beberapa nama.

  • PERGANTIAN KEPEMILIKAN

    Konsorsium tersebut dan Javier Faroni, yang kini bukan lagi orang nomor satu di klub, telah menandatangani "perjanjian awal untuk penjualan seluruh saham" pada 3 Agustus lalu. Dengan demikian, manajemen baru dapat segera bergerak di bursa transfer dan membentuk tim yang mampu bersaing di Lega Pro serta memperebutkan tempat di zona playoff. "Kami harus merombak hampir seluruh skuad, tidak banyak pemain yang tersisa," ujar Gaucci. Di kursi pelatih, Giovanni Tedesco yang dipecat (sosok legendaris klub dengan total 183 penampilan mengenakan seragam merah-putih) digantikan oleh Aimo Diana, yang dalam waktu singkat mendapat banyak pemain tambahan.



  • Penguatan untuk Diana

    Manajemen klub ingin membentuk ruang ganti yang beragam dengan merekrut pemain berpengalaman yang bisa langsung memberikan kontribusi nyata bagi tim, sekaligus pemain muda potensial untuk dikembangkan dan dimaksimalkan potensinya. Kelompok pertama mencakup, antara lain, gelandang berusia 32 tahun Elvis Kabashi (yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Diana di Renate dan Reggio Emilia), penyerang berusia 30 tahun Pelle van Amersfoort (mantan pemain Heerenveen), dan pemain sayap berusia 28 tahun Andrea Cisco (dipinjam dari Union Brescia). Sementara itu, kiper Radoslaw Zelezny (dari Roma), bek kiri Dimitar Papazov (Bologna), dan gelandang bertahan Gabriele Conti (dari Fiorentina) sama-sama berusia 20 tahun.

  • PERFORMA PERUGIA

    Laga perdana mereka, yang berlangsung pada Ferragosto dalam putaran pertama Coppa Italia, berakhir buruk dan membuat mereka tersingkir dari turnamen. Di liga, tim asal Umbria mengawali dengan baik dan mencatatkan tiga hasil tanpa kekalahan secara beruntun: dua kemenangan atas Ostiamare dan Pineto, diselingi hasil imbang saat bertandang ke markas Vis Pesaro. Setelah itu, mereka menelan tiga kekalahan beruntun dari Ravenna, Spezia, dan Grosseto, lalu meraih kemenangan atas Reggiana dan Gubbio. Terakhir, pada Minggu, anak asuh Diana dikalahkan Vado dalam pertandingan yang memicu sejumlah kontroversi dan kemarahan Gaucci terhadap wasit Vincenzi ("ia tidak beriktikad baik"). Pernyataan itu berakibat mahal bagi Gaucci sendiri, yang dijatuhi skorsing selama tiga bulan oleh Hakim Olahraga.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Posisi di klasemen dan prospek ke depan

    Perugia saat ini menempati posisi kedelapan Grup B Serie C dengan 13 poin, terpaut sangat jauh dari pemuncak klasemen Spezia (25), tetapi tetap berada di zona playoff. Manajemen berharap performa tim meningkat seiring berjalannya pekan, sembari menunggu bursa transfer paruh musim. "Bursa transfer Januari akan penting", kata Gaucci pada Agustus. "Jika kami berada di papan atas, kami sudah sepakat dengan para pemegang saham untuk kembali mengeluarkan dana guna memberi dorongan tambahan. Kami harus kembali bermimpi." Gaucci juga telah menyuntikkan 800 ribu euro ke kas klub untuk mengamankan neraca keuangan dan menjamin stabilitas ekonomi serta finansial klub. Ke depan, mereka akan berupaya memperluas proyek tersebut dengan mendirikan akademi internasional dan membangun lapangan beratap. Perugia kembali menengok masa lalu demi memimpikan masa depan gemilang bersama keluarga Gaucci. Kontroversi dan aksi-aksi heboh dalam konferensi pers pun hampir pasti akan kembali muncul.

Pertandingan berikutnya