Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Vasco Da Gama v Santos - Brasileirao 2026Getty Images Sport
Diterjemahkan oleh

Perseteruan Neymar dan Thiago Mendes memanas lagi saat bintang Vasco mengabaikan superstar Santos dalam momen jabat tangan dingin

  • Penolakan yang mengguncang Brasil

    Ketegangan sudah tinggi di São Januário bahkan sebelum peluit kick-off laga antara Vasco dan Santos dibunyikan. Saat salam tradisional sebelum pertandingan, Mendes sengaja membiarkan Neymar "gantung", menolak menjabat tangan nomor 10 Santos tersebut.

    Momen itu tertangkap kamera dan dengan cepat menjadi viral, memicu akun media sosial resmi Neymar merespons dengan emoji ratapan. Suasana semakin memanas oleh para pendukung tuan rumah, saat torcedores membagikan topeng Neymar yang sedang menangis.

    Sahabat dekat Neymar, Jota Amancio, tidak menahan diri dalam kritiknya terhadap gelandang Vasco tersebut. Mengutip sentimen terkenal dari legenda Brasil Ronaldinho, Amancio menggunakan media sosial untuk melontarkan sindiran kepada Mendes.

    Ia merujuk pada sebuah kisah yang melibatkan Zlatan Ibrahimovic dan Ronaldinho, ketika yang terakhir menyatakan bahwa para superstar sejati umumnya santai, sementara pemain yang levelnya lebih rendah sering kali memiliki ego.

  • Iklan
  • FBL-FRA-LIGUE1-LYON-PSGAFP

    Hubungan panas dari Paris dan Lyon

    Permusuhan antara dua pemain Brasil itu bukan perkembangan baru, melainkan berakar dari insiden keras pada 2020 dalam laga Ligue 1 antara Paris Saint-Germain dan Lyon.

    Pada kesempatan itu, Mendes dikartu merah akibat tekel ceroboh yang membuat Neymar mengalami keseleo pergelangan kaki serius. Meski Mendes saat itu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, insiden tersebut meninggalkan bekas yang bertahan lama.

    "Seorang pemain melakukan tekel gunting yang tidak bertanggung jawab dan keras dari samping, melewati ruang fisik pemain lain tanpa ada opsi bertahan sekalipun. Kami tidak menyikapi hal ini sepanjang pertandingan, ketika Neymar mengalami rotasi tekel yang biasa, dan selalu keras, dan dengan ini, kami memberi makan tipe pemain dan sikap seperti ini. Dengan cara ini, sepak bola benar-benar akan kalah. SAMPAI KAPAN YANG DISALAHKAN ADALAH KORBANNYA?" tulis Neymar Senior saat itu.

  • Perang kata-kata di São Januário

    Persaingan itu kembali berlanjut awal tahun ini ketika kedua pemain kembali ke sepak bola Brasil, yang memicu konfrontasi panas pada babak pertama dalam pertemuan terbaru. Neymar tampak frustrasi akibat sebuah pelanggaran dan menghadapi Mendes, yang berujung pada kontak fisik ketika Neymar jatuh ke tanah setelah Mendes menyentuh wajahnya.

    Kedua pemain sama-sama menerima kartu kuning atas peran mereka dalam keributan tersebut, tetapi adu mulut terus berlanjut hingga ke lorong pada jeda babak pertama.

    Berbicara kepada media setelah insiden spesifik itu, Neymar memberikan penilaian blak-blakan terhadap karakter lawannya. "Dia selalu ingin memulai masalah, dia selalu ingin bertingkah seperti pria tangguh, selalu seperti itu. Dengan segala hormat, dia idiot," kata Neymar kepada Sportv.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Vasco Da Gama v Atletico Mineiro - Copa Do BrasilGetty Images Sport

    Provokasi dan jalan ke depan

    Permusuhan di tribun mencerminkan gesekan di lapangan, dengan suporter Vasco menjadikan Neymar sebagai sasaran sepanjang sore. Pembagian topeng provokatif dan sambutan bermusuhan saat pemanasan menyoroti betapa personal rivalitas ini telah menjadi bagi para pemain maupun basis suporter yang terlibat.

    Seiring musim Brasileirão berlanjut, kedua klub menghadapi agenda penting di level kontinental dan domestik. Vasco dijadwalkan menghadapi Olimpia di CONMEBOL Sudamericana sebelum laga liga berat melawan Palmeiras. Sementara itu, Santos akan berupaya bangkit dalam laga Sudamericana mereka sendiri melawan Macará.