Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
el clasico Kylian Mbappe  Lamine Yamal (C)Getty Images
Diterjemahkan oleh

Perebutan Ballon d'Or: Akankah Kemitraan Historis Real Madrid dan Barcelona Terurai, atau Lequin Punya Pendapat Lain?

Semua mata tertuju ke ibu kota Inggris, London, tempat berlangsungnya upacara penghargaan Ballon d'Or 2026 malam ini, dalam sebuah persaingan yang bisa jadi membawa babak baru dalam sejarah penghargaan individu terpenting di dunia sepak bola.

Dua raksasa Real Madrid dan Barcelona sama-sama imbang dalam jumlah raihan penghargaan bergengsi ini, dengan koleksi 12 kali untuk masing-masing klub, berdasarkan perhitungan para pemain yang memenangkannya saat membela setiap tim.

Lantas, akankah salah satu raksasa Spanyol tersebut berhasil memecah kebuntuan dan sendirian memuncaki daftar, ataukah Harry Kane, penyerang Bayern Munich, punya pendapat lain yang mengubah peta persaingan?

  • Mbappe harapan Real Madrid

    Real Madrid memiliki rekam jejak yang kaya akan peraih Ballon d'Or, di mana Alfredo Di Stefano meraihnya dua kali pada 1957 dan 1959, lalu Raymond Kopa menambah penghargaan tersebut pada 1958, sebelum Luis Figo meraih gelar itu pada 2000, Ronaldo Nazario pada 2002, dan Fabio Cannavaro pada 2006.

    Era modern juga menyaksikan kecemerlangan Cristiano Ronaldo dengan seragam klub kerajaan tersebut, setelah ia memenangkan Ballon d'Or sebanyak 4 kali selama periodenya bersama Real Madrid, yakni pada 2013, 2014, 2016, dan 2017, sebelum Luka Modric menambah penghargaan pada 2018, kemudian Karim Benzema pada 2022, sehingga total raihan klub mencapai 12 penghargaan.

    Kylian Mbappe memiliki peluang untuk menambahkan namanya ke dalam daftar ini, jika ia berhasil meraih penghargaan 2026, yang bisa memberikan Real Madrid keunggulan historis atas rival mereka Barcelona, sekaligus mengakhiri hasil imbang yang kini terjadi antara kedua klub.

  • Barcelona dan Messi: Dominasi yang Mengukir Sejarah

    Di sisi lain, Barcelona memiliki daftar yang tak kalah gemilang, dimulai dengan Luis Suarez Miramontes, yang memenangi Ballon d'Or pada 1960, lalu Johan Cruyff, yang meraihnya dua kali pada 1973 dan 1974, sebelum Hristo Stoichkov menambahkan penghargaan itu pada 1994, Rivaldo pada 1999, dan Ronaldinho pada 2005.

    Namun, bagian terbesar dari kejayaan klub Catalan itu datang berkat Lionel Messi, yang meraih Ballon d'Or sebanyak enam kali saat membela Barcelona, yaitu pada 2009, 2010, 2011, 2012, 2015, dan 2019, sehingga total penghargaan klub mencapai 12, sama dengan Real Madrid.

    Barcelona berharap Lamine Yamal dapat melanjutkan warisan ini, sebab kemenangannya atas penghargaan tersebut akan memberikan klub Catalan itu gelar ke-13 dan menjadikannya memuncaki daftar sejarah sendirian, alih-alih membiarkan Real Madrid menjauh darinya.

  • Apakah Kane yang akan merebutnya?

    Kane: Pesaing yang Bisa Menunda Penentuan


    Di tengah persaingan Spanyol, Harry Kane muncul sebagai pesaing yang mampu mengubah keadaan, setelah menampilkan musim yang luar biasa bersama Bayern Munich dan timnas Inggris, mencetak 73 gol bersama klub dan timnas tersebut, menurut angka-angka yang beredar dalam konteks persaingan memperebutkan penghargaan ini.

    Kane juga dinobatkan sebagai peraih Sepatu Emas Eropa untuk musim 2025-2026, dan berkontribusi dalam kesuksesan domestik Bayern Munich, sementara pengaruhnya meluas hingga ke Liga Champions Eropa, meskipun perjalanan tim terhenti di babak semifinal.

    Penyerang Inggris itu mendapat dukungan yang jelas dari para petinggi Bayern Munich, di mana CEO klub, Jan-Christian Dreesen, mengungkapkan kemungkinan kebahagiaannya jika Kane memenangi Ballon d'Or, seraya menyatakan bahwa gol-gol rekornya bersama klub dan timnas Inggris memberinya alasan kuat untuk bersaing.

    Di antara ambisi Mbappe untuk memberikan Real Madrid keunggulan historis, dan keinginan Yamal untuk mempertahankan Barcelona di puncak, berdiri peluang Kane untuk merebut penghargaan tersebut dan menjaga kedua klub tetap pada jarak yang sama.

    Lalu, akankah London menyaksikan berakhirnya kemitraan historis antara dua raksasa Spanyol itu, ataukah penyerang Inggris itu akan menunda penentuan persaingan ini ke lain waktu?

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Baca juga:

    Saat yang Menentukan: Pembaca Kooora Memprediksi Peraih Ballon d'Or
    Lewat Suara: Para Editor Kooora Memilih Peraih Ballon d'Or