Manchester City v Newcastle United - Premier LeagueGetty Images Sport

Pep Guardiola Kejutkan Suporter Brescia, Hadir Langsung Di Stadion Saksikan Kemenangan Atas Pro Patria

  • Kunjungan Pribadi untuk Teman Lama

    Kunjungan tak terduga ini terjadi hanya berselang 24 jam setelah Guardiola memimpin anak asuhnya meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Newcastle United. Alih-alih tetap berada di Inggris untuk memantau perkembangan rival terberatnya, Arsenal, yang tengah bertanding melawan Tottenham Hotspur dalam laga derbi London Utara, Guardiola memilih untuk terbang ke Italia. Lawatan ini murni merupakan perjalanan personal dan sama sekali tidak berkaitan dengan pemantauan bakat pemain ataupun urusan profesional kepelatihan.

    Tujuan utama pelatih karismatik tersebut adalah untuk merayakan hari ulang tahun sahabat dekatnya, Edoardo Piovani, yang saat ini menjabat sebagai manajer klub di bawah kepemilikan Giuseppe Pasini. Guardiola terlihat duduk santai di sky box Feralpi pada tribun utama bersama mantan gelandang asal Islandia Birkir Bjarnason, yang baru saja pensiun di Brescia musim lalu. Tindakan ini merupakan implementasi langsung dari instruksi yang ia berikan kepada para pemainnya di Manchester: mengambil libur tiga hari penuh dan benar-benar melepaskan diri dari segala tekanan kompetisi yang melelahkan.

  • Iklan
  • Ikatan Emosional dengan Biancazzurri

    Hubungan emosional antara sang pelatih dan klub berjuluk Biancazzurri ini telah terjalin sangat kuat sejak awal era milenium. Menyusul kepergiannya dari Barcelona, Guardiola menghabiskan periode yang transformatif dalam karier bermainnya di Lombardia. Ia membela panji Brescia sepanjang musim 2000/01 dan paruh pertama tahun 2003. Pada masa keemasan tersebut, ia mencatatkan 26 penampilan serta menyumbangkan tiga gol, bermain bahu-membahu bersama deretan legenda sepakbola Italia seperti Roberto Baggio dan Luca Toni di kasta tertinggi Serie A.

    Pemandangan saat ia menyaksikan Union Brescia melawan Pro Patria di divisi ketiga tentu jauh berbeda dari gemerlap malam-malam Serie A di masa lalunya. Menariknya, ini merupakan kemunculan perdana Guardiola secara langsung di markas Brescia sejak November 2011, ketika tim tersebut masih ditangani oleh manajer Scienza. Kedatangannya kali ini bertepatan dengan masa transisi besar bagi klub yang baru saja bangkit dari keterpurukan dan bereinkarnasi sebagai entitas baru bernama Union Brescia.

  • Masa Kelam dan Awal yang Baru

    Sejarah kelam menyelimuti komunitas sepakbola di kota tersebut sebelum Union Brescia akhirnya lahir kembali. Klub orisinal yang dahulu pernah dibela oleh Guardiola sempat mengalami kebangkrutan tragis akibat kegagalan melunasi utang sebesar tiga juta euro. Setelah nyaris lolos dari jerat degradasi di atas lapangan, mereka dijatuhi hukuman pengurangan empat poin dan pada akhirnya gagal memenuhi persyaratan finansial untuk bertahan di liga profesional. Masa penuh ketidakpastian itu perlahan usai ketika klub bereinkarnasi dan terpaksa memulai langkah baru dari kasta Serie C.

    Kendati harus merangkak dari bawah, gairah dan loyalitas suporter lokal tidak pernah padam. Di hadapan tatapan Guardiola, skuad Union Brescia sukses mengamankan kemenangan krusial 3-2 atas tim papan bawah, Pro Patria. Hasil positif ini sangat vital dalam menjaga asa mereka untuk mengunci tiket promosi dan kembali mencicipi persaingan kompetitif di Serie B untuk pertama kalinya sebagai sebuah klub yang baru dibentuk. Kehadiran tamu kehormatan sekaliber Guardiola jelas menyuntikkan motivasi berlipat ganda bagi para pemain yang tengah bertarung di lapangan.

  • Masa Depan di Italia atau Sekadar Liburan?

    Kemunculan tiba-tiba Guardiola di ranah Italia tak pelak memicu gelombang spekulasi ringan di kalangan penggemar dan media setempat. Mengingat kontraknya bersama City akan resmi berakhir pada pengujung musim ini, serta penguasaannya yang fasih terhadap bahasa Italia, banyak pihak mulai mempertanyakan apakah karier manajerial di Serie A tengah masuk dalam pertimbangannya. Namun, untuk saat ini, lawatan tersebut tampaknya murni sebagai jeda relaksasi yang sangat layak didapatkan oleh seorang pelatih yang telah menyapu bersih segala trofi bergengsi di daratan Inggris.

    Setelah masa liburannya usai, Guardiola harus segera kembali ke Manchester dan menghadapi kenyataan bahwa tim asuhannya kini tertinggal dari Arsenal, yang sukses melibas Spurs dengan skor telak 4-1 selama masa absensinya. Jarak poin di puncak klasemen Liga Primer pun semakin melebar, menandakan bahwa tuntutan besar akan segera menyambutnya begitu masa rehat tiga hari tersebut berakhir. Akan tetapi, untuk satu sore yang cerah di bulan Februari itu, segala hiruk-pikuk perebutan gelar juara berhasil ditepikan sejenak demi kebahagiaan sederhana: merayakan ulang tahun seorang kawan dan melihat mantan klubnya memetik kemenangan.

0