GFXID Cover Liverpool & West HamGoal/Guinness

Pemain Top Yang Pernah Membela Liverpool & West Ham United

Transfer pemain yang melibatkan Liverpool dan West Ham United tidak sulit untuk dilacak keberadaannya. Sepanjang sejarah, sudah ada 19 pemain yang pernah ditransfer dari Anfield ke Upton Park atau sebaliknya. Sepuluh pemain lain juga pernah merasakan berseragam The Reds dan The Hammers.

Jelang duel seru West Ham dan Liverpool di London Stadium, Selasa (5/1) dini hari WIB, Goal menghadirkan sejumlah pemain yang pernah membela panji kedua klub itu di era Liga Primer Inggris. Mana menurut Anda yang paling berkesan?

GFXID Liverpool & West Ham
  • Craig Bellamy FC Liverpool Norwich City Premier League 04282012Getty

    1Pemain Lain

    Berikut adalah pemain lain yang pernah membela kedua klub di era Liga Primer Inggris. Masihkah Anda ingat dengan mereka?

    • Don Hutchison
    • Neil Ruddock
    • Rob Jones
    • Paul Ince
    • David James
    • Rigobert Song
    • Robbie Keane
    • Craig Bellamy
    • Paul Konchesky
    • Victor Moses
  • Iklan
  • Andy Carroll West Ham 2018-19Getty Images

    2Andy Carroll

    Satu-satunya pemain dalam daftar ini yang masih aktif bermain di Liga Primer Inggris. Namun, Andy Carroll akan selamanya dikenang sebagai salah satu pembelian terburuk Liverpool.

    Diboyong dengan status pemain Inggris termahal sepanjang sejarah (£35 juta) pada Januari 2011, Carroll bukan hanya gagal menunaikan tugasnya sebagai suksesor Fernando Torres. Ia lebih banyak menepi karena cedera sebelum servisnya tak lagi dibutuhkan oleh Brendan Rodgers.

    Ia kemudian dipinjamkan ke West Ham pada musim panas 2012 sebelum dipermanenkan setahun berikutnya. Cedera masih menghantui Carroll di West Ham, tapi setidaknya striker bertubuh bongsor ini masih memiliki klub yang bersedia memakai tenaganya.

  • Alvaro Arbeloa LiverpoolGetty

    3Alvaro Arbeloa

    Didatangkan pada Januari 2007 dari Deportivo La Coruna, Alvaro Arbeloa terbukti menjadi salah satu rekrutan bagus Liverpool di era Rafa Benitez.

    Ia menjadi bek kanan andalan selama dua setengah musim di Anfield, termasuk bermain di final Liga Champions 2007 dan membantu Liverpool finis kedua di EPL 2008/09. Arbeloa kemudian bergabung ke Real Madrid pada musim panas 2009.

    Tujuh tahun berselang, di usia 33 tahun, Arbeloa kembali ke Inggris dengan memperkuat West Ham. Namun, cedera membuat full-back Spanyol hanya bermain di empat laga kompetitif sebelum memutuskan gantung sepatu pada Juni 2017.

  • Glen Johnson LiverpoolGetty Images

    4Glen Johnson

    Glen Johnson merupakan salah satu lulusan berbakat dari akademi West Ham. Namun, degradasi yang diderita The Hammers pada 2003 membuatnya meninggalkan klub. Ia lalu berkarier di Chelsea dan Portsmouth sebelum direkrut Liverpool pada 2009.

    Dalam debutnya di Anfield, Johnson terpilih sebagai man of the match berkat torehan satu gol dan satu assist melawan Stoke City. Sebagai pengganti Alvaro Arbeloa, ia mampu melakukan tugasnya dengan baik selama enam tahun berkarier di Liverpool.

    Namun, tabiat Johnson yang kurang profesional membuatnya dilepas ke Stoke City pada 2016. Pertengahan Januari lalu, di usia 34 tahun, Johnson memutuskan untuk pensiun.

  • Stewart Downing | West HamGetty Images

    5Stewart Downing

    Stewart Downing mungkin menjadi salah satu pemain yang memiliki karier biasa saja di Liverpool, tidak jelek tapi juga tidak terlalu berkesan. Sebagai winger, Downing punya dua atribut penting: kecepatan dan kaki kiri. Ia juga sempat dimainkan sebagai bek kiri di era Brendan Rodgers.

    Setelah dua tahun memperkuat Liverpool, Downing kemudian dijual ke West Ham pada musim panas 2013. Kariernya di West Ham juga tidak terlalu mengesankan dan hanya bertahan dua musim bersama The Hammers.

    Saat ini, Downing tengah menikmati masa senjanya di klub masa kecilnya, Middlesbrough.

  • Joe Cole in action for West HamGetty

    6Joe Cole

    Joe Cole merupakan talenta tak terbantahkan ketika berada di West Ham. Ia disebut-sebut sebagai jelmaan Paul Gascoigne berkat skill oke dan agresivitasnya saat bermain.

    Ketika West Ham terdegradasi pada 2003, ia memilih hengkang ke Chelsea dan kariernya ikut berkembang. Liverpool kemudian menggaetnya pada 2010 dan langsung memberinya nomor punggung 10. Sayang, saat itulah Cole mengalami masa surut.

    Ia langsung dikartu merah dalam debutnya di EPL kontra Arsenal. Performanya tidak pernah pulih sejak saat itu, Ia cuma bertahan dua tahun di Anfield, dipinjamkan ke Lille, sebelum dilepas gratis ke West Ham pada Januari 2013. Ia pensiun pada November tahun lalu.

  • 2009 Yosi Benayoun Real Madrid Liverpool Champions LeagueGetty Images

    7Yossi Benayoun

    Sampai saat ini, mendengar tentang sepakbola Israel, kita akan langsung tertuju pada satu nama: Yossi Benayoun. Ya, Benayoun punya tempat tersendiri di hati pencinta sepakbola Inggris.

    Petualangannya di Inggris dimulai pada 2005 ketika ia bergabung dengan tim promosi West Ham. Ia membantu The Hammers melaju ke final Piala FA 2006 di mana mereka harus kalah adu penalti dari Liverpool.

    Ia kemudian pindah ke Liverpool pada 2007. Meski jarang diturunkan starter oleh Rafa Benitez, gelandang serang Israel ini tetap menciptakan banyak gol. Ia bahkan menjadi pemain Liverpool pertama yang mampu mengemas tiga hat-trick di EPL, Liga Champions, dan Piala FA.

  • Neville's Liverpool XI Javier MascheranoGetty Images

    8Javier Mascherano

    Barangkali merupakan salah satu transfer terbaik sepanjang masa Liverpool. Setelah lepas dari situasi kontroversialnya di West Ham, Javier Mascherano langsung menjadi andalan di skuat Liverpool arahan Rafa Benitez.

    Tiga setengah tahun berkarier di Anfield, Mascherano berkembang menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia. Kolaborasinya bareng Steven Gerrard dan Xabi Alonso membuat lini tengah The Reds begitu disegani.

    Pemain Argentina ini kemudian hengkang ke Barcelona pada musim panas 2010.

  • Titi Camara - LiverpoolGetty

    9Titi Camara

    Meski cuma satu setengah musim di Liverpool, Titi Camara langsung menjadi cult hero bagi fans. Didatangkan dari Marseille pada musim panas 1999, striker asal Guinea ini mampu menandai debutnya dengan gol kontra Sheffield Wednesday. Sejumlah gol spektakuler juga mampu ia bukukan.

    Namun, golnya yang paling berkesan terjadi pada Oktober 1999 melawan West Ham. Tepat sebelum kick-off laga itu, Camara mendapat kabar bahwa ayahnya meninggal. Selepas sontekan jarak dekatnya membobol jala West Ham, ia langsung berlutut di lapangan dan menutupi mukanya. Camara menangis emosional sembari diiringi tepukan membahana publik Anfield.

    Camara kemudian pindah ke West Ham pada Desember 2000. Sayang, kariernya bersama The Hammers tidak terlalu cemerlang. Dua setengah musim di Upton Park, ia minim mendapatkan kesempatan bermain dan gagal mencetak gol.