Babi Thiao, pelatih tim nasional Senegal, terus memancing emosi para pendukung Maroko menjelang pertandingan melawan Irak pada Jumat malam, yang menjadi penutup babak penyisihan grup Piala Dunia 2026.
Senegal telah kalah dalam dua pertandingan pertamanya di Piala Dunia, melawan Prancis dan Norwegia, dan nasib serupa kembali menimpa mereka saat menghadapi Irak.
Surat kabar "L'Équipe" memuat pernyataan Thiaw dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis malam.
Pelatih "Singa Teranga" itu menegaskan bahwa ia masih yakin situasi dapat membaik dan timnya masih bisa merebut tiket lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Thiao mengatakan, “Kekalahan melawan Norwegia sangat menyakitkan. Kami telah mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan itu, tetapi pada akhirnya kami kalah.”
Ia menambahkan, “Kami telah melupakan hal itu, dan tim sangat bersemangat untuk meraih kemenangan demi rakyat kami dan demi bendera kami. Kami ingin pulang sebagai pemenang… Semua orang mengandalkan kami, dan kami harus membuktikan bahwa kami adalah juara Afrika.”
Mungkin pernyataan ini akan memicu reaksi dari pihak Maroko, menyusul keputusan CAF yang mencabut gelar Piala Afrika 2025 dari Senegal dan memberikannya kepada “Singa Atlas”.



