Article continues below
Article continues below
Article continues bel
Getty Images SportArticle continues below
Article continues below
Article continues bel
Ketika ditanya pemain Real Madrid mana yang ingin ia boyong ke Camp Nou, Pedri tak butuh waktu lama untuk menjawab. Gelandang andalan Barcelona itu langsung menyebut nama Kylian Mbappe.
“Kalau saya bisa merekrut satu pemain Real Madrid untuk Barcelona, siapa? Kylian Mbappe,” ujarnya tegas di El Hormiguero. Ferran Torres, yang kerap beroperasi di area serang yang mirip dengan Mbappe, langsung mengangguk setuju. “Ya, Mbappe,” katanya singkat.
Pilihan itu bukan tanpa alasan. Sejak pindah secara gratis dari Paris Saint-Germain, Mbappe tampil menggila dengan torehan 82 gol dari 92 pertandingan. Pun sebelum mengenakan seragam putih Real Madrid, kapten timnas Prancis itu sudah lebih dulu menjadi mimpi buruk Blaugrana di kompetisi Eropa, dengan enam gol hanya dari empat penampilan termasuk saat mencetak hat-trick ke gawang mereka pada babak 16 besar UCL 2020/21.
AFPNamun, peruntungan top skor sepanjang masa PSG itu justru berubah total semenjak mewujudkan mimpinya bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2024. Mbappe memang memiliki torehan enam gol dalam enam pertemuan melawan Barca di El Clasico lintas ajang, namun ia baru satu kali memetik kemenangan sementara selalu kalah di lima laga sisanya. Pada pertemuan terakhir dua musuh bebuyutan ini, El Real dipecundangi 3-2 di final Piala Super Spanyol pada awal Januari lalu, yang berujung pada pemecatan Xabi Alonso.
Mbappe masih punya setidaknya satu kesempatan lagi untuk memperbaiki rekornya melawan Barca, ketika Madrid yang kini dipimpin Alvaro Arbeloa berkunjung ke Camp Nou pada 11 Mei mendatang. Laga tersebut diprediksi bakal berjalan panas dan sengit, mengingat gelar La Liga bisa menjadi taruhannya dengan kedua tim hanya terpaut satu poin di dua besar klasemen.
Meski mengagumi Mbappe, Torres tak lupa memberi sanjungan kepada rekan setimnya sendiri. Dalam kesempatan yang sama, ia menyebut Pedri sebagai sosok paling vital dalam proyek Hansi Flick musim ini.
“Kami sangat merasakannya saat dia tidak bermain. Dia memberi kami banyak hal. Terlihat jelas ketika dia absen. Kami tak boleh terlalu bergantung padanya,” ujar mantan penyerang Manchester City tersebut. Barcelona sendiri tengah menjaga momentum di puncak klasemen. Kemenangan 3-0 atas Levante membuat mereka kembali menyalip Real Madrid, setelah tim asuhan Arbeloa tergelincir melawan Osasuna.
Di balik permainan atraktif di lapangan, Flick menerapkan standar disiplin tinggi di ruang ganti Camp Nou. Soal ketepatan waktu, pelatih asal Jerman itu benar-benar tak memberi toleransi. “Datang terlambat, bahkan satu menit, adalah bentuk tidak hormat kepada rekan setim,” tegas Flick dalam pernyataannya beberapa waktu lalu. Musim lalu, Jules Kounde sempat beberapa kali dicadangkan akibat masalah ketepatan waktu.
Kini, pendekatan Flick sedikit berubah. Alih-alih sekadar mencadangkan pemain, ia menerapkan denda finansial. “Sekarang sedikit berbeda. Kalau terlambat, ada denda,” ungkap Pedri. Nominal dendanya pun tak main-main. Ferran membocorkan bahwa keterlambatan 10 menit pada hari pertandingan bisa berujung denda €40.000 atau nyaris Rp800 juta! Jumlah tersebut cukup untuk membuat para penggawa Blaugrana berpikir dua kali sebelum menekan tombol snooze di pagi hari, sekalipun mereka memperoleh gaji yang luar biasa besar.
“Saya tak bisa membayangkan kalau telat 20 menit berapa dendanya. Mungkin sekalian saja kirim foto ibuprofen [sebagai alasan sakit]!” canda Torres.
(C)Getty ImagesKini, Barcelona bersama Pedri dan Ferran akan bersiap menghadapi Villarreal di La Liga akhir pekan ini, sembari membidik kebangkitan dramatis di leg kedua semifinal Copa del Rey setelah tertinggal agregat 4-0 dari Atletico Madrid.