Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

1. FC Heidenheim v FC Bayern München - Preseason FriendlyGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Pakar medis berikan vonis setelah Jamal Musiala kolaps saat pertandingan Bayern Munich

  • Insiden beruntun yang mengkhawatirkan

    Musiala memicu kekhawatiran besar setelah ambruk di lapangan untuk kedua kalinya dalam empat hari saat Bayern Munich menang 3-0 atas Heidenheim dalam laga persahabatan. Pemain berusia 23 tahun itu tampak linglung dan membutuhkan perawatan medis sebelum dibantu keluar, setelah mengalami insiden serupa yang mengkhawatirkan saat melawan RB Leipzig.

    Direktur olahraga Max Eberl mengonfirmasi bahwa klub sepenuhnya mengetahui situasi tersebut dan mendukung sang pemain. Musiala kemudian merilis pernyataan yang mengungkapkan bahwa ia didiagnosis mengalami kejang absence sementara berdurasi singkat akibat disfungsi neurologis.

  • Iklan
  • 1. FC Heidenheim v FC Bayern München - Preseason FriendlyGetty Images Sport

    Ahli saraf memberikan analisis ahli

    Menyusul insiden tersebut, media Jerman BILD menghubungi Prof. Christoph Kleinschnitz, kepala neurologi di University Hospital Essen, untuk mendapatkan pandangan profesional.

    "Dari perspektif neurologis, ini berpotensi merupakan kejang epilepsi. Ini bisa menjadi bentuk epilepsi absans, karena gejala seperti periode singkat tidak responsif sesuai dengan kondisi tersebut," jelas ahli saraf terkemuka itu.

    "Namun, kami perlu mengetahui semua temuan dari pemeriksaan neurologis untuk membuat penilaian tersebut. Kondisi ini sangat bisa diobati, tetapi akan memerlukan terapi jangka panjang. Musiala bisa terus bermain sepak bola."

  • Mengatasi cedera dan hambatan kesehatan

    Kekhawatiran kesehatan terbaru ini muncul saat Musiala berupaya membangun momentum setelah melalui periode yang naik-turun dalam kariernya. Playmaker itu absen dalam bagian signifikan dari musim 2025-26 setelah mengalami patah fibula disertai pergelangan kaki yang terkilir dan patah saat Piala Dunia Antarklub melawan Paris Saint-Germain.

    Menyeimbangkan pemulihannya dari cedera ortopedi besar tersebut dengan menangani kondisi neurologis yang baru didiagnosis ini kini menjadi prioritas. Untungnya, para ahli menyatakan yakin bahwa masalah itu tidak akan menggagalkan karier profesionalnya dengan perawatan jangka panjang yang tepat.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • FC Bayern München v RB Leipzig - Telekom CupGetty Images Sport

    Menjelang kepulangannya

    Dengan Musiala menerima perawatan medis yang sangat baik dan menunjukkan optimisme terhadap rutinitasnya, perhatian kini beralih pada ketersediaannya untuk musim mendatang. Bayern Munich ingin pemain nomor 10 andalan mereka kembali sepenuhnya terintegrasi saat mereka memburu trofi di semua kompetisi.

    Klub, bersama keluarga dan teman-temannya, tetap berada di sisinya saat ia menjalani rencana perawatan yang sedang berlangsung. Para suporter berharap bisa melihatnya kembali ke lapangan dengan aman setelah staf medis memberikan lampu hijau terakhir untuk comeback-nya.