- Lamine Yamal dikantongi Mendes
- Mendes mengklaim Dembele lebih diunggulkan di persaingan Ballon d'Or
- Yamal menghilang di final Nations League
Getty Images Sport
Getty Images SportArticle continues below
Article continues below
Article continues below
Getty Images SportNuno Mendes mendapat tugas berat menghadapi bintang muda Barcelona Lamine Yamal saat Portugal melakoni laga final UEFA Nations League melawan Spanyol, Senin (9/6) dini hari WIB kemarin. Namun, bek kiri milik Paris Saint-Germain itu tampil solid sepanjang pertandingan dan berhasil melakukan apa yang gagal dilakukan bek-bek lain sepanjang musim lalu: meredam ancaman dari wonderkid 17 tahun tersebut.
Laga berakhir imbang setelah 120 menit dan dimenangkan Portugal lewat adu penalti, memastikan gelar Nations League kedua mereka. Mendes pun girang berhasil "mematikan" Yamal dalam duel itu.
Getty Images SportBerbicara kepada media seusai pertandingan, Mendes mengatakan: "Ini adalah duel seperti banyak duel lain yang saya hadapi musim ini. Saya sudah menghadapi banyak pemain hebat, yang sangat terampil secara teknis dan bisa membuat perbedaan, tapi hari ini saya berhasil mematikan Lamine Yamal dan mencegahnya melakukan aksi-aksi terbaiknya."
"Itu sangat membantu tim, dan saya senang bisa membantu tim memenangkan trofi ini. Kuncinya adalah konsistensi. Saya telah memainkan banyak pertandingan bagus, semua karena kerja keras pribadi dan kerja sama dengan para pelatih di PSG maupun Portugal."
Getty Images/GoalYamal sendiri saat ini menjadi salah satu kandidat kuat peraih Ballon d’Or 2025, bersaing ketat dengan rekan setim Mendes di PSG, Ousmane Dembele. Menariknya, Mendes menyebut Dembele lebih layak memenangi penghargaan tersebut karena kiprahnya di level klub.
Dia berkata: "Ballon d'Or? Saya bermain bersama Ousmane [Dembele], dan dia menjalani musim yang luar biasa. Lamine juga luar biasa musim kemarin, tapi Ousmane akan bermain di Piala Dunia Antarklub, sedangkan Lamine tidak. Jadi saya sangat senang untuk Ousmane."
"Dia sempat sering cedera di Barca sebelum pindah ke PSG, tapi dia pemain luar biasa. Saya sangat mengaguminya baik sebagai pemain maupun pribadi. Saya doakan yang terbaik untuknya dan saya bersama rekan-rekan akan membantunya meraih Ballon d'Or."
Pemain berusia 22 tahun itu memang sedang dalam performa impresif bersama PSG dan timnas Portugal, sampai ia digadang-gadang sebagai bek kiri terbaik saat ini. Namun, ia belum akan mendapat waktu istirahat panjang karena PSG dijadwalkan tampil di Piala Dunia Antarklub yang dimulai bulan ini.