Getty Images NewsJelang Piala Dunia 2026, New York Terima Kucuran Dana $17,2 Juta Untuk Tangkal Ancaman Drone Ilegal
Dana Keamanan Masif
Gubernur New York, Kathy Hochul, mengumumkan bahwa empat badan keamanan publik di wilayahnya telah menerima total dana lebih dari $17,2 juta (sekitar Rp288,6 miliar) melalui Program Hibah Counter-Unmanned Aircraft Systems (C-UAS). Dana ini diberikan khusus untuk melindungi perhelatan Piala Dunia FIFA 2026 dari ancaman penggunaan drone ilegal.
Keempat lembaga yang menerima kucuran dana tersebut adalah Polisi Negara Bagian New York (NYSP) sebesar $6,6 juta, Kepolisian New York City (NYPD) sebesar $6,4 juta, Otoritas Transportasi Metropolitan (MTA) sebesar $2,6 juta, dan Otoritas Pelabuhan (PANYNJ) sebesar $1,5 juta. Dana ini akan digunakan untuk membeli peralatan canggih yang mampu mendeteksi, melacak, dan memitigasi ancaman pesawat tanpa awak yang membahayakan keselamatan publik.
Strategi Komprehensif Hochul
Langkah ini merupakan bagian dari alokasi dana federal sebesar $250 juta untuk Tahun Anggaran 2026 yang disiapkan bagi negara-negara bagian tuan rumah Piala Dunia dan wilayah ibu kota nasional. Gubernur Hochul menyadari bahwa seiring canggihnya teknologi drone, risiko terhadap infrastruktur kritis dan kerumunan massa juga meningkat, sehingga diperlukan payung hukum dan teknologi yang lebih kuat.
Dalam Anggaran Eksekutif TA 2027, Hochul juga mendorong undang-undang baru yang membatasi area terbang drone dan memperluas wewenang penegak hukum untuk menindak ancaman drone yang kredibel. Proposal ini mencakup dana $5 juta bagi polisi untuk menguji coba penggunaan drone sebagai first responders, memungkinkan petugas menilai situasi dari udara sebelum tiba di lokasi kejadian demi keamanan bersama.
Pentingnya Inovasi Keamanan
"Seiring dengan evolusi teknologi, muncul cara-cara baru yang dapat digunakan untuk membahayakan orang lain," ujar gubernur Hochul. "Pendanaan ini akan sangat membantu menjaga warga New York tetap aman sekaligus memungkinkan perayaan bersejarah seperti Piala Dunia 2026 dan ulang tahun ke-250 negara kita dirayakan dengan aman dan terjamin."
Dukungan juga datang dari senator Kirsten Gillibrand dan perwakilan Pat Ryan. Ryan menegaskan urgensi teknologi ini, terutama setelah insiden penyusupan drone di Bandara Stewart tahun 2024. "Terutama menjelang Piala Dunia, kemampuan untuk mendeteksi drone dan memitigasi potensi ancaman bukan lagi sekadar pelengkap; ini adalah keharusan demi keselamatan publik," tegas Ryan.
Penjabat Komisaris Layanan Keadaan Darurat, Terry O’Leary, turut menambahkan bahwa kemampuan mitigasi ancaman udara sangat esensial untuk melindungi pertemuan massal. Ia mengapresiasi dukungan gubernur dalam menerapkan pendekatan inovatif guna memastikan perayaan musim panas mendatang dapat berjalan lancar tanpa gangguan keamanan.
Sejarah Baru Piala Dunia
Piala Dunia FIFA 2026 akan mencatatkan sejarah sebagai turnamen pertama yang diselenggarakan oleh tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Sebanyak 16 kota di ketiga negara tersebut akan menjadi tuan rumah pertandingan yang berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Meksiko akan mengukuhkan diri sebagai negara pertama di dunia yang menjadi tuan rumah atau tuan rumah bersama Piala Dunia putra sebanyak tiga kali, setelah sebelumnya menggelar edisi 1970 dan 1986. Sementara itu, bagi Kanada, ini adalah pengalaman pertama mereka menjadi tuan rumah turnamen sepakbola paling bergengsi di dunia tersebut.
Ekspansi Peserta dan Debut Tim
Turnamen ini juga akan menjadi yang pertama kali menampilkan format ekspansi dengan 48 tim peserta, meningkat dari format sebelumnya yang hanya 32 tim. Sebagai tuan rumah, Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat mendapatkan tiket lolos otomatis. Argentina akan datang dengan status juara bertahan setelah memenangkan gelar ketiga mereka di Qatar pada 2022.
Kompetisi di Amerika Utara ini juga akan menjadi panggung debut bagi sejumlah negara. Cape Verde, Curacao, Yordania, dan Uzbekistan dipastikan akan mencicipi atmosfer Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Jadwal turnamen juga akan kembali ke tradisi musim panas di belahan bumi utara, berbeda dengan edisi 2022 yang digelar di akhir tahun.
Iklan