Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Cristiano Ronaldo knockouts 2:1Getty/GOAL
Diterjemahkan oleh

Mourinho, Ten Hag, dan Lainnya: Krisis Jesus Membuka Kembali Catatan Hitam Ronaldo

Krisis terbaru yang menyelimuti Cristiano Ronaldo bersama timnas Portugal bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri dalam perjalanan karier salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola. Krisis itu justru merupakan kelanjutan dari rangkaian panjang perselisihan dan ketegangan yang mewarnai hubungannya dengan para pelatih, pejabat, dan rekan setim selama lebih dari 25 tahun di lapangan.

Bintang Portugal itu, yang membawa negaranya meraih gelar Piala Eropa pada 2016, serta menjuarai Liga Champions dan meraih Ballon d'Or sebanyak lima kali sepanjang kariernya bersama klub, meninggalkan pemusatan latihan timnas yang sedang berlangsung. Hal ini membuka pintu bagi berbagai pertanyaan mengenai masa depan internasionalnya, setelah ia mencetak 146 gol dengan seragam Portugal, sebuah rekor di level timnas pria.

Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, menegaskan bahwa ia akan mengungkap "pada waktu yang tepat" alasan sebenarnya yang mendorongnya meninggalkan pemusatan latihan. Hal ini disampaikan setelah Jorge Jesus, direktur teknik timnas, menegaskan tidak adanya krisis, sembari mengakui bahwa ia telah melakukan kesalahan dalam cara menangani situasi kapten tim pada laga menghadapi Norwegia, yang berakhir dengan kekalahan Portugal 1-2 di Liga Bangsa-Bangsa Eropa, tanpa Ronaldo tampil dalam pertandingan tersebut.

Hingga Ronaldo mengungkapkan versi lengkapnya, motifnya masih menjadi tanda tanya. Masih terlalu dini pula untuk memastikan bahwa insiden ini menandai akhir perjalanan internasionalnya. Meski demikian, berakhirnya kiprahnya bersama timnas di tengah perselisihan tajam bukanlah hal yang sepenuhnya mengejutkan, mengingat panjangnya catatan krisis yang terkait dengan namanya.

Menangani penurunan performa atau perubahan peran di dalam tim bagi bintang sebesar Ronaldo bukanlah tugas yang mudah. Pengaruhnya, baik positif maupun negatif, di dalam timnas Portugal pun terus menjadi bahan perdebatan selama tiga turnamen besar terakhir, yakni pada 2022, 2024, dan 2026.

Sambil menanti gambaran yang lebih jelas mengenai krisis terbarunya, kami mengulas momen-momen paling menonjol yang menyaksikan perselisihan antara Ronaldo dengan para pelatih atau pejabat sepanjang kariernya, berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh jaringan ESPN.

  • 2008: Ronaldo berpegang pada pernyataan Blatter untuk menekan agar bisa pergi

    Keinginan Ronaldo untuk meninggalkan Manchester United dan pindah ke Real Madrid mencapai puncaknya selama musim panas 2008, setelah ia bersandar pada pernyataan kontroversial yang dilontarkan Sepp Blatter, presiden Federasi Sepak Bola Internasional kala itu, yang menyamakan larangan bagi seorang pemain untuk meninggalkan klubnya sesuai keinginannya ke tempat lain dengan sesuatu yang menyerupai "perbudakan modern".

    Ronaldo berkata kepada televisi Portugal: "Itu benar, saya setuju dengan apa yang dikatakan presiden FIFA. Saya tahu apa yang saya inginkan dan apa yang saya kehendaki, dan kita harus melihat apa yang akan terjadi. Saya tidak tahu di mana saya akan memulai musim depan."

    Meski pemain itu ingin pergi setelah lima tahun yang sukses di Old Trafford, Manchester United tetap pada pendiriannya, sehingga Ronaldo terpaksa menunggu satu musim tambahan sebelum mewujudkan impiannya pindah ke Real Madrid pada musim panas 2009.

  • 2008: Ronaldo meninggalkan lapangan secara mengejutkan

    Pada Desember 2008, Ronaldo meninggalkan lapangan secara mengejutkan dalam pertandingan Manchester United melawan Sunderland, yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk timnya, langsung menuju terowongan yang mengarah ke ruang ganti, sehingga membuat timnya bermain dengan sepuluh pemain dan memaksa staf teknis untuk menghadapi situasi yang tidak terduga.

    Sir Alex Ferguson membela pemainnya, menjelaskan bahwa ia mengalami tendangan di area pinggul dan membutuhkan penanganan segera, serta tidak ada keharusan baginya untuk kembali ke bangku cadangan.

    Namun insiden tersebut mencerminkan salah satu sisi kepribadian Ronaldo, yang telah dinobatkan sebagai pemenang Ballon d'Or pertama dalam kariernya beberapa hari sebelumnya, dan mulai menunjukkan ketidakpuasannya secara terbuka dalam beberapa situasi.

  • 2009: Kemarahan terang-terangan setelah ditarik keluar dalam derby Manchester

    Kejadian serupa terulang pada Mei 2009, ketika Ferguson memutuskan mengganti Ronaldo dalam laga melawan Manchester City, setelah pemain itu mencetak gol pembuka lewat tendangan bebas pada menit ke-18, dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan United 2-0.

    Ketika sang pelatih memutuskan menariknya keluar pada menit ke-60 dan memasukkan Paul Scholes sebagai penggantinya, tanda-tanda kemarahan tampak jelas pada diri Ronaldo, yang menghabiskan beberapa menit di bangku cadangan sambil menggelengkan kepala sebagai ungkapan ketidakpuasannya.

    Gol itu merupakan gol terakhir Ronaldo bersama Manchester United sebelum kepulangannya ke klub tersebut 12 tahun kemudian.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • 2012.. "Saya sedih".. pesan misterius dari Madrid

    Tiga tahun setelah kepindahannya ke Real Madrid, Ronaldo kembali memicu kontroversi pada September 2012, setelah ia mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 atas Granada di Liga Spanyol, namun ia tidak merayakan satu pun di antaranya.

    Usai pertandingan, bintang Portugal itu berkata: "Saya sedih karena sebuah persoalan profesional, dan klub mengetahui hal itu. Karena alasan itulah saya tidak merayakan gol-gol saya, sebab saya tidak bahagia. Orang-orang di sini tahu penyebabnya."

    Ronaldo menolak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait pernyataannya, sementara tidak muncul penjelasan yang jelas mengenai apa yang ia maksudkan pada saat itu. Ia kemudian membantah bahwa uang menjadi penyebab masalah, sebelum menandatangani kontrak baru dengan klub setahun kemudian.

  • 2013: Mourinho menyerang Ronaldo setelah hubungan mereka berakhir

    Hubungan Ronaldo dan Jose Mourinho dimulai dengan positif ketika keduanya bekerja sama di Real Madrid, tetapi secara bertahap memburuk menjelang akhir musim 2012-2013, yang merupakan musim terakhir pelatih asal Portugal itu di klub ibu kota tersebut.

    Menurut laporan tersebut, perselisihan di dalam ruang ganti seusai pertandingan melawan Valencia di Copa del Rey pada Januari tahun itu menjadi salah satu tanda memburuknya hubungan mereka.

    Pada Juni, setelah kepergian Mourinho dari Real Madrid dan kembalinya ke Chelsea, ia mengatakan dalam penampilannya di program "Punto Pelota" bahwa "Cristiano Ronaldo mengira dirinya tahu segalanya", sebuah komentar yang mencerminkan besarnya ketegangan antara kedua pihak.

  • 2015: Memilih Ancelotti ketimbang Benitez

    Petualangan Rafael Benitez bersama Real Madrid hanya berlangsung selama enam bulan, setelah ia mengemban tugas tersebut menggantikan Carlo Ancelotti pada Juni 2015, sebelum dipecat pada Januari berikutnya.

    Selama periode itu, muncul spekulasi mengenai ketidakpuasan Ronaldo terhadap pendekatan taktik sang pelatih asal Spanyol tersebut, sementara pujiannya yang berulang kali kepada Ancelotti, yang ia gambarkan sebagai sosok hebat dan pelatih istimewa, tidak membantu meredakan suasana.

    Ronaldo juga mengungkapkan keinginannya untuk kembali bekerja sama dengan pelatih asal Italia tersebut, yang juga ia sebut sebagai "beruang besar" dalam ungkapan penuh keakraban, sementara Benitez mengatakan bahwa hubungannya dengan bintang asal Portugal itu masih berada dalam tahap saling menyesuaikan diri.

    Namun, tidak ada cukup waktu untuk mengatasi perbedaan tersebut, karena Benitez meninggalkan jabatannya satu bulan setelah pernyataan itu.

  • 2021: Bangku cadangan membuka jalan bagi kepergian baru

    Setelah sembilan tahun di Real Madrid dan tiga musim bersama Juventus, Ronaldo tampak siap menjalani petualangan baru pada musim panas 2021.

    Pemain itu absen dari susunan utama Juventus pada laga pembuka Serie A melawan Udinese, dalam pertandingan yang berakhir imbang 2-2, di tengah laporan yang menyebutkan bahwa ia meminta untuk tidak diturunkan sebagai pemain inti.

    Klub Italia itu pada awalnya bersikukuh untuk mempertahankan bintangnya, sementara sebelumnya Ronaldo menggambarkan laporan yang mengaitkannya dengan kepindahan kembali ke Real Madrid sebagai sesuatu yang "tidak sopan".

    Namun, beberapa hari kemudian, Ronaldo kembali ke Manchester United pada hari terakhir bursa transfer, setelah namanya juga sempat dikaitkan dengan kemungkinan pindah ke tetangga sekota, Manchester City.

  • 2022: Rangnick menguji kemarahan Ronaldo gara-gara perubahan taktik

    Pada Januari 2022, Ralf Rangnick, pelatih sementara Manchester United, memutuskan untuk menarik Ronaldo keluar saat menghadapi Brentford, laga yang ketika itu dipimpin tim dengan skor 2-0, dengan tujuan memperkuat lini pertahanan, memainkan Harry Maguire, dan beralih ke skema tiga bek.

    Ronaldo tidak menyembunyikan ketidaksenangannya atas keputusan tersebut, karena ia melempar jaketnya ke tanah saat meninggalkan lapangan, hal yang mendorong Rangnick untuk berbicara dengannya.

    Sang pelatih menggambarkan reaksi itu sebagai hal yang "wajar", sembari menambahkan bahwa ia berkata kepada Ronaldo bahwa ia mungkin akan mengambil keputusan yang sama ketika suatu hari nanti menjadi pelatih.

    Pertandingan berakhir dengan kemenangan Manchester United 3-1, sebuah hasil yang mendukung sudut pandang Rangnick terkait keputusan taktiknya.

  • 2022: Rumor Perselisihan dengan Maguire

    Satu bulan kemudian, Rangnick terpaksa membantah laporan-laporan yang menyebut adanya perselisihan antara Ronaldo dan Harry Maguire terkait ban kapten Manchester United, dan menggambarkannya sebagai "omong kosong belaka".

    Laporan-laporan saat itu mengindikasikan bahwa Maguire merasa terancam akibat pengaruh besar yang dimiliki Ronaldo di dalam ruang ganti, terutama di antara para pemain yang lebih muda.

    Namun, Rangnick menegaskan bahwa dia tidak pernah membahas kemungkinan pergantian kapten dengan pemain mana pun, serta memastikan Maguire tetap menjabat hingga akhir musim.

  • 2022: Wawancara panas yang mengakhiri periode kedua di Manchester United

    Perselisihan antara Ronaldo dan Manchester United mencapai puncaknya pada musim gugur 2022, setelah perannya menurun di bawah kepemimpinan pelatih baru Erik ten Hag.

    Pada bulan Oktober, Ronaldo menolak tampil sebagai pemain pengganti saat menghadapi Tottenham, dan meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berakhir, setelah sebelumnya melakukan tindakan serupa dalam pertandingan persahabatan melawan Rayo Vallecano pada masa persiapan.

    Wawancara panjang yang ia lakukan dengan jurnalis Piers Morgan menjadi akhir yang sesungguhnya bagi masa baktinya yang kedua bersama klub.

    Ronaldo mengkritik sejumlah pejabat di dalam Manchester United, dan mengatakan bahwa ia tidak menghormati ten Hag, serta merasa dikhianati oleh para pejabat senior. Ia juga menyebutkan bahwa ia tidak mengenal Rangnick sebelum menjabat posisinya, dan menilai bahwa klub tidak mengalami kemajuan apa pun sejak periode pertamanya.

    Setelah wawancara itu, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri hubungan secara damai, sehingga Ronaldo kembali meninggalkan klub Inggris tersebut.

  • 2022: Dicoret dari Skuat Utama Portugal dan Kemarahan Keluarga

    Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Fernando Santos, pelatih Portugal saat itu, mengambil keputusan untuk mencoret Ronaldo dari susunan pemain inti dalam laga melawan Swiss di babak 16 besar.

    Respons pemain pengganti, Goncalo Ramos, datang dengan sangat kuat, setelah ia mencetak tiga gol dalam kemenangan 6-1, sehingga memberi sang pelatih justifikasi tambahan atas keputusannya.

    Santos mengatakan bahwa pilihannya didasari alasan taktis, dan bukan karena kemarahan Ronaldo setelah ia ditarik keluar pada laga terakhir fase grup, meski ia sebelumnya mengakui bahwa dirinya tidak menyukai reaksi sang kapten.

    Di tengah laporan tentang kemungkinan meningkatnya krisis menjelang laga melawan Maroko di babak perempat final, Federasi Sepakbola Portugal mengeluarkan pernyataan yang membantah bahwa Ronaldo pernah mengancam akan meninggalkan timnas pada tahap mana pun.

    Namun keputusan mencoretnya tidak diterima oleh anggota keluarganya; Georgina Rodriguez mengungkapkan penyesalannya karena pemain terbaik dunia itu tidak bermain penuh selama 90 menit, sementara saudara perempuannya, Elma Aveiro, menyebut pencoretan tersebut sebagai penghinaan terhadap seorang pria yang telah memberikan banyak hal untuk timnas.

  • 2026: Hengkang dari Pemusatan Latihan Membuka Pintu Akhir Perjalanan Internasional

    Krisis terbaru ini bermula pada September 2026, setelah Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan timnas Portugal akibat ketegangan terkait perannya di dalam tim, tidak dimainkannya ia dalam laga menghadapi Norwegia, serta pernyataan Jorge Jesus dalam konferensi pers.

    Ronaldo mengatakan bahwa ia memutuskan untuk pergi setelah konferensi pers pelatih dan sebuah perbincangan dengan presiden Federasi Sepakbola Portugal, seraya menegaskan bahwa ia akan mengungkap kebenaran kepada rakyat Portugal pada waktu yang tepat.

    Ia juga menyampaikan pesan kepada rekan-rekan setimnya dengan mendoakan keberhasilan bagi mereka "tanpa terkecuali", sebuah ungkapan yang justru memunculkan lebih banyak pertanyaan mengenai hakikat perselisihan tersebut.

    Meski empat tahun sebelumnya terbilang relatif tenang dibandingkan dengan fase-fase lain dalam kariernya, posisi Ronaldo bersama timnas negaranya kembali masuk ke pusaran kontroversi. Ia terus mencetak gol dan meraih gelar bersama Al Nassr Saudi, sekaligus mendapat dukungan jelas dari pelatih sebelumnya, Roberto Martinez, selama dua turnamen besar, kendati kritik soal perannya kian meningkat.

    Adapun Jesus, ia pernah bekerja sama dengan Ronaldo di Al Nassr, tetapi perkembangan terakhir mengindikasikan bahwa hubungan di antara keduanya tengah menghadapi ujian yang berat.

    Pertanyaan terpentingnya pun tetap: apakah krisis ini menjadi akhir dari karier internasional yang telah berlangsung lebih dari dua dekade, atau Ronaldo akan kembali ke timnas untuk menutup lembaran perselisihan? Jawabannya belum jelas, tetapi rekam jejak bintang Portugal itu mengungkap bahwa hubungannya dengan para pelatih dan keputusan-keputusan teknis, dalam banyak fase, telah menjadi bagian dari kisahnya di dalam maupun di luar lapangan.