Pertandingan Levante melawan Barcelona menyuguhkan sejumlah pemandangan yang melampaui aksi sepak bola di dalam lapangan, mulai dari insiden menegangkan yang dialami Pau Cubarsi segera setelah pertandingan usai, dilanjutkan dengan saling balas nyanyian antara suporter kedua tim, hingga instruksi Flick dari pinggir lapangan, serta dialog akrab antara Fermin Lopez dan Pablo Cuñat.
Surat kabar Sport menyebutkan bahwa menit-menit setelah peluit panjang menyaksikan beberapa momen ketegangan, setelah seseorang melompat dari tribun dan berlari ke arah Pau Cubarsi.
Suporter itu tampak serius, sembari terus melambaikan kedua tangannya, dan berhasil mencapai jantung pertahanan Barcelona. Bahkan ia benar-benar memegangnya, sampai membuatnya kehilangan keseimbangan dan nyaris menjatuhkannya ke tanah.
Situasi tersebut memaksa 3 petugas keamanan untuk turun tangan, di mana mereka mengerahkan upaya besar untuk mengendalikan suporter itu dan mengeluarkannya dari lapangan. Tugas itu tidaklah mudah, sebab suporter tersebut untuk beberapa saat masih terus mengarah menuju Cubarsi, selain itu gerakan emosionalnya tidak memungkinkan untuk mengetahui maksudnya secara jelas.
Pada akhirnya, para petugas keamanan berhasil mengeluarkannya dari lapangan, dan urusan itu berakhir hanya sebatas insiden menegangkan. Namun, hal itu menjadi kejutan besar bagi Cubarsi, terlebih karena terjadi langsung setelah pertandingan berakhir.
Anda dapat membahas topik dan berita secara lebih mendalam di forum Kooora








