Carragher menilai sikap Salah semakin menjauh dari kepentingan tim dan penuh keakuan. Ia menegaskan bahwa klaim Salah tentang keluhannya soal diperlakukan tak adil meski sudah berkontribusi besar justru menunjukkan bahwa sang bintang lupa akan bantuan yang ia dapatkan dari elemen-elemen di sektarnya.
“Pemain-pemain seperti [Cristiano] Ronaldo, [Lionel] Messi, [Kylian] Mbappe, Mo Salah, mereka semua merasa kesuksesan klub sangat bergantung pada mereka. Saya tidak masalah dengan itu, karena itu yang mendorong mereka mencetak gol dan meraih kesuksesan, dan Liverpool ikut diuntungkan," kata Carragher di Monday Night Football besutan Sky Sports.
"Tetapi ketika berada di situasi seperti sekarang, itu jadi masalah. Ketika Salah bicara soal gol yang dia cetak—'Saya mencetak gol lebih banyak dari pemain mana pun di Liga Inggris', 'Apa yang saya lakukan musim lalu'—ia selalu bicara tentang dirinya. Satu hal yang mau saya ingatkan kepada Mo Salah, bahwa sebelum datang ke Liverpool, ia hanya dikenal sebagai pemain yang gagal di Chelsea. Itu fakta. Ia belum pernah memenangkan trofi besar.”
“Ia adalah pemain terbesar dalam sejarah Mesir. Mesir, di Piala Afrika, adalah timnas paling sukses. Mo Salah belum pernah memenangkan Piala Afrika. Saya mengatakan ini bukan untuk merendahkannya sebagai pemain—saya baru saja bilang ia salah satu pemain terbaik di dunia dalam delapan tahun terakhir—tapi itu menunjukkan pada Mo Salah dan agennya bahwa ini bukan soal individu.”
“Kau bukan bintang besar sebelum datang ke Liverpool. Kau juga tidak pernah memenangkan apa pun bersama Mesir. Intinya adalah, betapa pun hebatnya kamu, kamu tetap membutuhkan rekan setim, pelatih, dan dukungan fans. Penting baginya untuk mengingat itu. Setelah laga melawan Leeds, semuanya yang ia katakan hanya tentang aku, aku, aku.”