Sepanjang lebih dari 15 tahun perjalanan kariernya di dunia sepakbola, Mohamed Salah terbiasa bermain dan bersinar di posisi sayap kanan, yakni posisi yang diperkirakan akan ia tempati bersama klub Al-Ittihad. Namun, hal itu bisa saja berubah tergantung pada sejumlah faktor.
Saat ini, Al-Ittihad sudah memiliki seorang pemain asing di posisi sayap kanan, yaitu pemain Prancis Moussa Diaby, akan tetapi namanya dikaitkan dengan kepergian dari "Sang Harimau" pada bursa transfer musim panas yang sedang berlangsung.
Jika Diaby pergi, maka Salah akan menjadi sayap kanan baru Al-Ittihad. Namun jika ia bertahan, bintang Mesir itu bisa mendapati dirinya bermain di posisi yang tak pernah ia tempati sepanjang kariernya, sebelum akhirnya ia menunjukkan kepiawaian di posisi tersebut belakangan ini.
Posisi ini bisa jadi sebagai pengatur permainan, atau penyerang kedua, terutama karena pelatih asal Jerman, Jens Wissing, direktur teknik tim Al-Ittihad, sangat mengandalkan formasi 4-2-3-1, dengan adanya seorang pemain di belakang penyerang murni.
Dalam keadaan normal, pemain itu adalah pemain Aljazair, Houssem Aouar, tetapi namanya juga dikaitkan dengan kepergian dari Al-Ittihad, yang bisa membuka peluang bagi Mohamed Salah untuk mengisi posisi tersebut.
Salah tampil apik di posisi ini secara jelas bersama timnas Mesir pada turnamen Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, di mana ia mencetak satu gol dan menyumbang dua assist dalam 5 pertandingan, serta menjadi salah satu pemain terbaik Mesir.
Posisi baru ini menghemat sebagian besar tenaga fisik bintang Mesir tersebut, karena ia tidak dituntut untuk turun bertahan membantu bek sayap, selain itu posisi ini membantunya memanfaatkan pengalamannya dalam mendistribusikan bola kepada para pemain sayap dan penyerang, serta mengatur tempo permainan.