Pisa SC v AC Milan - Serie AGetty Images Sport

Luka Modric & Ruben Loftus-Cheek: AC Milan Masih Calon Kuat Juara Serie A

  • Penyelamatan Sang Veteran

    AC Milan menghadapi ujian yang jauh lebih berat dari perkiraan saat bertandang ke markas Pisa, Sabtu (14/2) dini hari WIB kemarin. Ruben Loftus-Cheek membuka keunggulan lewat sundulan, namun Niclas Fullkrug membuang peluang emas untuk menggandakan skor setelah eksekusi penaltinya membentur tiang gawang. Tuan rumah kemudian berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Felipe Loyola.

    Saat pertandingan tampaknya akan berakhir imbang, Luka Modric memutar balik waktu dengan aksi brilian di menit-menit akhir. Gelandang veteran itu merangsek ke dalam kotak penalti, melakukan kombinasi dengan Samuele Ricci, dan mencetak gol kemenangan yang sangat krusial bagi tim tamu.

  • Iklan
  • Tetap di Jalur Juara

    Kemenangan 2-1 itu sangat vital bagi Rossoneri untuk tetap bersaing di jalur Scudetto. Pisa terbukti menjadi lawan yang tangguh, mengingat mereka sebelumnya mampu menahan imbang Milan 2-2 di San Siro pada Oktober lalu.

    Tiga poin ini membuat Milan tidak tertinggal lebih jauh dari Inter Milan di puncak klasemen. Fokus tim kini adalah menjaga konsistensi mentalitas, terutama setelah sempat kehilangan fokus di babak kedua yang menyebabkan gawang mereka kebobolan.

  • Instruksi Allegri dan Kebahagiaan Modric

    "Itu penting bagi kami, kami tidak boleh kehilangan kemenangan hari ini, karena kami tahu poin ini sangat krusial untuk tetap berada dalam perburuan liga, dan kami berhasil melakukannya," ujar Modric kepada DAZN Italia.

    Modric mengakui timnya sempat lengah. "Kami sedikit santai di babak kedua dan kurang waspada, itulah sebabnya mereka mencetak gol. Jadi kami menekan, maju ke depan, dan mencetak gol yang sangat penting itu. Kami senang dengan kemenangan ini."

    Mantan bintang Real Madrid itu juga tersanjung dengan nyanyian khusus dari fans Milan untuknya. "Merupakan sebuah kehormatan mendengar mereka menyanyikan lagu ini untuk saya. Terima kasih banyak, saya sangat senang mendengarnya," ungkap Modric tersipu.

    Sementara itu, Loftus-Cheek menanggapi teriakan pelatih Massimiliano Allegri yang memintanya lebih agresif sebelum gol tercipta. "Tidak banyak ruang antar lini, Pisa sangat kompak. Ketika bola melebar, saya yakin Anda bisa mendengarnya (Allegri), dia berteriak 'masuk ke kotak penalti, serang kotak penalti'."

    "Zack mengirimkan umpan silang yang hebat, dan saya berhasil menyambutnya, jadi saya sangat senang," tambah Loftus-Cheek.

    Mengenai persaingan gelar, Loftus-Cheek menutup: "Saya pikir hal terpenting adalah fokus pada diri sendiri. Pertandingan terlalu sulit untuk melihat terlalu jauh ke depan. Jika kami mengalihkan fokus ke tujuan lain atau tim lain, itu bisa merugikan."

  • Rekor Usia Modric

    Dengan golnya ke gawang Pisa, Modric kini tercatat sebagai pencetak gol tertua ketiga dalam sejarah Serie A pada usia 40 tahun dan 157 hari. Catatan ini hanya kalah dari dua legenda Milan lainnya, yakni Alessandro Costacurta dan Zlatan Ibrahimovic.

    Selain itu, laga ini diwarnai kartu merah untuk Adrien Rabiot di masa injury time. Gelandang Prancis itu menerima dua kartu kuning, pertama karena pelanggaran dan kedua karena protes berlebihan, sehingga dipastikan absen dalam dua laga penting melawan Como dan Inter Milan.

  • Tantangan Tanpa Rabiot

    Milan harus segera bersiap menghadapi jadwal padat berikutnya tanpa kehadiran Rabiot di lini tengah. Absennya pemain kunci tersebut menjadi pukulan telak menjelang laga krusial, termasuk Derby della Madonnina melawan Inter.

    Skuad asuhan Allegri harus mempertahankan momentum kemenangan ini dan memperbaiki disiplin pemain jika ingin terus menempel ketat Inter dalam perebutan gelar juara hingga akhir musim.