Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Manchester United v Arsenal - UEFA Champions LeagueGetty Images Sport
Diterjemahkan oleh

Malam impian! Fabregas kobarkan semangat Como jelang laga kontra Manchester United setelah karier kepelatihannya melesat luar biasa

  • Fabregas bawa Como ke laga bersejarah melawan Manchester United

    Cesc Fabregas berbicara kepada UEFA untuk merefleksikan pencapaiannya saat Como bersiap menjamu Manchester United pada matchday ketiga Liga Champions UEFA. Kebangkitan pesat klub asal Lombardia itu membawa mereka promosi ke Serie A pada 2024, sebelum finis di posisi keempat musim lalu untuk memastikan kelolosan ke kompetisi Eropa.

    Bagi Fabregas, menjamu tim Premier League tersebut merupakan tonggak penting bagi seluruh Kota Como.

    Pelatih asal Spanyol itu meminta skuadnya tetap tenang dan menikmati kesempatan bersaing di level tertinggi.

  • ACF Fiorentina v Como 1907 - Serie A 2026/27Getty Images Sport

    Pelatih menuntut keyakinan meski menghadapi lawan yang lebih unggul

    Menanggapi tantangan menjamu Manchester United, juara Eropa tiga kali, Fabregas menekankan pentingnya keyakinan untuk bersaing dengan lawan elite. "Ini pertandingan besar melawan salah satu tim terbaik dan terbesar dalam sejarah," kata Fabregas. "Ini pertandingan yang layak diimpikan, tetapi kami harus berusaha tampil sebaik mungkin untuk menang dan meraih tiga poin."

    "Kami perlahan harus memahami bagaimana rasanya menghadapi tim-tim papan atas, ketika kami tahu mereka lebih baik daripada kami, tetapi kami tetap harus bersaing dengan apa yang kami miliki."

    "Kekuatan dalam diri dan mentalitas kami harus membuat kami tangguh serta memungkinkan kami percaya bahwa kami bisa melakukannya," tegasnya.

  • Fabregas ungkap filosofi inti yang dipelajarinya dari para mentor ikonis

    Fabregas menjelaskan bagaimana bekerja di bawah arahan para pelatih legendaris Arsene Wenger, Pep Guardiola, dan Jose Mourinho membantunya membentuk metode kepelatihannya sendiri. "Saya sangat beruntung pernah bekerja bersama pelatih-pelatih terbaik sepanjang sejarah," ujar Fabregas. "Hal-hal yang kurang positif pun kemudian Anda jadikan bahan untuk membentuk gagasan sendiri."

    "Pada akhirnya, Anda juga harus menjadi diri sendiri... Dan saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama kepada diri saya: 'Bagaimana saya ingin kalah?' Itu sangat penting bagi saya."

    "Saya ingin pulang setelah kalah dengan mengetahui bahwa kami telah melakukan apa yang ingin kami lakukan," tambah Fabregas. "Saya tidak ingin pulang setelah kalah sambil berpikir bahwa kami tidak menjadi diri sendiri."

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • imago-sport-1084524284.jpgANP

    Como bersiap menghadapi malam bersejarah di pentas Eropa

    Fabregas mengatakan pengalaman awalnya melatih tim muda dan skuad Serie B Como mengajarinya cara menangani berbagai kepribadian serta mengambil keputusan sulit dalam pemilihan pemain. “Kami perlahan membentuk tim yang stabil dan solid, yang bisa berkembang di Serie A, liga yang sangat kompetitif,” ujar Fabregas.

    “Kami menghadapi jalan yang sangat berat untuk lolos ke fase berikutnya, dan bagi kami, bisa berada di sini untuk bersaing merupakan sebuah kebanggaan.”

    Como menjamu Manchester United pada Rabu pukul 18.45 BST, dengan harapan dapat menerapkan filosofi berani sang pelatih dan meraih hasil yang mengesankan di kompetisi Eropa.