Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Arda GulerAI
Diterjemahkan oleh

Merebut mahkota dari Yamal: Guler, sang jenius pendiam yang menciptakan perbedaan hanya dalam setengah pertandingan

Pada saat ia masih mencari tempat tetap di susunan utama Real Madrid, bintang Turki Arda Guler justru menemukan dirinya berada di tempat yang benar-benar berbeda: di puncak piramida kreativitas seluruh benua Eropa. Meski tidak banyak bermain, ketika bermain ia membuat semua orang tampak biasa saja.

Ironi terbesar dalam kisah Guler musim ini adalah bahwa angka tidak berbohong dan tidak berbasa-basi. Sementara banyak orang memandangnya sebagai bakat menjanjikan yang menunggu peluang, data mengungkap bahwa ia telah menjadi motor sesungguhnya bagi serangan Los Blancos, dan pemain paling banyak menciptakan peluang berbahaya di lima liga besar, dengan selisih yang sangat jauh dari nama-nama sebesar Lamine Yamal, Cherki, dan Olise.

Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum Kooora

  • Angka mengerikan: dua kali lipat dari torehan bintang-bintang Eropa

    Rata-rata penciptaan peluang yang dimiliki Arda Guler mencapai 8,3 umpan kunci per 90 menit, menurut data platform HudlStatsBomb, sebuah angka yang fantastis dari berbagai sudut pandang. 

    Sebagai perbandingan, di posisi kedua ada Wesley pemain Roma dengan rata-rata hanya 4,6 peluang, kemudian Rayan Cherki pemain Manchester City dengan 3,9, lalu Michael Olise bintang Bayern Munich dengan 3,5, Martin Odegaard dengan 3,4, dan terakhir Lamine Yamal bintang Barcelona dengan 3,3 peluang. Guler tidak sekadar unggul atas mereka, tetapi melipatgandakan angka-angka mereka.

    Dan di level La Liga saja, surat kabar Spanyol "AS" menegaskan bahwa Guler adalah raja peluang tanpa tandingan, di mana ia menciptakan 24 peluang gol dalam lima pekan pertama, berbanding hanya 18 milik runner-up-nya Lamine Yamal. Ia juga memuncaki daftar peluang yang berbuah gol dengan 6 peluang, berbanding 5 milik Yamal.

  • Persamaan sulit: teka-teki menit yang sedikit dengan dampak yang besar

    Yang paling mengejutkan, semua angka ini dicapai hanya dalam 227 menit bermain, dengan rata-rata 45,4 menit per pertandingan; artinya, pemain Turki itu hanya membutuhkan kurang dari satu babak untuk membalikkan keadaan pertandingan.

    Ia tampil sebagai starter menghadapi Espanyol, Real Sociedad, dan Real Betis, tetapi tidak menuntaskan 90 menit di satu pun laga tersebut, dan penampilan terlamanya adalah 78 menit melawan Sociedad.

    Menghadapi Malaga ia masuk pada menit ke-87, dan menghadapi Rayo Vallecano pada menit ke-72, dan hanya dalam 20 menit ia menciptakan gol untuk Mbappe lewat umpan silang memukau ke tiang jauh, sebuah momen yang tidak berhasil dihadirkan oleh pemain Real Madrid lainnya sepanjang pertandingan.

  • Dari penyerang sayap menjadi otak permainan: perjalanan mencari posisi

    Sejak kedatangannya pada musim keempat bersama Los Blancos, Guler dipandang sebagai penerus sah Luka Modric di lini tengah, bukan sebagai penyerang sayap kanan. Karena itulah dia dan orang-orang di sekitarnya tidak mencemaskan kedatangan Franco Mastantuono yang menempati sisi yang sama.

    Gagasan yang diusung Xabi Alonso musim lalu bersama Real Madrid dan dilanjutkan oleh staf teknis saat ini, di bawah kepemimpinan Jose Mourinho, adalah mengubah peran Guler secara bertahap agar bermain berdampingan dengan seorang gelandang jangkar seperti Tchouameni. 

    Posisi lebih maju di lini tengah serang sudah dipegang oleh Jude Bellingham, tetapi visi Guler dan kemampuannya mengatur tempo permainan menjadikannya calon gelandang jangkar yang kreatif. 

    Alonso pernah berkata tentangnya di Piala Dunia Antarklub: "Sudah waktunya berinvestasi dalam pengembangan Arda. Kami mendorongnya untuk menimba pengalaman dan menjadi matang, meski dia melakukan kesalahan sebagai bagian dari perkembangannya."

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Bukan sekadar pengatur serangan: pressing dan bola mati jadi dua senjata baru

    Perkembangan Guler kini tak lagi terbatas pada umpan terakhir, sebab statistik defensifnya mengungkap sosok pemain yang lebih matang dan penuh komitmen. Ia menempati peringkat keempat di La Liga dalam hal merebut bola di sepertiga akhir area serang dengan raihan 5 kali perebutan, di belakang Vinicius yang memiliki 6, sama seperti Baena dan Romero.

    Ia juga menjelma menjadi senjata mematikan dalam situasi bola mati. Menghadapi Rayo Vallecano, begitu ia masuk, tendangan-tendangan acak Real Madrid berubah menjadi sebuah sistem. Ia mengeksekusi tendangan bebas yang disambut sundulan berbahaya Dumfries, serta tendangan sudut terukur yang dituntaskan Rudiger, memberikan tim akurasi yang sempat hilang ketika Vinicius dan Mbappe saling bertukar tendangan sudut pendek.

  • Taruhan hingga 2032: Mengapa Real Madrid Memperpanjang Kontrak Lebih Awal?

    Manajemen Real Madrid sangat menyadari bahwa mereka tengah memiliki permata istimewa. Meski kontraknya baru berakhir pada 2029, klub bergegas memperpanjangnya musim panas ini hingga tahun 2032, sebagai pesan kepercayaan yang jelas bahwa masa depan lini tengah akan dibangun di sekitarnya.

    Usai laga melawan Rayo Vallecano, Mourinho merangkum segalanya: "Arda adalah pemain yang luar biasa, bakatnya sangat besar dan pengaruhnya positif. Visinya, pengambilan keputusannya, stabilitas yang ia berikan kepada tim, potensinya luar biasa dan statistiknya mengesankan. Saya tidak ingin melebih-lebihkan dengan mengatakan bahwa ia yang terbaik secara mutlak, tetapi ia pasti termasuk yang terbaik."

    Kini Güler bukan lagi sekadar pemain cadangan yang menunggu salah satu bintang mengalami cedera. Ia adalah teka-teki rumit yang memaksakan dirinya melalui angka-angka, dan pertanyaan yang tak lagi bisa diabaikan di kantor-kantor Valdebebas: bagaimana mungkin menahan pemain paling kreatif di Eropa di bangku cadangan?